Showing posts with label Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia. Show all posts
Showing posts with label Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia. Show all posts
| 1 comments ]

ABSTRAK
Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk menjelaskan suatu kerangka kerja konseptual yang menggambarkan hubungan variabel-variabel kepemimpinan, budaya, strategi, dan kinerja. Artikel ini mempresentasikan beberapa konsep teori dari Perilaku Organisasi, Budaya Organisasi, Kepemimpinan, dan Manajemen Strategik. Akhirnya beberapa tujuan penelitian yang mengamati tentang hubungan variabel-variabel kepemimpinan, budaya, strategi, dan kinerja sangatlah diharapkan untuk mengembangkan tujuan penelitian.
Kata kunci: kepemimpinan, budaya, strategi, kinerja.
+/- Download Here

http://adf.ly/4odV1

Read more >>

| 0 comments ]

ABSTRAK
Penelitian ini didasarkan pada tinjauan teoritis dan empiris untuk menjelaskan pengaruh effektifitas penilaian kinerja, efektifitas penggajian berdasar nilai kinerja dan efektifitas keterbukaan nilai kinerja terhadap motivasi kerja pekerja. Penelitian dilakukan pada pekerja bottom line di perusahaan rokok PT. ”G”dengan melakukan kuisioner dan wawancara terhadap sampel sejumlah 142 orang pekerja tetap. Hasil penelitian mengungkapkan pengaruh variabel independen; efektifitas penilaian kinerja dan efektifitas keterbukaan nilai berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen yaitu motivasi kerja pekerja. Sedang pengaruh efektifitas penggajian berdasar nilai kinerja tidak berpengaruh langsung terhadap motivasi kerja pekerja. 88,02 % responden menyatakan setuju dengan sistem pengajian berdasar nilai kinerja Hasil analisa jalur mengungkap variabel efektifitas penilaian kinerja memiliki pengaruh langsung dan tak langsung terhadap motivasi kerja pekerja. Efektifitas penggajian berdasar nilai kinerja tidak memiliki pengaruh langsung, namun memiliki pengaruh tidak langsung terhadap motivasi kerja pekerja. Sedang efektifitas keterbukaan nilai memiliki pengaruh langsung saja pada variabel motivasi kerja pekerja. Secara simultan model penelitian ketiga variabel independen tersebut memiliki pengaruh sebasar 95.5 % terhadap motivasi kerja pekerja.
kata kunci: penilaian kinerja, penggajian berdasar nilai kinerja, keterbukaan nilai kinerja dan motivasi kerja pekerja.
+/- Download Here

http://adf.ly/4odan

Read more >>

| 0 comments ]

ABSTRAK
Dalam persaingan dunia usaha yang semakin tinggi saat ini, perusahaan harus dapat mengembangkan dan mengolah berbagai sumber daya yang dimilikinya, antara lain sumber daya manusia. Sumber daya manusia adalah penggerak utama suatu organisasi atau perusahaan. Pencapaian tujuan perusahaan akan terlaksana bila sumber daya manusianya menunjukkan performansi kerja yang baik. Performansi kerja dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti karakteristik pekerjaan, kepuasan kerja, gaya kepemimpinan, motivasi, dan lain-lain. Penelitian ini berfokus pada faktor karakteristik pekerjaan dan kepuasan kerja sebagai faktor yang berpengaruh pada performansi kerja. Jika seorang pekerja memiliki karakteristik yang sesuai dengan pekerjaannya, maka performansi dan kepuasan kerjanya akan meningkat. Dalampenelitian ini sarana yang digunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung dengan responden adalah kuesioner. Responden yang menjadi objek penelitian ini adalah karyawan PT. CANDRATEX SEJATI bagian weaving, Bandung.
Perusahaan ini merupakan suatu perusahaan tekstil yang sebagian besar hasil produksinya diekspor ke luar negeri. Identifikasi faktor yang digunakan adalah analisis faktor, lalu dilanjutkan dengan perhitungan analisis jalur yang digunakan untuk menentukan besarnya pengaruh suatu variabel ataupun beberapa variabel terhadap variabel lainnya baik pengaruh yang sifatnya langsung atau tidak langsung. Variabel karakteristik pekerjaan sebaiknya pekerja perlu meningkatkan hubungan dengan atasannya. Variabel kepuasan kerja internal sebaiknya perusahaan perlu meningkatkan inisiatif yang timbul dari dalam pekerja tanpa harus menunggu perintah lagi. Variabel kerja eksternal sebaiknya perusahaan perlu meningkatkan imbalan dan tunjangan-tunjangan yan diberikan Variabel performansi kerja sebaiknya perusahaan perlu meningkatkan tekad yang ada dalam diri pekerja agar masing-masing pekerja dapat meraih prestasinya.
Kata kunci: karakteristik pekerjaan, kepuasan kerja, gaya kepemimpinan, motivasi.
+/- Download Here

tinyurl.com/y5ssl75

Read more >>

| 0 comments ]

ABSTRAK
Aktivitas menggambar bagi mahasiswa Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Seni Indonesia Denpasar, merupakan aktivitas yang membutuhkan waktu cukup lama, karena banyak mata kuliah yang disertai dengan tugas menggambar. Dalam mengerjakan tugas-tugas menggambar mahasiswa sering merasa cepat lelah dan kurang berkonsentrasi karena penerangan yang kurang memenuhi syarat. Untuk mengatasi permasalahan ini, maka dilakukan perbaikan dengan menambahkan penerangan lokal pada meja gambar sehingga meningkatkan intensitas cahaya dari 407,85 lux menajdi 1416 lux. Penelitian ini dilakukan pada 16 orang mahasiswa laki-laki dari jurusan desain interior dengan rancangan sama subjek. Analisis data menggunakan paired-t test Hasil penelian menunjukkan bahwa produktivitas kerja pada kelompok kontrol 0,577 ± 0,117 dan pada kelompok perlakuan diperoleh 0,941 ± 0,373. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa peningkatan penerangan lokal memberikan peningkatan produktivitas kerja.
Kata kunci: penerangan, mempengaruhi, produktivitas kerja.
+/- Download Here

http://www.ziddu.com/download/9507056/INT06040202.pdf.html

Read more >>

| 0 comments ]

ABSTRAK
Perubahan lingkungan strategis berupa globalisasi ekonomi, otonomi daerah, perubahan
preferensi konsumen dan kelestarian lingkungan, menuntut adanya perubahan serta penyesuaian beroperasinya kelembagaan pertanian. Tulisan ini ditujukan untuk mengkaji status keunggulan komparatif dan kompetitif beberapa komoditas pertanian, kinerja kemitraan usaha pertanian, dan revitalisasi kelembagaan pertanian guna mewujudkan keunggulan komparatif menjadi keunggulan kompetitif melalui strategi kemitraan usaha. Status keunggulan komparatif dan kompetitif menunjukkan meskipun sebagian besar komoditas pertanian hingga saat ini tetap memiliki keunggulan komparatif dan kompetitif, namun keunggulan yang dimiliki semakin rendah dan rentan terhadap perubahan eksternal, dengan nilai koefisien DRCR dan PCR mendekati angka 1 (satu). Sampai sejauh
ini belum terbangun kelembagaan kemitraan yang saling membutuhkan, saling memperkuat, dan saling menguntungkan, serta sifat kemitraan yang tidak berkelanjutan. Kelemahan mendasar yang ada antara lain adalah rendahnya komitmen antara pihak-pihak yang bermitra, bargaining positition yang tidak seimbang, serta kurang transparansinya dalam penetapan harga dan pembagian nilai tambah atau keuntungan. Kelembagaan Kemitraan Usaha Agribisnis Terpadu dilakukan dengan melakukan konsolidasi kelembagaan di tingkat petani dari kelompok tani mandiri ke arah kelembagaan formal berbadan hukum (koperasi atau assosiasi) dan revitalisasi kelembagaan penyuluhan ke arah Pusat Pelayanan dan Konsultasi Agribisnis, yang salah satu fungsinya adalah sebagai mediator dan fasilitator terbangunnya kelembagaan kemitraan usaha terpadu. Dengan strategi kemitraan usaha terpadu diharapkan dapat mewujudkan keunggulan komparatif menjadi keunggulan kompetitif baik di pasar lokal, regional maupun ekspor.
Kata kunci : Keunggulan Komparatif, Keunggulan Kompetitif, dan Kemitraan Usaha
+/- Download Here

tinyurl.com/y8tfnf2

Read more >>

| 0 comments ]

ABSTRAK
Penelitian ini membahas tentang sistem penilaian kinerja karyawan yang dilakukan di Dinas Pekerjaan Umum Kota Probolinggo, khususnya Sub Dinas Pengairan untuk karyawan level bawah (karyawan kontrak). Selama ini pemberian insentif di Sub Dinas tersebut tidak didasarkan atas kinerja karyawan tetapi atas dasar kebersamaan/ gotong royong. Untuk meningkatkannya dirancang sistem penilaian kinerja karyawan berbasis kompetensi, khususnya kompetensi Spencer. Dimensi penilaian Spencer diintegrasikan dengan DP3 dan Competencies for Executive Leadership Development. Kriteria diolah dengan Software Expert Choice. Hasilnya bobot kemampuan karyawan kontrak terbagi atas: kemampuan manajerial (0.200) dan kemampuan teknik (0.800). Kemampuan manajerial terdiri dari: disiplin (0.318), melayani (0.289), berprestasi (0.151), proaktif (0.140), dan komitmen pada organisasi (0.102). Sedangkan kemampuan teknis terdiri dari: memimpin (0.500) dan kerjasama (0.500). Dari penelitian tersebut sistem insentif yang tepat adalah sistem insentif pembagian laba, dimana insentif yang diterima berdasarkan pada peningkatan kinerja karyawan.
Kata kunci: penilaian kinerja karyawan, kompetensi, insentif, analytical hierarchy process.
+/- Download Here

tinyurl.com/yhfpf49

Read more >>

| 0 comments ]

ABSTRAK
Untuk menghadapi persaingan, umumnya kalangan industri terus berupaya untuk melakukan perbaikan dan peningkatan kinerja. Dalam upaya peningkatan kinerja organisasi, keselarasan antara tujuan organisasi dengan tujuan setiap individu yang ada dalam organisasi merupakan hal yang penting. Penelitian di sebuah perusahaan minyak dan gas bumi ini bertujuan untuk menyelaraskan tujuan organisasi dengan tujuan individu dengan menggunakan pendekatan Total Performance Scorecard. Pendekatan ini mempunyai kekhasan yaitu menyelaraskan tujuan organisasi dengan tujuan individu yang tergambar dalam hubungan antara Organizational Balanced Scorecard, Scorecard Section dan rencana kinerja individu. Hubungan tersebut dapat menjadi rancangan strategi yang terintegrasi bagi perusahaan, yang dalam perumusannya melibatkan pihak departemen, seksi, serta seluruh karyawan yang berada didalamnya. Hal ini dapat meningkatkan kepastian bahwa para karyawan mengerti dan mendukung tujuan dari departemen dan seksi tempatnya bekerja, dimana mereka ikut terlibat dalam proses pembuatan dan pelaksanaan strategi tersebut.
Kata kunci: Total Performance Scorecard (TPS), Organizational Balanced Scorecard (OBSC), Personal
Balanced Scorecard (PBSC).
+/- Download Here

tinyurl.com/yk5ska2

Read more >>

| 0 comments ]

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh motivasi kerja, kepemimpinan, dan budaya perusahaan terhadap kepuasan kerja karyawan, dan dampaknya terhadap kinerja perusahaan. Hipotesis yang diusulkan: Pekerjaan motivasi memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan, kepemimpinan memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan, budaya organisasi memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan, yang mempunyai arti penting motivasi kerja mempengaruhi kinerja perusahaan, kepemimpinan memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja perusahaan, budaya organisasi memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja perusahaan, karyawan itu kepuasan kerja memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja perusahaan. Hasil penelitian telah dibuktikan bahwa motivasi kerja, kepemimpinan, dan budaya organisasi secara signifikan yang berkaitan dengan kepuasan kerja karyawan. Kepemimpinan, bagaimanapun adalah berhubungan negatif dengan kepuasan kerja karyawan. Motivasi kerja tidak signifikan terkait dengan performa perusahaan dipengaruhi oleh variabel intervensi kepuasan kerja karyawan. Kepemimpinan dan budaya organisasi secara signifikan berhubungan dengan kinerja perusahaan.
Dari hasil ini, ada dua kesimpulan utama yang dapat ditarik dalam kajian ini. Pertama, motivasi kerja tidak dapat berhubungan langsung dengan kinerja perusahaan jika tidak terhubung dengan kepuasan kerja karyawan variabel. Dan kesimpulan yang kedua adalah bahwa kepemimpinan adalah berhubungan negatif dengan kepuasan kerja karyawan.
Kata kunci: motivasi kerja, kepemimpinan, budaya organisasi, kepuasan kerja karyawan, dan kinerja perusahaan.
+/- Untuk Download

Download Jurnalnya disini tinyurl.com/ycughus

Read more >>

| 0 comments ]

ABSTRAK
Perusahaan sangat membutuhkan karyawan yang memiliki prestasi kerja yang tinggi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Banyak faktor yang berhubungan dengan prestasi kerja karyawan di PDAM Kabupaten Klungkung, yang terlihat dari beberapa indikasi rendahnya prestasi kerja, seperti tidak tercapainya target penyambungan instalasi pada pelanggan : keluhan-keluhan pelanggan yang disampaikan melalui telepon dan kotak saran mengenai kekurangtepatan dalam membaca angka meter pemakaian air; kekurangtanggap karyawan menangani keluhan-keluhan pelanggan tentang kebocoran, kemacetan air, dan kualitas air; dan ketidaktepatan jadwal pemasangan sambungan baru.
Melihat adanya indikasi seperti yang telah disampaikan, maka dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya asosiasi signifikan secara bersama-sama dan secara parsial faktor motivasi, kepuasan kerja, kondisi fisik pekerjaan, dan kemampuan kerja dengan prestasi kerja karyawan PDAM Kabupaten Klungkung. Selain itu, penelitian ini juga dilakukan untuk mengetahui faktor yang memiliki asosiasi yang paling kuat dengan prestasi kerja.
Untuk menjawab tujuan penelitian tersebut, dilakukan penelitian dengan mengambil
sampel sebanyak 85 orang karyawan. Data dikumpulkan dengan metode wawancara yang
berpedoman pada daftar pertanyaan. Analisis data menggunakan korelasi Product Moment.
Berdasarkan hasil analisis ditemukan bahwa keempat faktor yang diteliti, baik secara
bersama-sama maupun secara parsial, berasosiasi signifikan dengan prestasi kerja karyawan. Dari keempat faktor yang diteliti, ternyata faktor kemampuan kerja memiliki asosiasi paling kuat dengan prestasi kerja karyawan.
Implikasi dari hasil penelitian ini adalah karena faktor kemampuan kerja memiliki
asosiasi yang paling kuat dengan prestasi kerja karyawan, maka disarankan kepada pihak
pimpinan untuk lebih meningkatkan faktor kemampuan kerja karyawan, terutama meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka dengan memberikan kesempatan pendidikan dan pelatihan. Selain itu, faktor motivasi, kepuasan kerja, kondisi fisik pekerjaan, dan kemampuan kerja supaya lebih diperhatikan sehingga prestasi kerja karyawan dapat ditingkatkan.
Kata kunci : prestasi kerja, kepuasan kerja
+/- Untuk Download

Download Here. tinyurl.com/yebjwg

Read more >>

| 2 comments ]

BAB I
PENDAHULUAN
Dalam kenyataannya para pemimpin dapat mempengaruhi moral dan kepuasan kerja, keamanan, kwalitas kehidupan kerja dan terutama tingkat prestasi suatu organisasi. Para pemimpin juga memainkan paranan kritis dalam membantu kelompok, organisasi atau masyarakat untuk mencapai tujuan mereka. Kemudian timbul pertanyaan yang membuat seorang pemimpinan effektif? Apa Hampir semua orang, bila diajukan pertanyaan itu akan menjawab bahwa pemimpin yang effektif mempunyai sifat atau kualitas tertentu yang diinginkan.
Kemampuan den ketrampilan kepemimpinan dalam pengarahan adalah faktor penting effektifitas manajer. Bila organisasi dapat mengidentifikasikan kualitas–kualitas yang berhubungan dengan kepemimpinan, kemampuan untuk menseleksi pemimpin-pemimpin efektif akan meningkat. Dan bila organisasi dapat mengidentifikasikan perilaku dan teknik-teknik kepemimpinan efektif, akan dicapai pengembangan efektifitas personalis dalam organisasi.
+/- Untuk Download

tinyurl.com/ye7s8m2

Read more >>