| 0 comments ]

CONSUMER BEHAVIOR AND MARKETING ACTION
Premise dalam buku ini menyatakan bahwa strategi pemasaran harus berlandaskan pada faktor-faktor yang mempengaruhi prilaku konsumen. Dalam gambar 1.1 “model prilaku konsumen “ menunjukkan penekanan pada interaksi antara pemasar dan konsumen. Komponen sentral dari model adalah pengambilan keputusan konsumen, yaitu pemahaman dan evaluasi informasi merek, bagaimana pertimbangan alternatif merek disesuaikan dengan kebutuhan konsumen, dan
keputusan untuk merek.

download jurnal
Read more >>

| 0 comments ]

BAB I
PENDAHULUA
N
Penyusunan anggaran merupakan proses pembuatan rencana kerja dalam rangka waktu satu tahun, yang dinyatakan dalam satuan moneter dan satuan kuantitatif orang lain. Penyusunan anggaran sering diartikan sebagai perencanaan laba (proft planing). Dalam perencanaan laba, manajemen menyusun rencana operasional yang implikasinya dinyatakan dalam laporan laba rugi jangka pendek dan jangka panjang, neraca kas dan modal kerja yang diproyeksikan dimasa yang akan datang.
Untuk melukiskan anggaran dan proses penyusunan anggaran, layaknya sebagai suatu proyek pembangunan gedung berlantai tiga puluh. Untuk membangun gedung tersebut diperlukan waktu tiga tahun. Gedung tersebut akan dibangun berdasarkan cetak biru (blue print) dan berdasarkan rencana biaya yang dibuat oleh arsitek. Setiap bulan dibuat anggaran biaya untuk pedoman dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan setiap bagian gedung tersebut, sehingga keseluruhan pekerjaan gedung tersebut dapat terlaksana sesuai dengan blue print yang telah
dibuat dengan rencana biaya yang telah disusun sebelum proyek dilaksanakan.
Pengelolaan perusahaan tidak jauh berbeda dengan pengelolaan suatu proyek pembangunan gedung yang dijelaskan diatas. Untuk jangka waktu tertentu, misalnya lima sampai sepuluh tahun, manajemen puncak menetapkan kearah mana perusahaan akan dijalankan. Manajemen puncak menyusun semacam blue print tentang kondisi yang akan dicapai perusahaan dalam jangka panjang. Blue print ini berupa program jangka panjang yaitu pangsa pasar, produk dan teknologi produksi, keuangan, kepegawaian, citra perusahaan, sistem inforrnasi manajemen, budaya perusahaan dan lain sebagainya. Manajemen mengalokasikan sumber daya yang ada untuk setiap program yang disusunnya. Untuk menjamin terlaksananya program tersebut, manajemen menyusun anggaran yang berisi rencana kerja tahunan dan taksiran nilai sumber daya yang diperlukan untuk pelaksanaan rencana kerja tahunan dan taksiran nilai sumber daya yang diperlukan untuk pelaksanaan rencana kerja tersebut. Dalam proses penyusunan anggaran tersebut, ditunjuk manajer yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan rencana kerja dan dialokasikan berbagai sumber daya yang diperlukan kepada manajer yang bersangkutan. Anggaran menjamin pelaksanaan rencana kerja dengan biaya yang sesuai dengan yang direncanakan dalam anggaran. Dengan demikian penyusunan anggaran dimaksudkan untuk memberikan jaminan pencapaian blue print tentang program jangka panjang, yang mencakup pangsa pasar, produk dan teknologi produksi, kepegawaian, keuangan, citra perusahaan, sistem informasi manajemen, budaya perusahaan dengan biaya sesuai dengan yang dianggarkan sebelumnya.
Anggaran disusun oleh manajemen dalam jangka waktu satu tahun membawa perusahaan ke kondisi tertentu yang diinginkan dengan sumber daya yang diperkirakan. Dengan anggaran, manajemen mengarahkan jalannya perusahaan kesuatu kondisi tertentu. Mungkinkah perusahaan dijalankan berdasarkan anggaran yang dibuat tidak berdasarkan program jangka panjang? Mungkin saja manajemen hanya menyusun anggaran tahunan, tidak menyusun anggaran jangka panjang.

download jurnal
Read more >>

| 0 comments ]

PENDAHULUAN
Jurnal Manajemen Konflik. Dalam sebuah organisai, pekerjaan individual maupun sekelompok pekerja saling terkait dengan pekerjaan pihak-pihak lain. Ketika suatu konflik muncul di dalam sebuah organisasi, penyebabnya selalu diidentifikasikan sebagai komunikasi yang kurang baik. Demikian pula ketika suatu keputusan yang buruk dihasilkan, komunikasi yang tidak efektif selalu menjadi kambing hitam. Para manajer bergantung kepada ketrampilan berkomunikasi mereka dalam memperoleh informasi yang diperlukan dalam proses perumusan keputusan, demikian pula untuk mensosialisasikan hasil keputusan tersebut kepada pihak-pihak lain. Riset membuktikan bahwa manajer menghabiskan waktu sebanyak 80 persen
dari total waktu kerjanya untuk interaksi verbal dengan orang lain. Ketrampilan memproses informasi yang dituntut dari seorang manajer termasuk kemampuan untuk mengirim dan menerima informasi ketika bertindak sebagai monitor, juru bicara (Spekesperson), maupun penyusun strategi.
Sudah menjadi tuntutan alam dalam posisi dan kewajiban sebagai manajer untuk selalu dihadapkan pada konflik. Salah satu titik pening dari tugas seorang manajer dalam melaksanakan komunikasi yang efektif didalam organisasi bisnis yang ditanganinya adalah memastikan bahwa arti yang dimaksud dalam instruksi yang diberikan akan sama dengan arti yang diterima olh penerima instruksi demikian pula sebaliknya (the intended meaning of the same). Hal ini harus menjadi tujuan seorang manejer dalam semua komunikasi yag dilakukannya.
Dalam hal me-manage bawahannya, manajer selalu dihadapkan pada penentuan tuntuan pekerjaan dari setiap jabatan yang dipegang dan ditangani oleh bawahannya (role expectaties) dan konflik dapat menimbulkan ketegangan yang akan berefleksi buruk kepada sikap kerja dan perilaku individual. Manajer yang baik akan berusaha untuk meminimasasi konsukensi negatif ini dengan cara membuka dan mempertahankan komunikasi dua arah yang efektif kepada setiap anggota bawahannya. Disinilah manajer dituntut untuk memenuhi sisi lain dari ketrampilan interpersonalnya, yaitu kemampuan untuk menangani dan menyelesaikan konflik.
Manajer menghabiskan 20 persen dari waktu kerja mereka berhadapan dengan konflik. Dalam hal ini, manajer bisa saja sebagai pihak pertama yang langsung terlibat dalam konflik tersebut, dan bisa saja sebagai pihak pertama yang langsung terlibat dalam konflik tersebut, dan bisa pula sebagai mediator atau pihak ketiga, yang perannya tidak lain dari menyelesaikan konflik antar pihak lain yang mempengaruhi organisasi bisnis maupun individual yang terlibat di dalam organisasi bisnis yang ditanganinya.

KONFLIK DAN DEFENISINYA
Konflik dapat berupa perselisihan (disagreement), adanya ketegangan (the presence of tension), atau munculnya kesulitan-kesulitan lain di antara dua pihak atau lebih. Konflik sering menimbulkan sikap oposisi antara kedua belah pihak, sampai kepada tahap di mana pihak-pihak yang terlibat memandang satu sama lain sebagai penghalang dan pengganggu tercapainya kebutuhan dan tujuan masingmasing.
Subtantive conflicts merupakan perselisihan yang berkaitan dengan tujuan kelompok, pengalokasian sumber daya dalam suatu organisasi, distribusi kebijaksanaan dan prosedur, dan pembagian jabatan pekerjaan.
Emotional conflicts terjadi akibat adanya perasaan marah, tidak percaya, tidak simpatik, takut dan penolakan, serta adanya pertentangan antar pribadi (personality clashes).
Download Jurnal
Read more >>

| 0 comments ]

I. PENDAHULUAN
1. Era globalisasi ,
Era globalisasi adalah era dimana batas-batas negara suatu bangsa dalam segala bidang terutama bidang perdagangan dan arus investasi, semakin tidak jelas atau sering disebut borderless. Hal ini terutama didorong oleh liberalisasi perdagangan. Dampak yang akan langsung terasa adalah dalam hal persaingan. Dalam era globalisasi ini persaingan yang dihadapi menjadi global sifatnya. Era globalisasi akan menjadi kenyataan apabila perjanjian APEC,GATT (WTO), AFTA (untuk sumatera utara khusus :IMT-GT) akan secara resmi berlaku. Akibat perjanjian-perjanjian ini yang ikut ditanda tangani oleh Indonesia adalah akan timbulnya persaingan bebas. Pengusaha-pengusaha Indonesia harus bersaing dengan perusahaan luar negeri.
Tujuan dari GATT antara lain (Hadibroto, 1995):
1. Terciptanya perdagangan bebas, jujur diantara para negara peserta perjanjian.
2. Kesetabilan perdagangan international.
3. Penurunan dan penghapusan tarif bea masuk dan hambatan perdagangan lainnya
(tariff dan non tariff barriers)
Kita semua menyadari bahwa pada masa era globalisasi nanti semua kesepakatan tentang perdagangan internasional dalam rangka GATT, APEC, NAFTA, DAN AFTA sudah berlaku efektif. Pada dasarnya inti dari kesepakatan (agreement) tersebut adalah atas implementasi atas liberalisasi perdagangan dan investasi bebas disetiap kawasan. Tujuan jangka panjangnya adalah terwujudnya lingkungan ekonomi dan perdagangan internasional yang lebih terbuka, lebih mengalir bebas dan lebih transparan. Berdasarkan kecenderungan tersebut kita dapat memprediksi bahwa lingkungan bisnis tahlun 2020 nanti akan menjadi semakin ketat tingkat competitivenensnya .Dimasa itu nanti, arus perdagangan barang dan jasa lintas negara didunia akan lebih mudah dan murah. Arus barang impor tidak lagi dikenakan hambatan tarif dan non tarif yang tinggi. Sementara jasa-jasa luar negeri baik, baik disektor keuangan, perbankan, transportasi, infrastruktur, telekomunikasi maupun parisiwata akan bebas keluar masuk dari suatu negara kenegara lainnya. Hal ini menjadikaJn perbatasan ekonomi suatu negara akan makin memudar. (Marzuki usman, 1995) . Pada dasarnya, penetrasi ke pasar internasional dapat dilakukan melalui tiga cara yaitu ekspor, lisensi (Franchising) dan investasi langsung. Pada tahap awal lazimnya perusahaan memasuki pasar global dengan cara ekspor, kemudian setelah berhasil dilakukan licensing/ atau franchising. Apabila tahap pertama ini dapat dilalui dengan baik dan perusahaan telah mempunyai pengalaman yang cukup maka dapat dilakukan investasi langsung, misalnya dengan mendirikan cabang dinegara lain atau membentuk usaha patungan. Dengan alasan diataslah maka penulis berkenan untuk menulis paper ini dengan judul "Transaksi dengan mata uang asing dan hubungannya dengan neraca pembayaran internasional dikaitkan dengan era globalisasi ", karena sudah dapat diestimasikan dengan memasuki era globalisasi maka bidang perdagangan dan arus investasi semakin

tidak jelas atau sering disebut dengan borderless. Dengan memasuki era globalisasi maka arus perdagangan internasional yang menggunakan mata uang asing akan bertambah dan penulis ingin mengungkapkan bagaimana hubungan transaksi internasional yang menggunakan mata uang asing tersebut dampaknya terhadap neraca perdagangan kita.
2. Perdagangan internasional
Kalau kita melihat kepada pengalaman negara-negara yang telah maju, misalnya Inggris sebagai negara yang pertama yang mengalami proses perkembangan ekonomi yang modern,
download jurnal
Read more >>

| 0 comments ]

ABSTRACT
Since June 2003, CitraRaya Surabaya Housing was developed by means of Singaporean City concept that was a reposition of the old concept namely Autonomous City. Along with the new concept, the development and management were adjusted to Singaporean appearances and standards. Factor analysis of property attributes consisting of; location, price, physical appearance, image of the developer, and concept of Singaporean City, shows that CitraRaya’s consumers primary consideration to purchase a house is not the Singaporean City Concept, but the price factor; while the primary consideration to purchase a parcel of land is indeed the Singaporean City concept.
Keywords: CitraRaya, location, price, physical appearance, image of the developer, concept of Singaporean City.

ABSTRAK
Sejak Juni 2003 perumahan CitraRaya Surabaya dikembangkan dengan konsep Kota Singapura yang merupakan reposisi dari konsep lama yaitu Kota Mandiri. Dengan konsep baru ini, pengembangan dan manajemen kota disesuaikan dengan penampilan dan standar Singapura. Dengan menggunakan analisa faktor terhadap atribut-atribut properti yang terdiri dari lokasi, harga, tampilan fisik properti, image developer, dan konsep Kota Singapura, diperoleh bahwa yang merupakan pertimbangan utama konsumen CitraRaya di Surabaya dalam pembelian rumah bukanlah konsep Kota Singapura namun faktor harga, sedangkan pertimbangan utama konsumen dalam pembelian kavling adalah faktor konsep kota Singapura.
Kata kunci: CitraRaya, lokasi, harga, tampilan fisik properti, image developer, konsep kota Singapura.
Download Jurnal
Read more >>

| 0 comments ]

ABSTRACT
This research aimed in explaining the influence of social cliques and social network on the success of hierarchical career with career sponsorship as the intervening variable. The design of this research was explanatory research. Using two stage sampling, the 232 questionnaires were distributed to the manager of state-owned companies (BUMN) at East Java and 108 of the questioner were returned. The result of regression analysis showed that partially and simultaneously social cliques and social network affected the career sponsorship; furthermore the career sponsorship affected the hierarchical career success.
Keywords: social cliques, social network, career sponsorship, hierarchical success.

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh klik sosial dan koneksi terhadap kesuksesan karir hirarki dengan sponsor karir sebagai variabel antara. Desain penelitian ini adalah explanatory research. Dengan two-stage sampling, 232 kuesioner disebar kepada manajer BUMN di Jawa Timur dan sebanyak 108 kuesioner yang kembali. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa secara parsial dan simultan klik sosial dan koneksi berpengaruh positif terhadap sponsor karir; selanjutnya sponsor karir berpengaruh terhadap kesuksesan karir hirarki.
Kata kunci: klik sosial, koneksi, sponsor karir, kesuksesan karir hirarkhi.
Download Jurnal
Read more >>

| 0 comments ]

ABSTRACT
The purpose of this research is to find out the effect of leaderships and task striving on organization commitment. The result of this research can explain that leaderships and task striving affect organization commitment. Beside the result of this research is to find out effect of leaderships, task striving on work stress and affect job satisfaction to organization commitment of the nurses in a positive away Keywords: leaderships, task striving, work stress, job satisfaction, organization comitment.

ABSTRAK
Tujuan penelitian ini untuk menemukan pengaruh Kepemimpinan dan Tuntutan Tugas terhadap
Komitmen Organisasi. Hasil penelitian ini dapat menjelaskan bahwa Kepemimpinan dan Tuntutan Tugas bepengaruh terhadap Komitmen Organisasi. Disamping itu dalam penelitian ini menemukan pengaruh secara positif, tentang Kepemimpinan, Tuntutan Tugas kedalam Stress Kerja dan Kepuasan Kerja terhadap Komitmen Organisasi pada perawat.
Kata kunci: kepemimpian, tuntutan tugas, stress kerja, kepuasan kerja, komitmen organisasi.
Download Jurnal
Read more >>

| 0 comments ]

ABSTRACT
The purpose of this study ws to exmine direct and indirect effects of a integrated multidimensional model of transformational leadership upon organizational citizenship behaviour (OCBs) and considered quality of work life and organizational commitment as key antecedents. Participants comprised 190 teachers from ten middle school, whom completed a questionnaire. In this study, transformational ledership as an important correlate to the organizational citizenship behaviour that the link would be quality of work life, while the organizational commitment was unrelated. Wheb quality of work life middle school teachers superiors with transformational ledership behaviour of rincipals were likely to be related to greater organizational citizenship behaviour.
Keywords: transformational leadership, organizational citizenship behavior, quality of work life, and commitment organizational.

ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji hubungan langsung maupun tidak langsung dari sebuah model multidimensional mengenai pengaruh kepemimpinan transformasional terhadap perilaku ekstra peran yang dimediasi oleh kepuasan akan kualitas kehidupan kerja dan komitmen organisasional sebagai variabel antasenden. Sampel adalah 190 Guru Sekolah Menegah Umum (secara lengkap mengisi kuisioner). Dalam penelitian ini, secara signifikan kepuasan akan kualitas kehidupan kerja memediasi kepemimpinan transformasional terhadap perilaku ekstra peran, sebaliknya komitmen organisasional ditemukan tidak signifikan. Penerapan kepemimpinan transformasional dari kepala sekolah meningkatkan kepuasan akan kualitas kehidupan kerja, dan hal ini cenderung akan meningkatakan perilaku ekstra peran dari para guru.
Kata kunci: kepemimpinan transformasional, perilaku ekstra peran, kualitas kehidupan kerja, dan komitmen organisasi.
Download Jurnal
Read more >>

| 0 comments ]

ABSTRACT
This research aims at analyzing the influence of job motivation, leadership, and corporate culture toward employee job satisfaction, and their impact to the corporate performance. The proposed hypotheses: The job motivation have significance influence to the employee’s job satisfaction, The leadership have significance influence to the employee’s job satisfaction, The organizational culture have significance influence to the employee’s job satisfaction, The work motivation have significance influence to the corporate performance, The leadership have significance influence to the corporate performance, The organizational
culture have significance influence to the corporate performance, The employee’s job satisfaction have significance influence to the corporate performance. The result of the research has evidenced that job motivation, leadership, and organizational culture are significantly related to the employee’s job satisfaction.
Leadership, however, is negatively related to the employee’s job satisfaction. Job motivation is not significantly related to the corporate performance influenced by the intervening variable is employee’s job satisfaction. Leadership and organizational culture are significantly related to the corporate performance.
From this result, there are two main conclutions that can be drawn in this study. First, the job motivation can
not be related directly to the corporate performance if it is not connected by the employee’s job satisfaction variable. And the second conclution is that the leaderhip is negatively related to the employee’s job satisfaction.
Keywords: job motivation, leadership, organizational culture, employee’s job satisfaction, and corporate performance.

Download jurnal
Read more >>

| 0 comments ]

ABSTRACT
The main objective of this research is to clarify the influence of employee satisfaction with compensation to organizational commitment and its impact to their job performance.
The concept of compensation satisfaction consist of satisfaction with material compensation, social compensation and activity compensation. The concept of organizational commitment consists of three variables: loyalty to the organization, willingness to work hard and esprit de corps. The last concept, job performance includes
skills in working. By using multiple regression analysis, the results of this research indicate that employee satisfaction with material and social compensation have significantly influenced employee loyalty, willingness to work hard and esprit de corps. Likewise, employee loyalty, willingness to work hard and esprit de corps also significantly influence the skill in working. Employee satisfaction with material and social compensation also significantly influence job performance directly. But, all the above variables show otherwise to employee satisfaction with activity compensation.
Key words: compensation satisfaction, organizational commitment, job performance.

ABSTRAK
Penelitian ini mempunyai tujuan untuk menjelaskan pengaruh dari kepuasan karyawan pada kompensasi terhadap komitmen pada organisasi serta dampaknya terhadap prestasi kerja karyawan. Konsep kepuasan kompensasi terdiri dari kepuasan kompensasi material, kompensasi social dan kompensasi aktivitas. Sedangkan komitmen organisasi terdiri dari
tiga variabel, yaitu kesetiaan, kemauan dan kebanggaan, sementara konsep prestasi kerja
dilihat dari kecakapan karyawan dalam bekerja. Menggunakan analisa regresi berganda, hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan karyawan pada kompensasi material dan kompensasi social mempunyai pengaruh signifikan terhadap kesetiaan karyawan pada organisasi, kemauan bekerja keras dan kebanggaan karyawan pada organisasi. Begitu juga
variabel kesetiaan, kemauan dan kebanggaanjuga berpengaruh terhadap prestasi kerja.
Kata kunci: kepuasan kompensasi, komitmen organisasi, prestasi kerja.
download jurnal
Read more >>

| 0 comments ]

ABSTRACT Since free-floating exchange rate system has been applied in Indonesia on August 1998, the accumulation of depreciation of rupiah against the US dollar has been about 48,7% until December 2001. This condition
brings many argumentations about the reasons behind the exchange rate instability faced by Indonesia among many experts whether it is caused by economic factors or by non-economic factors. By recognizing the causes, it will be easier for the experts and government of Indonesia to formulate the solution.
This research is intended to analyze the influence of economic variables, i.e. inflation, interest rate, money supply, national income in both Indonesia and The United State of America, as well as the position of the balance of international payment of Indonesia to the exchange rate movement in order to give contributions to solve the problem. Based on the result money supply becomes the only variable which has
a significant influence on the exchange rate movement, instead of the other variables. Coefficient of determination of the research model is 32.5%, means that other factors, not accommodated in this research, give 67.5% influence to the exchange rate movement. These other factors can be catagorized as other economic factors or non-economic factors. Finally, it can be concluded that except the variable of money supply,
most of the exchange rate movement is influenced by the other factors,
which are economic factors or non economic factors.

ABSTRAK
Sejak diterapkannya sistem nilai tukar mengambang bebas di Indonesia yang dimulai pada bulan Agustus 1998 nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika secara akumulatif telah terdepresiasi sebesar 48,7% sampai dengan Desember 2001. Kenyataan ini telah mengakibatkan perdebatan banyak ahli tentang sumber ketidakstabilan nilai tukar tersebut, apakah disebabkan oleh faktor ekonomi ataukah faktor non ekonomi. Dengan
mengetahui sumber penyebabnya, maka akan lebih mudah bagi para ahli dan penyelenggara negara untuk merumuskan solusinya. Penelitian ini bertujuan menganalisis tentang hubungan berbagai variabel ekonomi, yaitu tingkat inflasi; tingkat suku bunga; jumlah uang beredar; pendapatan nasional di Indonesia dan Amerika Serikat, serta
posisi neraca pembayaran internasional Indonesia, dalam mempengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika, dengan tujuan untuk memberikan kontribusi pemikiran terhadap proses pemecahan permasalahan tersebut.
Dari analisis data diperoleh hasil bahwa hanya variabel jumlah uang beredar yang memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika, sedangkan variabel – variabel yang lainnya tidak. Dengan koefisien determinasi sebesar 32,5% mengindikasikan, bahwa 67,5% dari variabel terikatnya dipengaruhi oleh
faktor–faktor selain faktor ekonomi yang dalam penelitian ini menjadi variabel bebas. Faktor–faktor lain tersebut bisa dikategorikan dalam faktor ekonomi lainnya maupun faktor–faktor non ekonomi.
Dengan demikian dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan, bahwa, kecuali variabel jumlah uang beredar, sebagian besar pergerakan nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat ditentukan oleh faktor-faktor lain, baik faktor ekonomi maupun faktor non ekonomi.
Kata kunci: nilai tukar, faktor ekonomi, faktor non ekonomi.
dowwnload jurnal
Read more >>

| 0 comments ]

Abstract: This research has a purpose to provide empirical evidence about factors that affect bankruptcy and financial distress of bank. The examined factors on this research are CAMEL financial ratio. The samples consist of 16 banks which had not bankrupt until 2000; 2 banks bankrupt, and 6 banks which had financial distress. The statistic method used to test on the research hypothesis is logit regression. The result show that CAMEL financial ratio had classification power to predict bankruptcy and financial distress banks.
Keywords: financial distress, bankruptcy, CAMEL financial ratio.

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memberikan bukti empiris tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kondisi kebangkrutan dan kesulitan keuangan perusahaan. Faktor-faktor yang diuji dalam penentuan kondisi kebangkrutan dan kesulitan keuangan perusahaan adalah rasio keuangan CAMEL sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia. Sampel penelitian terdiri dari dari 16 bank sehat, 2 bank yang mengalami kebangkrutan dan 6 bank yang mengalami kondisi kesulitan keuangan. Metode statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis penelitian adalah regresi logistik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rasio keuangan CAMEL memiliki daya klasifikasi atau daya prediksi untuk kondisi bank yang mengalami kesulitan keuangan dan bank yang mengalami kebangkrutan.
Kata kunci: kesulitan keuangan, kebangkrutan, rasio keuangan CAMEL.
download jurnal
Read more >>

| 0 comments ]

OPPORTUNITY AND CHALLENGE IS AN IMPLEMENTATIOn OF BUDGET BASED PERFORMANCE

ABSTRACT
New paradigm of modern society pushes financial reform of regencies. One of the reform is applicating of performance-based budget. The budget compilation process and target demonstrate regencies opportunities to develop vision and mission as well as to materializesociety expectation and desire in accordance with the regencies potentials. However, the implementation of the budget faces uneasy challenges.
Key words: opportunity, challenge and budget based performance


ABSTRAK
Paradigma baru masyarakat modern mendorong reformasi dalam pengelolaan keuangan daerah. Salah satu wujud reformasi tersebut adalah penerapan anggaran berbasis kinerja. Proses penyusunan dan sasaran yang ingin dicapai dari sistem anggaran berbasis kinerja menggambarkan adanya peluang bagi daerah untuk mengembangkan visi dan misi serta mewujudkan keinginan dan harapan masyarakat sesuai dengan potensi yang dimiliki daerah yang bersangkutan. Penerapan anggaran berbasis kinerja ini juga memberi tantangan yang tidak ringan.
Kata kunci : peluang, tantangan, anggaran berbasis kinerja
download jurnal
Read more >>

| 0 comments ]

THE ASSESSMENT OF CAMEL EFFECT TOWARD THE PERFORMANCE OF COMPANY
ABSTRACT

Banking in Indonesia recognized as a tough and strong banking before crisis-monetary attacks was proved to have weak foundations. Shake to Indonesian system caused many banks facing difficulties in liquidity and they were forced to end their business/bankrupt. Stability in banking organizations is very important for economy. This stability is not always evaluated only on the number of circulating money but also that of existing banks functioning as a financial organization. Performance of Indonesian banking in midst 1997 faced 1997 a large rupiah depression and many of them were liquidated. Therefore, bank management in carrying out its business is needed to secure balances in liquidity maintenance with achieving an order remunerativeness and fulfillment of modal needs suitable with its investments. The assessment was performed in order to improve performance of banking in management, stockholder, and governmental sectors. This research use regretion statistic by pooled data.
According to research results in 17 banks with base years of 1997-2001, it could be
concluded that CAMEL in 1997-2000 had significant influences toward ROA in 1998-2001.
CAMEL in 1997 had significant influences toward ROA in 1998. CAMEL in 1999 had significant influences toward ROA in 2000. CAMEL in 2000 had significant influences toward ROA in 2001.
Key words : CAMEL, ROA

ABSTRAK
Keadaan perbankan Indonesia yang dikenal kuat dan tangguh sebelum terjadinya krisis moneter ternyata memiliki dasar/pondasi yang lemah. Guncangan terhadap sistem di Indonesia mengakibatkan banyak bank mengalami kesulitan likuiditas sehingga harus menutup usahanya/pailit. Kestabilan lembaga perbankan sangat dibutuhkan dalam lembaga
perekonomian. Kestabilan ini tidak saja dilihat dari jumlah uang yang beredar namun juga
dilihat dari jumlah bank yang ada sebagai perangkat penyelenggaraan keuangan. Kinerja perbankan Indonesia pada pertengahan 1977 mengalami depresi rupiah yang sangat tajam,
banyak bank yang dilikuidasi. Oleh karena itu diperlukan pengelolaan bank dalam melakukan usahanya untuk menjaga keseimbangan pemeliharaan likuiditas yang dengan pencapaian rentabilitas yang wajar serta pemenuhan kebutuhan modal bank yang memadai sesuai dengan jenis penanamannya. Penilaian ini dilakukan untuk meningkatkan kinerja dunia perbankan baik dalam sektor manajemen, pemegang saham, maupun pemerintah. Penelitian ini menggunakan alat statistik regresi.
Berdasarkan hasil penelitian pada 17 bank dengan tahun dasar 1997-2001 maka diperoleh kesimpulan bahwa: CAMEL pada tahun 1996-2000 berpengaruh signifikan terhadap ROA tahun 1998-2001. CAMEL pada tahun 1997 tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA tahun 1998. CAMEL pada tahun 1999 berpengaruh signifikan terhadap ROA tahun 2000. CAMEL pada tahun 2000 berpengaruh signifikan terhadap ROA tahun 2001.
Kata kunci: CAMEL, ROA
download jurnal
Read more >>

| 0 comments ]

Arlina Nurbaity Lubis
Program Studi Ilmu Manajemen
Fakultas Ekonomi
Universitas Sumatera Utara


BAB I
PENDAHULUAN

A. ALASAN PEMILIHAN JUDUL
Sebagaimana kita ketahui bahwa produk ataupun jasa yang dihasilkan oleh perusahaan tidak mungkin dapat mencari sendiri pembeli ataupun peminatnya. 0leh karena itu, produsen dalam kegiatan pemasaran produk atau jasanya harus membutuhkan konsumen mengenai produk atau jasa yang dihasilkannya. Salah satu cara yang digunakan produsen dalam bidang pemasaran untuk tujuan meningkatkan hasil produk yaitu melalui kegiatan
promosi. Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa promosi adalah salah satu faktor yang diperlukan bagi keberhasilan dan strategi pemasaran yang diterapkan suatu perusahaan terutama pada saat ini ketika era informasi berkembang pesat, maka promosi merupakan salah satu senjata ampuh bagi perusahaan dalam mengembangkan dan mempertahankan usaha. Suatu produk tidak akan dibeli bahkan dikenal apabila konsumen tidak mengetahui kegunaannya, keunggulannya, dimana produk dapat diperoJeh dan berapa harganya. Untuk itulah konsumen yang menjadi sasaran produk atau jasa perusahaan perlu diberikan informasi yang jelas. Maka peranan promosi berguna untuk:
- Memperkenalkan produk atau jasa serta mutunya kepada masyarakat.
- Memberitahukan kegunaan dari barang atau jasa tersebut kepada masyarakat serta cara penggunaanya.
- Memperkenalkan barang atau jasa baru
Oleh karenanya adalah menjadi keharusan bagi perusahaan untuk melaksanakan promosi dengan strategi yang tepat agar dapat memenuhi sasaran yang efektif. Promosi yang dilakukan harus sesuai dengan keadaan perusahaan.
Dimana harus diperhitungkan jumlah dana yang tersedia dengan besarnya manfaat yang diperoleh kegiatan promosi yang dijalankun perusahaan.

Sebagaimana diketahui bahwa keadaan dunia usaha bersifat dinamis, yang selalu mengalami perubahan yang terjadi setiap saat dan adanya keterkaitan antara satu dengan yang lainnya. Oleh karena itu strategi pemasaran mempunyai peranan yang sangat penting untuk keberhasilan perusahaan umumnya dan pada bidang pemasaran khususnya. Disamping itu strategi pemasaran yang diterapkan harus ditinjau dan dikembangkan sesuai dengan perkembangan pasar dan lingkungan pasar tersebut. Dengan demikian strategi pemasaran harus dapat memberikan gambaran yang jelas dan terarah tentang apa yang dilakukan perusahaan dalam menggunakan setiap kesempatan atau paduan pada beberapa sasaran pasar. Melihat pentingnya strategi pemasaran terhadap peningkatan volume penjualan perusahaan, maka penulis tertarik untuk lebih memperjelas lagi topik tersebut dalam penulisan karya ilmiah ini.
download jurnal
Read more >>

| 0 comments ]

Dewi Urip Wahyuni
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Fatahillah Surabaya

ABSTRACT
The purpose of this research is to find out and to analysis the effect of motivation, perception and consumer’s attitude through purchasing decision. The object of this research is “HONDA” a motorcycle’s brand’s users and buyers around west Surabaya. Based on the result of this research is known that motivation, perception and customer’s attitude influence Honda purchasing with positively and significantly through purchasing decision Honda a motorcycle brand. The benefit of this research is used as a source of information for increasing sales volume amount through consumer’s behavior.
Keywords: motivation, perception, consumer’s attitude and purchasing decision

ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh motivasi, persepsi dan sikap konsumen terhadap keputusan pembelian. Satuan unit/obyek analisis penelitian ini adalah konsumen atau pembeli dan pengguna sepeda motor merek Honda di Kawasan Surabaya Barat. Dari hasil penelitian diketahui bahwa motivasi, persepsi, sikap konsumen berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian sepeda motor merek Honda. Manfaat penelitian ini dapat dipakai sebagai informasi dalam usaha untuk meningkatkan volume penjualan melalui perilaku konsumen.
Kata kunci: motivasi, persepsi, sikap konsumen dan keputusan pembelian.

PENDAHULUAN
Perkembangan usaha dewasa ini telah diwarnai dengan berbagai macam persaingan di segala bidang. Melihat kondisi tersebut menyebabkan pebisnis semakin dituntut untuk mempunyai strategi yang tepat dalam memenuhi target volume penjualan. Mengingat perkembangan teknologi yang makin dinamis, manusia dituntut dengan cepat dan tepat untuk bertindakagar tidak kalah bersaing. Menurut Kotler (2002:34), dalam meningkatkan persaingan masing-masing perusahaan harus dapat memenangkan persaingan tersebut dengan menampilkan produk yang terbaik dan dapat memenuhi selera konsumen yang selalu berkembang dan berubah-ubah. Seiring dengan perkembangan jaman dan semakin meningkatnya kebutuhan alat transpotasi membawa angin segar bagi perusahaan otomotif terutama di bidang sepeda motor, yang mana sangat dibutuhkan oleh banyak orang selain harganya terjangkau dan mudah perawatannya. Saat ini banyak sekali bermunculan merek sepeda motor dengan berbagai model, desain, memberikan kualitas yang bagus dan harga yang cukup bersaing. Bagi perusahaan yang bergerak di bidang otomotif hal ini merupakan suatu peluang untuk menguasai pangsa pasar. Salah satu merek yang digemari oleh sebagian masyarakat sejak dahulu adalah merek Honda. Untuk menghadapi persaingan tersebut produk Honda selalu menciptakan penemuan-penemuan baru yang mana
disesuaikan dengan perkembangan jaman dan keinginan dari masyarakat agar produknya tetap laku. Produk yang ditawarkan oleh perusahaan dapat menjadi salah satu pembentukan motivasi, persepsi dan sikap konsumen dalam melakukan pengambilan keputusan pembelian. Disamping itu kemudahan untuk mendapatkan alat transpotasi jenis sepeda motor saat ini sangat mudah karena program pemberian kredit bisa dilakukan dengan uang muka yang terjangkau oleh semua lapisan masyarakat. Perilaku konsumen dipengaruhi olek faktor usia, jenis kelamin, pekerjaan dan pendapatan. Berdasarkan semakin tingginya kebutuhan masyarakat terhadap alat transportasi pribadi berupa sepeda motor dan meningkatnya persaingan untuk merebut konsumen maka
penulis tertarik untuk meneliti “Pengaruh Motivasi, Persepsi, dan Sikap Konsumen terhadap Keputusan Pembelian Sepeda Motor Merek “HONDA” di Kawasan Surabaya Barat.” Berdasarkan latar belakang yang ada, penulis membuat rumusan masalah sebagai berikut: apakah ada pengaruh motivasi, persepsi dan sikap konsumen terhadap keputusan pembelian sepeda motor Merek “HONDA” di Kawasan Surabaya Barat.? Sedangkan tujuan penelitian yang diharapkan oleh peneliti adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh motivasi, persepsi dan sikap konsumen terhadap keputusan pembelian sepeda motor Merek “HONDA” di Kawasan Surabaya Barat.
download jurnal
Read more >>

| 0 comments ]

ABSTRACT
Objective of this article is to describe a conceptual framework that shows the relationship of variables of leadership, culture, strategy, and performance. The article presented some theoretical concepts of Organizational Behavior, Organizational Culture, Leadership, and Strategic Management. Finally, some possible research objective observing the relationship of variables of leadership, culture, strategy, and performance are highly expected to develop the objective of the study.
Keywords: leadership, culture, strategy, performance.


ABSTRAK
Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk menjelaskan suatu kerangka kerja konseptual yang menggambarkan hubungan variabel-variabel kepemimpinan, budaya, strategi, dan kinerja. Artikel ini mempresentasikan beberapa konsep teori dari Perilaku Organisasi, Budaya Organisasi, Kepemimpinan, dan Manajemen Strategik. Akhirnya beberapa tujuan penelitian yang mengamati tentang hubungan variabel-variabel kepemimpinan, budaya, strategi, dan kinerja sangatlah diharapkan untuk mengembangkan tujuan penelitian.
Kata kunci: kepemimpinan, budaya, strategi, kinerja.
download jurnal

Read more >>

| 0 comments ]

THE TOTAL QUALITY MANAGEMENT AS A NEW MANAGEMENT FRAMEWORK FOR OPTIMAZATION

Ketut Suardhika Natha
Jurusan Ilmu Ekonomi
Fakultas Ekonomi, Universitas Udayana, Denpasar


ABSTRACT
The problem of optimization is not a simple task. Reaching the highest objective of the company which is optimum result or optimum profit, the company will bring all of its force including human resource and others, to battle in the war of business. Scientific calculationformulated the value that will be reached by the company is equal to value = total revenue – total cost. By the following days, in a real life, to reach optimum result, company will conduct certain strategies which are not only prizing and product strategy, but involving all divisions of the company. The Total Quality Management is the answer to reach the goal. Total Quality Management requires the strength of each company divisions, human resources and other resources working together under one vision. The result will be a good working life, a better product and satisfied costumers.
Key words: Total Quality Management, optimalization


ABSTRAK
Permasalahan optimalisasi bukanlah perkara yang mudah. Untuk meraih suatu peraihan yang optimal, perusahaan berusaha sekuat tenaga dengan memberdayakan sumber daya yang dimiliki. Secara matematis, nilai yang ingin diraih secara optimum oleh perusahaan, dirumuskan dengan nilai = total revenue – total cost. Secara nyata, pencapaian nilai yang optimal melibatkan berbagai macam strategi, yang tidak semata mata mengandalkan produk dan harga yang bernaung di bawah departemen pemasaran perusahaan, tetapi keseluruhan elemen dari perusahaan tersebut. Pendekatan Total Quality Management adalah salah satu upaya untuk meraih nilai yang optimal dengan melibatkan keseluruhan unsur perusahaan, di bawah satu visi bersama. Proses kerja yang lebih efektif dan efisien, diikuti oleh sumber daya manusia yang berkompeten dengan loyalitas dan daya juang yang tinggi, akan menghasilkan peningkatan kinerja yang berujung pada kepuasan konsumen.
Kata kunci: Total Quality Management, optimisasi
download jurnal
Read more >>

| 0 comments ]

I G A N BUDIASIH
Jurusan Akuntansi
Fakultas Ekonomi, Universitas Udayana

ABSTRACT
This research studies factors influencing the practices of income smoothing in manufacturing and financial firms listed on the Indonesian Stock Exchange during 2002-2006. Eckel Index is used to measure the income smoothing, while companies sizes are measured by total assets. Profitability is measured by ratio of before tax net profit to total assets, financial leverage is measured by debt to total assets ratio, and dividend pay out ratio by comparing dividend per share with earnings per share. Research population includes all manufacturing and financial firms listed on the
Indonesian Stock Exchange from 2002 to 2006. Sample consists of 84 firms. Data are analyzed using multiple linear regressions with results that company size, profitability, and dividend pay out ratio have positive and significant impact on income smoothing practices.
Financial leverage is the only factor that does not affect income smoothing practices.
Keywords: company size, profitability, financial leverage, dividend pay out ratio, income smoothing

PENDAHULUAN
Laporan keuangan merupakan sarana utama untuk memperoleh informasi keuangan yang dikomunikasikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan dalam mengambil keputusan
ekonomi. Salah satu informasi yang sangat penting untuk pengambilan keputusan adalah laba. Pentingnya informasi laba ini disadari oleh manajemen sehingga manajemen cenderung melakukan disfunctional behaviour (perilaku tidak semestinya).
Disfunctional behaviour tersebut dipengaruhi oleh adanya asimetri informasi dalam konsep teori keagenan. Konflik keagenan akan muncul apabila tiap-tiap pihak, baik principal maupun agent mempunyai perbedaan kepentingan dan ingin memperjuangkan
kepentingan masing-masing.
Praktik perataan laba merupakan fenomena yang umum terjadi sebagai usaha manajemen untuk mengurangi fluktuasi laba yang dilaporkan (Nasir dkk., 2002). Tindakan perataan laba adalah suatu sarana yang dapat digunakan manajemen untuk mengurangi fluktuasi pelaporan penghasilan dan memanipulasi variabel-variabel akuntansi atau dengan melakukan transaksitransaksi riil.
Tindakan ini menyebabkan pengungkapan informasi mengenai penghasilan laba menjadi menyesatkan. Oleh karena itu, akan mengakibatkan terjadinya kesalahan dalam pengambilan
keputusan oleh pihak-pihak yang berkepentingan dengan perusahaan, khususnya pihak eksternal (Jatiningrum, 2000).
download jurnal
Read more >>

| 0 comments ]

NI WAYAN YUNIASIH
MADE GEDE WIRAKUSUMA
Jurusan Akuntansi
Fakultas Ekonomi, Universitas Udayana

ABSTRACT
Researches on the influence of financial performance on corporate value have been widely conducted, however results inconsistency occurred. Financial performance, which in this case is assessed by Return on Assets (ROA), have a positive effect on corporate value, however there are also some findings that ROA have a negative effect. Researchers predicted that there are other influencing factors. This condition drives researchers to use corporate social responsibility (CSR) and good corporate governance (GCG) as moderating variables. This research aims to test the influence of financial performance on corporate value by
considering the two moderating variables.
This research uses 27 manufacturing firms listed on the Jakarta Stock Exchange during 2005 - 2006 as samples with 54 observation Hypothesis is tested using moderated regression analysis to find out the interactive influence of the moderating variables. The corporate value measured using Tobin's Q, while disclosure of CSR and GCG are measured with CSR Index and managerial ownerships, respectively..
Results indicate that (1) ROA has a positive effect on corporate value, (2) the disclosure of CSR is able to moderate relation of ROA and corporate value, but managerial ownerships are unable to moderate the link. This is possible because managerial ownerships in Indonesia is still very small and companies tend to be family-owned.
Keywords: financial performance, corporate value, CSR disclosure, good corporate governance


PENDAHULUAN
Penelitian mengenai faktor-faktor yang berpengaruh terhadap nilai perusahaan telah dilakukan. Penelitian menemukan bahwa struktur risiko keuangan dan perataan laba berpengaruh terhadap nilai perusahaan (Suranta dan Pratana, 2004; Maryatini, 2006). Invesment opportunity set dan leverage berpengaruh terhadap nilai perusahaan (Andri dan Hanung, 2007). Penelitian mengenai pengaruh kinerja keuangan dalam hal ini return on asset (ROA) terhadap nilai perusahaan menunjukkan hasil yang tidak konsisten.
Modigliani dan Miller dalam Ulupui (2007) menyatakan bahwa nilai perusahaan ditentukan oleh earnings power dari aset perusahaan. Hasil positif menunjukkan bahwa semakin tinggi earnings power semakin efisien perputaran aset dan atau semakin tinggi profit margin yang diperoleh perusahaan. Hal ini berdampak pada peningkatan nilai perusahaan. Penelitian yang dilakukan oleh Ulupui (2007) menemukan hasil bahwa ROA berpengaruh
positif signifikan terhadap return saham satu periode ke depan. Oleh karena itu, ROA merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Makaryawati (2002), Carlson dan Bathala (1997) dalam Suranta dan Pratana (2004) juga menemukan bahwa ROA berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Namun, hasil yang berbeda diperoleh oleh Suranta dan Pratana (2004) serta Kaaro (2002) dalam Suranta dan Pratana (2004) dalam penelitiannya menemukan bahwa ROA justru berpengaruh negatif terhadap
nilai perusahaan. Hal ini menunjukkan adanya faktor lain yang turut mempengaruhi hubungan ROA dengan nilai perusahaan. Oleh karena itu, peneliti memasukkan pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) dan Good Corporate Governance (GCG) sebagai variabel moderasi yang diduga ikut memperkuat atau memperlemah pengaruh tersebut.
Beberapa tahun terakhir banyak perusahaan semakin menyadari pentingnya menerapkan program Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai bagian dari strategi bisnisnya. Penelitian Basamalah dan Jermias (2005) menunjukkan bahwa salah satu alasan manajemen melakukan pelaporan sosial adalah untuk alasan strategis. Meskipun belum bersifat mandatory, tetapi dapat dikatakan bahwa hampir semua perusahaan yang terdaftar di
Bursa Efek Jakarta sudah mengungkapkan informasi mengenai CSR dalam laporan tahunannya.
Dari perspektif ekonomi, perusahaan akan mengungkapkan suatu informasi jika informasi tersebut dapat meningkatkan nilai perusahaan (Verecchia, 1983 dalam Basamalah dan Jermias, 2005). Perusahaan akan memperoleh legitimasi sosial dan memaksimalkan kekuatan keuangannya dalam jangka panjang melalui penerapan CSR (Kiroyan, 2006).
Selain pengungkapan CSR peneliti juga menggunakan good corporate governance sebagai variabel pemoderasi. Pengelolaan perusahaan juga mempengaruhi nilai perusahaan. Masalah corporate governace muncul karena terjadinya pemisahan antara kepemilikan dan pengendalian perusahaan.
Pemisahan ini didasarkan pada agency theory yang dalam hal ini manajemen cenderung akan meningkatkan keuntungan pribadinya daripada tujuan perusahaan. Selain memiliki kinerja keuangan yang baik perusahaan juga diharapkan memiliki tata kelola yang baik. Dalam penelitian ini indikator mekanisme corporate governance yang digunakan adalah kepemilikan manajerial. Dalam penelitian ini semakin tinggi kepemilikan manajerial diharapkan pihak manajemen akan berusaha semaksimal mungkin untuk kepentingan para pemegang saham. Hal ini disebabkan oleh pihak manajemen juga akan memperoleh keuntungan bila perusahaan memperoleh laba.
download jurnal
Read more >>

| 0 comments ]

AULIA ISHAK
Jurusan Teknik Industri
Fakultas Teknik
Universitas Sumatera Utara

Pendahuluan
Sebagai sesama makhluk hidup di dunia yang perduli akan orang lain akan mempertimbangkan teknik keselamatan yang lebih baik di dalam dunia usaha. Seorang pekerja yang kehilangan lengan, kaki atau bahagian lain pada tubuhnya dalam kecelakaan dibidang industri tidak hanya dihadapkan pada penderitaan dan kekurangan yang sementara saja, tetapi harus juga mengantisipasi pengeluaranserta trauma dengan kekurangannya kemampuan dan pendapatan selama hidupnya.
Kecelakaan di bidang industri termasuk untuk biaya kesehatan, biaya kompensasi, tunjangan korban, dan semua biaya tersebut dibayar oleh asuransi bagi yang telah membayar premium asuransi. Bagaimanapun juga biaya langsung kecelakaan jika di bandingkan seperti luncuran es di atas air, karena biaya tersebut merupakan gambaran pengeluaran yang besar. Pemerintah mengestimasi biaya tidak langsung kecelakaan di bidang industri 3 - 5 kali lipat dari biaya langsung. Studi kasus menunjukkan pabrik yang aman adalah pabrik yang efisien, apalagi untuk pabrik yang luas dan besar, aman dari produktivitas. Pekerja pada pabrik yang aman dapat meningkatkan pengembangan kuantitas dan kualitas dan berhenti memikirkan kekurangan kesejahteraan yang akan diterima. Bagian manajemen akan menyadari keselamatan pekerja pada saat bekerja
sangat penting untuk dikemukakan. Ditandai dengan banyaknya biaya tidak langsung yang baru dibahas dari hasil kecelakaan. Hasil efisiensi dari pergantian sementara dan turunnya efektivitas dari pekerja yang menjadi korban kecelakaan tidak tergantung pada dimana atau kapan penderitaan yang dialaminya. Walaupun pekerja tidak di gaji karena absen disebabkan sakit, ketidakhadiran pekerja dapat menyebabkan berkurangnya pendapatan perusahaan.

download jurnal
Read more >>

| 0 comments ]

I Nyoman Rindra Hanjaswara

ABSTRACT
Export is represent of existing from international economics. The crafting is one of the main commodities export in Province of Bali. The center Industry which is rounded by flatten the totality regency exist in Bali and also raw material from crafting which majority got from plantation product in Bali, causing crafting become potential to be developed. The growth number of crafting ekpor of Bali in 1992-2005 tending to experience of the fluctuation with the growth equal to 36,1 graduity each year. Therefore this research analyze the variable which influencing the crafting number export in Province Bali like rate of interest credit,
American dollar rate and inflation in range of time 1992-2005. this Research target is to analyse the influence of rate of interest credit, American dollar rate and inflation to the crafting export in Bali, partial and simultaneous. The analyze in this research is using F test and t test by using SPSS program.
Result of data analysis show, that simultaneously rate of interest credit, American dollar rate and inflation have an effect on the significant to the export in Province of Bali period Bali 1992-2005. By parsial, rate of interest of credit and inflation are not have an effect on the significant to volume export, while American dollar rate have an effect on positive and significant to volume of [crafting/ diligence] of matting of period Bali 1992-2005
Keywords : Eksport, interest, inflation

Persamaan Pengaruh Suku Bunga Kredit, Kurs Dollar Amerika dan Inflasi terhadap Ekspor Kerajinan Menggunakan program SPSS, hasil olahan data diperoleh sebagai berikut :
Persamaan garis linear bergandanya menjadi :
Y = -232.569,5 + 112.963,816 X1 + 201,125 X2 – 13.337,452X3
Melalui pemograman yang sama diperoleh hasil Pengujian Ekonometrika ketiga variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu Suku Bunga Kredit, Kurs Dollar Amerika dan Inflasi memiliki nilai VIF di bawah 10 dan tolerance di atas 0,10. Ini berarti tidak terjadi multikolinearitas antara jumlah produksi, harga komoditi dan kurs dollar Amerika. Selanjutnya, dari hasil perhitungan diperoleh, bahwa 4-du (1,97) <> F tabel 3,71, maka Ho ditolak. Ini berarti bahwa suku bunga kredit, kurs Dollar Amerika dan inflasi scara serempak berpengaruh signifikan terhadap volume ekspor kerajinan anyaman Provinsi Bali.
download jurnal
Read more >>

| 0 comments ]

AN ANALYSIS SOME FACTORS THAT EFFECT EMPLOYMENT PARTICIPATION
(A Theoritical Analysis)

Anak Agung Sagung Kartika Dewi
Jurusan Manajemen
Fakultas Ekonomi, Universitas Udayana, Denpasar


ABSTRACT
Various development results are frequently as something brand new, an innovation is something weird and unknown formerly or misunderstanding about its benefit; that’s why to prevent those happened, the participation of the community or member is highly required. There are many evidence indicate that the participation is succeed to be applied in many job sectors; the employment in the company can also be participated in making decision technically, operationally, and strategically.
When the employment in an organization does not have high participation in their jobs, so then surely this organization will be stagnated to keep its life continuously. On contrary, as the members can show their high participation, they will be tended to show their loyality; this will remain them as organization member. On the other hand, the participation can give benefit to employment and organization; the employment is also being advantaged by wide relationship happened with another employment, such as: increasing their experiences, leadership, and responsibility’s behavior with the process of “learning by doing”.
Therefore, the participation is important to be applied in every organization, and also
necessary to pay attention on the understanding toward factors that influence it, such as: biography characteristic, personality, perception, value and behavior, motivation, learning process, and employment ability. As the participation will be created 2 ways-communications; it is where the information flows from top to lower and from lower to the top position. Because of employment participation, there will be mutual relationship between employment and organization that are able to be strengthening and giving advantage for organization and employment.
Key words : loyalty, participation, and employment

ABSTRAK
Berbagai hasil pembangunan tidak jarang merupakan sesuatu yang baru, suatu inovasi, sesuatu yang aneh dan sebelumnya tidak diketahui atau tidak dipahami manfaatnya. Untuk
menghindari hal tersebut sangat diperlukan peran serta atau partisipasi masyarakat atau anggota. Banyak sekali bukti yang menunjukkan bahwa partisipasi berhasil diterapkan dalam berbagai jenis pekerjaan. Artinya para karyawan dalam perusahaan dapat dilibatkan dalam pengambilan keputusan teknis, operasional, dan strategis.
Jika karyawan dalam sebuah organisasi tidak memiliki partisipasi yang tinggi dalam pekerjaannya, niscaya organisasi akan tersendat-sendat dalam menjaga kelangsungan hidupnya. Semakin aktif/tinggi partisipasi anggota semakin tinggi kecenderungan mereka menunjukkan loyalitas. Hal ini akan mengakibatkan para anggota tetap setia tinggal sebagai anggota organisasi. Ringkasnya, partisipasi menguntungkan karyawan dan organisasi. Karyawan diuntungkan dari hubungan-hubungan yang lebih luas dengan karyawan yang lain, seperti dapat meningkatkan pengalaman, kepemimpinan, dan pertanggungjawaban melalui proses learning by doing. Sehubungan dengan itu, partisipasi penting diterapkan pada setiap organisasi. Di samping itu, pemahaman terhadap faktor-faktor yang mempengaruhinya seperti karakteristik riwayat hidup, kepribadian, persepsi, nilai dan sikap, motivasi, proses belajar, dan kemampuan karyawan perlu diperhatikan. Hal itu penting karena melalui partisipasi tercipta komunikasi dua arah, yaitu informasi mengalir dari atas ke bawah dan dari bawah ke atas. Karena partisipasi karyawan, di situ terjadi hubungan timbal balik antara karyawan dan organisasi yang memperkuat dan menguntungkan organisasi dan karyawan.
Kata kunci : loyalitas, partisipasi, dan karyawan
download jurnal
Read more >>

| 0 comments ]

Didin Mukodim
Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma

Abstrak
Dalam bauran pemasaran dikenal dengan produk, harga, promosi dan distribusi yang tujuannya untuk meningkatkan penjualan. promosi adalah kegiatan yang sangat penting bagi perusahaan untuk memperkenalkan produknya kepada konsumen, sedangkan distribusi merupakan proses pendistribusian produk dan jasa yang sesuai dan terorganisir sehingga terjadi keefektifan penjualan. Penelitian ini bertujuaan untuk menelaah dan menganalisis pengaruh biaya promosi dan biaya distribusi terhadap penjualan tiap tahunnya di PT. Indofood sukses makmur, tbk periode 1999 - 2006. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dimana data diperoleh melalui situs internet dan diolah menggunakan SPSS versi 10. Hasil menunjukan bahwa biaya promosi dan dan biaya distribusi sangat berpengaruh terhadap penjualan. hal ini terlihat dari nilai koefisien determinasi sebesar 0,95 untuk biaya promosi dan 0,844 untuk biaya distribusi. untuk t-hitung, biaya promosi sebesar 2.909 dan biaya distribusi sebesar 0.222 berarti biaya promosi lebih berpengaruh terhadap penjualan bila dibandingkan dengan biaya distribusi. Hal yang sama juga melalui uji F.
Kata Kunci : Biaya Promosi, Distribusi dan Penjualan.

download jurnal
Read more >>

| 0 comments ]

COMPANY ORIENTATION ANALYSIS AND THE STRATEGY OF MARKETING MIX OF EXPORTER IN BALI
(Case Study at CV “Garuda Bali”)

I Gusti Ngurah Jaya Agung Widagda K.
Jurusan Manajemen
Fakultas Ekonomi, Universitas Udayana, Denpasar

ABSTRACT
The disaster happened in Indonesia in general and in Bali especially had caused messand disorder economic and global economic fluctuation recently caused every company had to
face an “uncertainty” situation. All efforts and ways had been taken by companies to anticipate such symptom; but some companies were able to overcome, some failed.
Company orientation is very important to give direction to the companies where to step. CV Garuda Bali only follow the concept of which orientation is only to the customers, but marketing mix with variables including segmentation strategy, targeting, positioning and
marketing mix strategy. In general we can say that the companies have applied segmentation and targeting well while company positioning has not been realized because the products produced have no trade mark yet. For marketing mix strategy has applied successfully, even though the strategies have not been explained in detail.
Key words : company orientation, marketing strategy, marketing mix

ABSTRAK
Kejadian yang menimpa Indonesia umumnya dan Bali khususnya sangat memporakporandakan sendi perekonomian ditambah dengan fluktuasi ekonomi global
mengakibatkan setiap perusahaan menghadapi situasi “uncertainty”. Segala macam cara telah ditempuh oleh perusahaan untuk menyikapi gejala tersebut, tetapi ada perusahaan yang mampu mengatasi ada yang tidak.
Orientasi perusahaan sangat penting dalam memberikan arah pada perusahaan ke mana akan melangkah. CV Garuda Bali telah mengikuti konsep yang orientasinya hanya pada konsumen, sedangkan strategi pemasaran dengan variabel meliputi strategi segmentasi,
targeting, positioning, dan bauran pemasaran. Secara umum dapat dikatakan bahwa CV Garuda Bali telah menerapkan segmentasi dan targeting dengan baik, sedangkan positioning belum terealisasi. Hal ini disebabkan oleh produk yang dihasilkan belum menggunakan merek. Untuk strategi bauran pemasaran telah diterapkan dengan berhasil walaupun tidak secara spesifik strategi-strategi tersebut dijabarkan.
Kata kunci: orientasi perusahaan, strategi pemasaran, bauran pemasaran

download jurnal
Read more >>

| 0 comments ]

Analisis Pengaruh Rasio Likuiditas, Leverage, Aktivitas, Dan Profitabilitas Terhadap Return Saham
(Studi Pada Perusahaan Makanan Dan Minuman Dengan Kategori Industri Barang Konsumsi Di Bej)

I G. K. A. ULUPUI
Jurusan Akuntansi
Fakultas Ekonomi, Universitas Udayana

ABSTRACT
The purpose of this study is to empirically study the effect of accounting variables—liquidity ratio, leverage, activity ratio, and profitability ratio—on stock returns of the food and beverage firms registered between 1999--2005 on Jakarta Stock Exchange (JSX). The data is sampled using purposive sample judgment method. From 21 firms registered on JSX only 13 are used as samples for this study. The firms included are Asia Inti Sarana, Ades Alfindo Putra Setia, Aqua Golden Mississipi, Davomas Abadi, Mayora Indah, Indofood Sukses Makmur, Ultra Jaya Milk, Sinar Mas Agro Resources and Technology, Sari Husada , Cahaya Kalbar, Delta Djakarta, Fast Food Indonesia and Tunas Baru Lampung. The result of this study using multiple regression finds that only two variables (return on asset and current ratio) that significantly affect the following year stock return with level of significance 5 percent.
Keywords: financial statements, financial ratio, stock return

download jurnal
Read more >>

| 2 comments ]

I G.A.M. ASRI DWIJA PUTRI
Jurusan Akuntansi
Fakultas Ekonomi, Universitas Udayana

ABSTRACT
This article discusses behavioral accounting related to area of management accounting. The discussion begins with behavioral accounting and its development, management accounting, behavioral accounting research in management accounting, followed by an explanation of some management accounting techniques, including budgeting, balanced scorecard, just in time, and total quality management. The final part is about the implication of accounting
behavioral research on management accounting.
Keywords: behavioral accounting, management accounting, budgeting, balanced scorecard, just in time, total quality management

Riset akuntansi keperilakuan (behavioral accounting riset/BAR) adalah bidang riset yang sedang berkembang. Riset akuntansi keperilakuan dalam bidang akuntansi manajemen seperti budgeting penelitian ini diawali oleh Argyris (1952) yang melakukan sebuah
studi lapangan tentang proses anggaran. Dalam perkembangan sekarang riset akuntansi keperilakuan dalam bidang akuntansi manajemen sudah berkembang pada penelitian dan pengujian terhadap konsep-konsep baru dalam akuntansi manajemen.

download jurnal
Read more >>

| 0 comments ]

I MADE SURADNYA
Sekolah Tinggi Pariwisata Bali

ABSTRACT
This policy research focuses on exploring the factors that attract foreign tourists to visit Bali and to discuss its implications on planning of Bali as a tourism destination. At the moment the tourism development planning is mainly based on the supply side, that is the resources available in the region. However, due to the increase of competition and the demanding tourists more comprehensive planning base involving the demand side, i.e. expectations of the visitors are becoming of equally important for the success of the tourism planning itself.
A survey was conducted and 505 visitors from the main tourist generating countries who visited Bali during peak and low season visit in 2005 participated the survey. The respondent were randomly selected when they were at the waiting room at the Ngurah Rai Airport before leaving the country. The factor analysis successfully explored 8 factors that attract foreign visitors to visit Bali, e.i. (1) Reasonable price of tourism products, (2) Cultural attractions, (3) Beach attractions, (4) Convenience traveling, (5) Relaxing environment, (6) Image of Bali as a tourist destination, (7) Natural beauty, and (8) Hospitality of local people.
Based on the research findings, it is strongly recommended that in developing Bali as a world class tourist destination, the tourism planner should consider those factors in the planning process in order to better serve the more demanding tourists and the increase of competition among tourist destinations.
Keywords : Factors, Attraction, Tourists, Visitingi


ABSTRAK
Penelitian kebijakan ini bertujuan untuk mengidentifikasikan faktor-faktor yang menjadi daya tarik bagi wisatawan mancanegara mengunjungi daerah tujuan wisata Bali dan membahas implikasi faktor-faktor dimaksud terhadap perencanaan pariwisata Bali.
Selama ini perencanaan pariwisata lebih berorientasi kepada sisi pasokan (supply side) yakni lebih banyak berorientasi kepada sumberdaya yang ada di daerah. Dengan semakin meningkatnya persaingan dan tuntutan dari para wisatawan (more demanding tourists), diperlukan pendekatan perencanaan yang lebih komprehensif dengan mempertimbangkan
ekspektasi wisatawan yang berkunjung ke Bali atau sisi permintaannya (demand side).
Penelitian ini didisain dengan menggunakan rancangan penelitian survai (survey) yang melibatkan 505 orang responden yang berasal dari negara-negara sumber utama wisatawan. Para wisatawan tersebut dipilih secara acak ketika mereka sedang berada di
ruang tunggu keberangkatan di Bandara Ngurah Rai Bali setelah melakukan kunjungan di
Bali selama musim ramai dan musim sepi kunjungan tahun 2005. Dengan menggunakan
teknik analisis faktor (factor analysis) berhasil diidentifikasikan 8 faktor daya tarik bagi
wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Bali, yakni : (1) Harga-harga produk wisata yang wajar, (2) Budaya dalam berbagai bentuk manifestasinya, (3) Pantai dengan segala
daya tariknya, (4) Kenyamanan berwisata, (5) Kesempatan luas untuk relaksasi, (6) Citra
(image) atau nama besar Bali, (7) Keindahan alam, (8) Keramahan penduduk setempat.
Berdasarkan atas temuan penelitian tersebut disarankan agar dalam perencanaan pengembangan Bali sebagai salah satu daerah tujuan wisata dunia, kedelapan faktor daya
tarik tersebut dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan. Dengan demikian, diharapkan
rencana pengembangan yang disusun dapat merespons lebih efektif peningkatan tuntutan
wisatawan dan persaingan di antara berbagai daerah tujuan wisata.
Kata kunci : faktor-faktor daya tarik wisata, perencanaan pariwisata Bali.

download jurnal
Read more >>

| 0 comments ]

EKA ARDHANI SISDYANI
Jurusan Akuntansi
Fakultas Ekonomi Universitas Udayana

Abstract
Balanced scorecard has been widely recognized as a tool of comprehensive performance measurement both for small and large organizations. However, when the method is employed to compare performance of two or more business units, evaluator might encounter with common-measures bias. This bias would emerge when evaluator only pay attention to common measures existed in the units being evaluated, and ignore the unique measures belong to each individual unit. This condition would mislead evaluator to reach inaccurate conclusion regarding the achievement of the units, and consequently could end up with incorrect decision, such as compensation policy. Such a bias can be reduced by employing a technique that has been empirically studied by Roberts, Albright, and Hibbets (2004), called disaggregated plus mechanically aggregated. This technique has successfully reduced common-measures bias presented in the absence of a treatment using this technique.
Keywords : balanced scorecard, common-measure bias, performance

download jurnal
Read more >>

| 0 comments ]

ANALISA HUBUNGAN LATAR BELAKANG KARYAWAN DAN PENGARUH KUALITAS LAYANAN INTERNAL TERHADAP KEPUASAN KARYAWAN DI HOTEL X, SURABAYA

Lintje Siehoyono
Dosen Program Manajemen Perhotelan, Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Petra Surabaya

Abstract
This study aims to examine the extent to which the relationship between employee background and the influence of the internal service quality (ISQ) on employee satisfaction in a four star hotel in Surabaya. The results show that there is no significant correlation between employee background (age, education qualification, and length of employment) and employee satisfaction. On the other hand, there is significant influence between internal service quality and employee satisfaction. Team work, employee job fit and technology job fit are the most important measurements of ISQ, which influence the employee satisfaction.
Keywords: hotel, internal service quality, employee satisfaction, employee background.

Abstrak
Tujuan dari penelitian adalah untuk menginvestigasi hubungan antara latar belakang karyawan dan pengaruh kualitas layanan internal terhadap kepuasan karyawan di sebuah hotel bintang 4, Surabaya. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak ada hubungan dan perbedaan yang signifikan antara latar belakang karyawan (umur dan lamanya bekerja), kecuali tingkat pendidikan terhadap kepuasan karyawan. Sebaliknya, ada pengaruh yang signifikan antara kualitas layanan internal dengan kepuasaan karyawan.
Kerjasama, kesesuaian terhadap pekerjaaan dan kesesuaian terhadap teknologi merupakan faktor yang mempengaruhi kepuasaan karyawan secara signifikan.
Kata kunci: hotel, kualitas layanan internal, kepuasan karyawan, latar belakang karyawan.

download jurnal
Read more >>

| 0 comments ]

PUJIONO
Jurusan Akuntansi
Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Surabaya

I KETUT JATI
Jurusan Akuntansi
Fakultas Ekonomi, Universitas Udayana

ABSTRACT
This article discusses about the increasing public sectors audit, particularly pertain to the government sector in Indonesia. The increasing auditing role in public sectors must be balanced with developed governmental accounting. Thus, retrieving public sector auditing
standards can ensure adequate governmental financial administration. SA-APFP 1996 reated
by BPKP need to be revised in part that supposed to be of importance. Financial accountingsystem which be based to the UYHD system must be changed and adapted to public requirements. The last part of the article consists of conclusion and suggestion for retrieval in increasing quality of audit public sector and governmental accounting application in Indonesia.
Keywords: public sectors audit, government, governmental accounting, UYHD system

download jurnal
Read more >>

| 0 comments ]

Analisis Model IT Menggunakan Balanced Scorecard Untuk Pengembangan Sistem Teknologi Informasi

Rahmadi Wijaya, S.Si., MT.
Dosen Luar Biasa
STMIK CIC

Abstract
Information System Technology has been implemented broadly in an organization to achieve the competitive advantage. To support the business and to keep the alignment with business strategy, implementation of information system technology needs strategic plan.
The performance of information system technology can measured by ITBalance Scorecard (IT-BSC) to derived the strategic plan for future improvement which aligned with vision, mission and goals of organizations.
Keywords : Information Technology, IT-Balanced Scorecard


download jurnal
Read more >>

| 0 comments ]

Analisa Kesenjangan Kualitas Pelayanan dan Kepuasan Konsumen Pengunjung Plaza Tunjungan Surabaya

Thomas Stefanus Kaihatu
Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Petra


ABSTRACT
Basically, service can be said as act of serving others to fullfill their needs and wants. Level of
satisfaction achieved from service that can be measured through what the consumer feel after receiving the service, comparing with their expectation of service quality. This study intended to observe the lack of expected and actual service received by consumers of unjungan Plaza Surabaya. Factors to be observed are availability and how easy to find the product, responsibility of quality and pricing, responsibility of product safety, and consumers security.
Keywords: service quality, consumer satisfaction.

ABSTRAK
Pelayanan pada dasarnya dapat dikatakan sebagai suatu tindakan dan perlakuan atau cara melayani orang lain untuk memenuhi apa yang menjadi kebutuhan dan keinginannya. Tingkat kepuasan konsumen atas suatu pelayanan dapat diukur dengan membandingkan antara harapan konsumen terhadap kualitas pelayanan yang diinginkannya dengan kenyataan yang diterimanya atau dirasakannya. Studi ini untuk melihat kesenjangan antara jasa yang diharapakan dengan jasa yang dirasakan oleh pengunjung Plaza Tunjungan Surabaya. Kemudahan dan kelengkapan penyediaan berbagai produk, tanggung jawab atas kualitas dan penetapan harga, serta tanggung jawab atas keamanan barang dan keselamatan pengunjung maupun pembeli merupakan faktor-faktor paling sesuai antara apa yang diharapkan dengan apa yang dirasakan konsumen pengunjung Plaza Tunjungan Surabaya.
Kata kunci: kualitas pelayanan, kepuasan konsumen.

download jurnal
Read more >>

| 0 comments ]

Atribut Produk yang Dipertimbangkan dalam Pembelian Kosmetik dan Pengaruhnya pada Kepuasan Konsumen di Surabaya

Erna Ferrinadewi
Alumni Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Kristen Petra Surabaya
Mahasiswa S3 Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

ABSTRACT
Cosmetique is a unique product since it contain a spesific usage risk to the consumer regardless its social benefit. Consumer tend to consider more in its attribute in order to reduce the risk. The purpose of this study is to determine which attribute are most important perceived by the consumer in choosing cosmetique. The results are used in gap analysis to evaluate customerr satisfaction. We also conducted factor analysis, and use its resutl in simple regresion to find out the effect of each factor to overal satisfaction. As a result, there are three factor which consumer perceived as the most important attributse which are quality, risk, and brand. Quality and Brand factor both influencing overal customer satisfaction in cosmetique consumption greater then Risk factor.
Keywords: product attribute, cosmetique, customer satisfaction.

ABSTRAK
Kosmetik adalah produk yang unik karena mengandung resiko penggunaan bagi konsumen disamping manfaat sosialnya. Konsumen cenderung untuk mempertimbangkan atribut-atribunya dalam rangka mengurangi resiko yang mungkin dihadapinya. Tujuan dari studi ini adalah untuk menentukan attribut produk manakah yang dinilai konsumen menjadi atribut terpenting dalam memilih kosmetik. Kemudian hasilnya digunakan dalam analisis gap untuk mengevaluasi kepuasan konsumen. Studi ini juga menggunakan analisa faktor untuk kemudia dianalisis lebih lanjut dengan regresi sederhana untuk mengetahui pengaruh setiap faktor terhadap kepuasan konsumen. Hasilnya, terdapat 3 faktor atribut yang dinilai penting oleh konsumen dalam pemilihan kosmetik yaitu faktor kualitas, resiko dan merek. Faktor kualitas dan faktor merek berpengaruh lebih besar terhadap kepuasan konsumen kosmetik daripada faktor resiko.
Kata kunci: atribut produk, kosmetik, kepuasan konsumen.

download jurnal
Read more >>

| 0 comments ]

ANALISIS DAMPAK SERVICE PERFORMANCE DAN KEPUASAN SEBAGAI MODERATING VARIABLE TERHADAP LOYALITAS NASABAH
(Studi pada Nasabah Tabungan Bank Mandiri Cabang Surabaya)

Diah Dharmayanti
Staf Pengajar Fakultas Ekonomi, Universitas Kristen Petra, Surabaya

Abstract
The researcher is highly interested in many different opinions among same experts about the influence of service performance and customer satisfaction in establishing customer loyalty. Thus, the aims of the research is to test the influence of service performance in establishing customer loyalty, and to test the influence of interaction of service performance and customer satisfaction in establishing the customer loyalty with customer satisfaction as a moderating variable between service performance and customer loyalty. This research use Moderator Regression Analysis (MRA) technique. This research was conducted in Surabaya with research objects of three service industrie. They are Mandiri Banking in Surabaya. The data of this research from the 300 questionaires distributed, 275 were returned. The result of the research indicates that the interaction between service performance and customer satisfaction being participated in the model of moderator regression equality so the result will explain more of the variance in customer loyalty than the direct influences of either service performance or customer satisfaction.
Keywords: service performance, customer satisfaction, customer loyalty.

Abstrak
Peneliti sangat tertarik dengan adanya perbedaan pendapat diantara para ahli tentang pengaruh kinerja jasa/layanan (service performance) dan kepuasan dalam pembentukan loyalitas nasabah, sehingga penelitian ini mempunyai tujuan yaitu: menguji pengaruh langsung service performance terhadap loyalitas nasabah, dan menguji pengaruh interaksi service performance dan kepuasan nasabah terhadap loyalitas nasabah dengan kepuasan sebagai variabel moderator antara service performance dan loyalitas nasabah. Penelitian ini menggunakan alat analisis Moderator Regression Analysis. Dilakukan di Surabaya dengan obyek penelitian tiga Bank Mandiri cabang Surabaya. Data yang terkumpul 275 dari 300 kuesioner yang disebarkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara service performance dan kepuasan nasabah sebagai variabel moderator dapat lebih menjelaskan variasi loyalitas nasabah daripada masing-masing variabel.
Kata kunci: service performance, kepuasan nasabah, loyalitas nasabah.

download jurnal
Read more >>

| 0 comments ]

jurnal.pdf. Perbedaan Komitmen Kerja Berdasarkan Orientasi Peran Gender pada Karyawan di Bidang Kerja Non Tradisional

Devi Setiawati
Anita Zulkaida
Fakultas Psikologi, Universitas Gunadarma

Abstrak
Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji perbedaan komitmen terhadap pekerjaan berdasarkan orientasi peran genderpada karyawan yang bekerja di bidang kerja non tradisional. Penelitian ini dilakukan terhadap 91 karyawan yang bekerja pada bidang manajemen. Pengumpulan data dilakukan dengan skala untuk peran gender (PAQ)dan skala komitmen kerja (OCS). Diperoleh data, terdapat 28 orang yang termasuk kategori orientasi peran gender feminim, 24 orang dengan orientasi peran gender maskulin, dan sisanya, yaitu 39 orang tidak termasuk dalam dua kelompok tersebut. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan komitmen kerja secara signifikan antara subjek dengan kecenderngan orientasi peran gender feminin dan maskulin pada karyawan yang bekerja di bidang non tradisional. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa kelompok subjek dengan kecenderungan orientasi peran gender maskulin memiliki komitmen kerja yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan kelompok subjek yang memiliki kecenderungan orientasi peran gender feminim.
Kata Kunci : Komitmen Kerja, Orientasi Peran Gender

download jurnal
Read more >>