Showing posts with label Skripsi Ilmu Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Skripsi Ilmu Pendidikan. Show all posts
| 0 comments ]

“Keefektifan Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT (Numbered-Heads-Together) Dengan Pemanfaatan LKS (Lembar Kerja Siswa) Pada Pokok Bahasan Bangun Ruang Sisi Datar (Kubus dan Balok) Siswa Kelas VIII Semester 2 SMP N 6 Semarang Tahun Pelajaran 2006/2007”.

Pembelajaran yang biasa diterapkan selama ini menggunakan metode ekspositori, di mana pembelajaran berpusat pada guru, siswa pasif, dan kurang terlibat dalam pembelajaran. Hal ini menyebabkan siswa mengalami kejenuhan yang berakibat kurangnya minat belajar. Minat belajar akan tumbuh dan terpelihara apabila kegiatan belajar mengajar dilaksanakan secara bervariasi, baik melalui variasi model maupun media pembelajaran. Agar tujuan pembelajaran tercapai maka guru pelajaran matematika perlu memilih model pembelajaran yang tepat, salah satu model yang digunakan adalah model pembelajaran kooperatif NHT (Numbered-Heads-Together) dengan pemanfaatan LKS. Pembelajaran kooperatif NHT akan menciptakan lingkungan belajar kooperatif dalam kelompok kecil yang menekankan keterlibatan total siswa dalam pembelajaran, sehingga akan meningkatkan pemahaman siswa. Permasalahan yang diajukan dalam penelitian ini adalah apakah penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dengan menggunakan media LKS lebih efektif daripada menggunakan pembelajaran konvensional pada pokok bahasan Bangun Ruang Sisi Datar (Kubus dan Balok) untuk siswa kelas VIII semester 2 SMP N 6 Semarang. Hipotesis yang dirumuskan dalam penelitian ini adalah penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dengan menggunakan media LKS lebih efektif daripada menggunakan pembelajaran konvensional untuk meningkatkan hasil belajar matematika pokok bahasan Bangun ruang sisi datar (Kubus dan Balok) siswa kelas VIII semester 2 SMP N 6 Semarang.
Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP 6 Semarang tahun pelajaran 2006/2007. Dengan teknik pengambilan sampel menggunakan cara random sampling diambil sampel sebanyak 2 kelas yaitu siswa kelas VIIIF sebagai kelompok eksperimen yang dikenai model pembelajaran kooperatif NHT dan siswa kelas VIIIH sebagai kelompok kontrol yang dikenai metode pembelajaran ekspositori. Pada akhir pembelajaran kedua kelas sampel diberi tes akhir dengan menggunakan instrumen yang sama yang telah diuji validitas, reliabilitas, taraf kesukaran, dan daya pembedanya. Metode pengumpulan data pada penelitian ini adalah dokumentasi dan tes. Berdasarkan hasil uji normalitas dan homogenitas data hasil tes dari kedua kelompok tersebut diperoleh bahwa data kedua sampel normal dan homogen. Pengujian hipotesis digunakan uji t, dari hasil perhitungan diperoleh thitung = 3,57 sedangkan nilai ttabel = 1.66, oleh karena itu thitung > ttabel maka Ho ditolak dan hipotesis diterima. Jadi penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dengan menggunakan media LKS lebih efektif dibanding pembelajaran konvensional pada pokok bahasan Bangun Ruang Sisi Datar (Kubus dan Balok)untuk siswa kelas VIII semester 2 SMP N 6 Semarang. Disarankan guru dapat terus mengembangkan pembelajaran kooperatif NHT dan menerapkan pada materi lain.
+/- Download Here

tinyurl.com/y8voov7

Read more >>

| 0 comments ]

Latar Belakang Masalah
Rendahnya kualitas sumber daya manusia merupakan masalah mendasar yang dapat menghambat pembangunan dan perkembangan ekonomi nasional Rendahnya kualitas sumber daya manusia juga akan menjadi batu sandungan dalam era globalisasi, karena era globalisasi merupakan era persaingan mutu. Jika bangsa Indonesia ingin berkiprah dalam percaturan global, maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah menata sumber daya manusia, baik dari aspek intelektual, spiritual, kreativitas, moral, maupun tanggung jawab.
Penataan sumber daya tersebut perlu diupayakan secara bertahap dan berkesinambungan melalui sistem pendidikan yang berkualitas baik pada jalur pendidikan formal, informal, maupun non formal, mulai dari pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi (Mulyasa 2004: 4). Dikatakan lebih lanjut oleh Mulyasa tentang pentingnya pengembangan sistem pendidikan yang berkualitas perlu lebih ditekankan, karena berbagai indikator menunjukkan bahwa pendidikan yang ada belum mampu menghasilkan sumber daya sesuai dengan perkembangan masyarakat dan kebutuhan pembangunan.
Sardiman (2005: 125) mengemukakan guru adalah salah satu komponen manusiawi dalam proses belajar mengajar, yang ikut berperan dalam usaha pembentukan sumber daya manusia yang potensial di bidang pembangunan. Oleh karena itu, guru yang merupakan salah satu unsur di bidang kependidikan harus
+/- Download Here

tinyurl.com/yadcgn3

Read more >>

| 0 comments ]

Kata kunci : Implementasi KBK pada pelaksanaan pembelajaran mata pelajaran ekonomi kelas X
Gambaran secara lebih jelas mengenai implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi dalam mata pelajaran Ekonomi di kelas satu SMA Negeri 12 Semarang dapat dijelaskan melalui kegiatan penelitian yang dilakukan secara bertahap agar memperoleh jawaban yang akurat.
Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah (1) media apa yang sering digunakan oleh guru (2) Metode apa yang digunakan guru dalam mengajar (3) Indikator apa yang digunakan untuk mencapai tujuan (4) apakah materi yang dikembangkan sudah sesuai dengan KBK (5) Bagaimana analisis materi yang digunakan (6) Bagaimana hubungan komunikasi antara guru dan siswa (7) Faktor apa saja yang menjadi pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan pembelajaran ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang pelaksaaan pembelajaran pada mata pelajaran ekonomi kelas X Populasi dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru, dan beberapa siswa kelas satu SMA Negeri 12 Semarang .Alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dianalisis menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif.Sedangkan yang menjadi obyek dalam penelitian ini adalah proses pembelajaran pada mata pelajaran ekonomi.
Hasil penelitian menunjukkan, bahwa dalam implementasi Kurikum Berbasis Kompetensi (KBK) mata pelajaran Ekonomi di kelas X Sekolah menengah Atas Negeri 12 Semarang menemui beberapa kendala dan kesulitan terutama dalam proses pembelajaran. Meskipun demikian KBK membawa perubahan yang cukup berarti. Berbagai perubahan tersebut meliputi beberapa komponen dalam kegiatan belajar mengajar di kelas.
Berdasarkan hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa didalam Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi khususnya pada siswa kelas X SMA Negeri 12 Semarang, membawa perubahan sehingga dengan Implementasi KBK tersebut diharapkan akan mampu membawa peserta didik untuk dapat mengetahui kemampuan, minat dan bakatnya (kompetensi) agar menjadi manusia yang berkualitas dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan nasional.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi para guru maupun siswa serta berbagai pihak yang terkait dalam pelaksanaan KBK, yang kemudian dapat dijadikan sebagai bahan masukan dan informasi yang akurat, serta sebagai pedoman maupun dasar dalam pengambilan berbagai langkah penting dalam melaksanakan KBM yang sesuai dengan konsep KBK. Sehingga pelaksanaan KBK dapat berhasil dengan lebih baik dimasa yang akan datang.
+/- Download Here

tinyurl.com/yakgftr

Read more >>

| 0 comments ]

Kata Kunci : Implementasi, Manajemen Berbasis Sekolah (MBS)Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membawa perubahan di hampir semua aspek kehidupan dan membawa manusia ke dalam era persaingan global yang semakin ketat. Dalam memberikan respon terhadap hal tersebut, perlu terus mengembangkan dan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki. Sarana yang paling strategis bagi peningkatan Sumber Daya Manusia adalah pendidikan. Kekurangberhasilan upaya peningkatan kualitas pendidikan antara lain karena strategi pembangunan pendidikan selama ini lebih bersifat input-oriented dan pengelolaan pendidikan yang sentralistik dan macro-oriented, diatur oleh jajaran birokrasi di tingkat pusat. Atas dasar itu sekolah perlu diberikan kepercayaan dan wewenang serta kesempatan untuk mengelola sendiri sesuai dengan kondisi obyektif di dalamnya dan sejalan dengan kebijaksanaan Pemerintah mengenai pendidikan
nasional dan desentralisasi, yaitu dengan menerapkan dan mengembangkan model manajemen yang disebut “School Based Management” atau Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). Berdasarkan hasil observasi, permasalahan pelaksanaan MBS di SLTP N 2 klaten adalah kurangnya dana, sarana dan prasarana pendidikan dan kualitas SDM.
Dari permasalahan dapat dirumuskan masalah: 1) bagaimanakah pelaksanaan manajemen kurikulum dan program pengajaran, 2) bagaimanakah pelaksanaan manajemen siswa, 3) bagaimanakah pelaksanaan manajemen ketenagaan, 4) bagaimanakah pelaksanaan manajemen sarana dan prasarana pendidikan, 5) bagaimanakah pelaksanaan manajemen anggaran/biaya, 6) bagaimanakah pelaksanaan manajemen hubungan sekolah dengan masyarakat, 7) bagaimanakah pelaksanaan manajemen layanan khusus dalam implementasi Manajemen Berbasis
Sekolah (MBS) di SLTP Negeri 2 Klaten.
Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) bagaimanakah pelaksanaan manajemen kurikulum dan program pengajaran, 2) bagaimanakah pelaksanaan manajemen siswa, 3) bagaimanakah pelaksanaan manajemen ketenagaan, 4) bagaimanakah pelaksanaan manajemen sarana dan prasarana pendidikan, 5) bagaimanakah pelaksanaan manajemen anggaran/biaya, 6) bagaimanakah pelaksanaan manajemen hubungan sekolah dengan masyarakat, 7) bagaimanakah pelaksanaan manajemen layanan khusus dalam implementasi
Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) di SLTP Negeri 2 Klaten.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Populasi yang digunakan semua guru SLTP di kecamatan Klaten Tengah yang berjumlah 150 orang guru. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik random sampling. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah angket sebagai metode utama dan observasi, wawancara serta dokumen sebagai metode pelengkap. Ujicoba dilakukan diluar sampel untuk mengetahui kesahihan (valid) dan
keterandalan (reliabel) alat pengukur. Hasil uji coba dianalisis menggunakan analisis
butir dengan menggunakan rumus korelasi product-moment, pengujian reliabilitas menggunakan rumus Alpha. Instrumen yang dipakai untuk penelitian berjumlah 60, dengan reliabilitas angket 0,975 dengan taraf signifikasi 5%. Hasil penelitian dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif persentase.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen kurikulum dan program pengajaran baik, manajemen siswa baik, manajemen ketenagaan cukup, manajemen sarana dan prasarana pendidikan baik, manajemen anggaran/biaya baik, manajemen hubungan sekolah dengan masyarakat baik, manajemen layanan khusus baik. Jadi secara keseluruhan pelaksanaan manajemen berbasis sekolah di SLTP Negeri 2 Klaten dikategorikan baik dengan persentase 80,19%. Hal ini berarti bahwa konsep manajemen berbasis sekolah sesuai dengan yang diharapkan yaitu untuk memperbaiki kinerja sekolah agar dapat mencapai tujuan secara optimal, efektif dan efisien.
Berdasarkan hasil penelitian penulis menyarankan 1) Kepada guru untuk lebih memperdalam dan menguasai konsep manajemen berbasis sekolah serta harus berkreasi dalam meningkatkan manajemen kelas. 2) Kepada kepala sekolah untuk memiliki perencanaan dan pandangan yang luas tentang sekolah dan pendidikan, melakukan fungsinya sebagai manajer sekolah dalam meningkatkan proses belajar mengajar serta melakukan tukar pikiran dan studi banding antar sekolah untuk menyerap kiat-kiat kepemimpinan dari kepala sekolah yang lain. 3) Kepada sekolah untuk mengidentifikasi dan menata ulang pengadaan sarana prasarana sekolah, dan harus lebih mengoptimalkan bentuk operasional husemas di bidang sarana akademik agar jumlah sarana yang tersedia (alat-alat dan media pengajaran seperti komputer) sesuai kebutuhan siswa.
+/- Download Here

tinyurl.com/y8duq26

Read more >>

| 1 comments ]

Kata Kunci : Media Gambar, Prestasi, Belajar
Prinsip pengajaran yang baik adalah jika proses belajar mengajar mampu mengembangkan konsep generalisasi dari bahan abstrak menjadi hal yang jelas dan nyata. Maksudnya, proses belajar mengajar dapat membawa perubahan pada diri anak dari tidak tahu menjadi tahu, dan dari pemahaman yang bersifat umum menjadi khusus. Media pembelajaran dapat mermbantu menjelaskan bahan yang abstrak menjadi realistik.
Permasalahan yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah bagaimana upaya meningkatkan prestasi belajar dalam pelajaran PKPS/Sejarah pada pokok bahasa
peninggalan bangunan bersejarah pada siswa Kelas IV SDN Gisikdrono 04 Kecamatan Semarang Barat Kota Semarang melalui penggunaan media gambar?.Tujuan yang akan diperoleh melalui penelitian ini adalah untuk menjelaskan upaya meningkatkan prestasi belajar dalam pelajaran PKPS/Sejarah pada pokok bahasan peninggalan bangunan bersejarah pada siswa kelas IV SDN Gisikdrono 04 Kecamatan Semarang Barat Kota Semarang melalui penggunaan media gambar. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas IV SD Gisikdrono 04 Kecamatan Semarang Barat Kota Semarang.
Berdasarkan hasil penelitian sebagai berikut: Hasil belajar siswa pada siklus I adanya peningkatan dibandingkan sebelum pembelajaran dengan media gambar. Sebelum pembelajaran, hasil belajar siswa menunjukkan dari 42 orang siswa kelas IV, 30 orang (72%) siswa mendapatkan nilai di bawah 6, dan hanya 12 orang siswa (28%) yang mendapat diatas 6. Sesudah pembelajaran dilakukan hasilnya menjadi 15 orang siswa mendapatkan nilai di bawah 6, dan 27 orang mendapatkan nilai di atas 6. Keseluruhan rata-rata kelas menjadi 6,5; Sebelum diberi pembelajaran, hasil belajar siswa siswa pada siklus I dari 42 orang siswa kelas IV, 15 orang siswa mendapatkan nilai di bawah 6, dan 27 orang mendapatkan nilai di atas 6. Secara keseluruhan ratarata kelas menjadi 6,50. Sesudah siklus II dilakukan hasilnya menjadi 5 orang siswa mendapatkan nilai di bawah 6, dan 37 orang mendapatkan nilai di atas 6. Secara keseluruhan rata-rata kelas menjadi 7,50; Upaya guru untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dengan menggunakan media gambar atau foto. Saran sebagai berikut :
Guru dalam setiap pembelajaran sejarah yang dilakukannya perlu mempersiapkan media yang digunakan untuk menjadikan pembelajaran sejarah lebih mudah dipahami dan disenangi; Kepala sekolah perlu memfasilitasi ketersediaan media pembelajaran di sekolah.
+/- Download Here

Read more >>

| 0 comments ]

Kata Kunci: Keaktifan, Pembelajaran Kuantum, Prestasi Belajar
Salah satu metode pembelajaran yang memungkinkan siswa belajar secara optimal adalah metode pembelajaran kuantum. Metode pembelajaran ini menekankan kepada keaktifan siswa. Fenomena di SMK Kimia Industri Theresiana Semarang menunjukkan bahwa keaktifan pada saat mengikuti praktikum relatif aktif, namun pada saat mengikuti pembelajaran di kelas masih kurang aktif, sehingga perlu penggunaan model pembelajaran baru untuk meningkatkan keaktifan siswa. Salah satu alternatifnya adalah pembelajaran kuantum. Permasalahan yang diungkap dalam penelitian ini apakah keaktifan siswa dalam metode pembelajaran kuantum mempengaruhi prestasi belajar kimia dasar I pokok bahasan kimia koloid kelas X SMK Kimia Industri Theresiana Semarang ? Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh keaktifan siswa dalam metode pembelajaran kuantum mempengaruhi prestasi belajar kimia dasar I pokok bahasan kimia koloid kelas X SMK Kimia Industri Theresiana Semarang. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMK Kimia Industri Theresiana Semarang tahun ajaran 2004/2005 sebanyak 100 siswa yang terbagi menjadi 3 kelas yaitu 28 siswa pada kelas X-A, 36 siswa pada kelas X-B dan 36 siswa pada kelas X-C. Sampel diambil secara acak dan diperoleh kelas X-B sebagai kelompok eksperimen dan kelas X-C sebagai kelompok kontrol. Variabel yang yang diteliti adalah hasil keaktifan siswa dan prestasi belajar pada pokok bahasan kimia koloid. Data diambil dengan observasi dan tes. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji t dan analisis regresi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh keaktifan siswa dalam pembelajaran kuantum terhadap prestasi belajar kimia dasar I pokok bahasan kimia koloid pada siswa kelas X SMK Kimia Industri Theresiana Semarang Tahun Ajaran 2004/2005, terbukti dari hasil analisis regresi diperoleh Fhitung = 458,43 > Ftabel (4,130) yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Besarnya pengaruh keaktifan siswa pada pembelajaran kuantum terhadap prestasi belajar mencapai 93,1%. Hasil uji perbedaan prestasi belajar antara kelompok eksperimen dan kontrol diperoleh thitung = 7,608 > ttabel (1,67) yang berarti rata- rata prestasi belajar pada kelompok eksperimen sebesar 8,42 lebih tinggi daripada kelompok kontrol sebesar 7,37. Perbedaan prestasi belajar ini disebabkan karena pada pembelajaran kuantum lebih ditekankan pada kerjasama, diskusi, presentasi aktif sehingga berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disarankan :1) kepada guru untuk mengembangkan kreatifitas dalam pembelajaran dengan mengkaitkan kehidupan sehari- hari dalam pembelajaran sehingga keaktifan siswa dapat lebih ditingkatkan. 2) Peneliti lain diharapkan dapat melakukan penelitian dengan lingkup yang lebih besar dengan menambah variabel seperti motivasi belajar dan minat belajar.

+/- Untuk Download

Download Skripsi Disini tinyurl.com/y8rh39h

Read more >>