| 0 comments ]

Kata kunci : Implementasi KBK pada pelaksanaan pembelajaran mata pelajaran ekonomi kelas X
Gambaran secara lebih jelas mengenai implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi dalam mata pelajaran Ekonomi di kelas satu SMA Negeri 12 Semarang dapat dijelaskan melalui kegiatan penelitian yang dilakukan secara bertahap agar memperoleh jawaban yang akurat.
Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah (1) media apa yang sering digunakan oleh guru (2) Metode apa yang digunakan guru dalam mengajar (3) Indikator apa yang digunakan untuk mencapai tujuan (4) apakah materi yang dikembangkan sudah sesuai dengan KBK (5) Bagaimana analisis materi yang digunakan (6) Bagaimana hubungan komunikasi antara guru dan siswa (7) Faktor apa saja yang menjadi pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan pembelajaran ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang pelaksaaan pembelajaran pada mata pelajaran ekonomi kelas X Populasi dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru, dan beberapa siswa kelas satu SMA Negeri 12 Semarang .Alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dianalisis menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif.Sedangkan yang menjadi obyek dalam penelitian ini adalah proses pembelajaran pada mata pelajaran ekonomi.
Hasil penelitian menunjukkan, bahwa dalam implementasi Kurikum Berbasis Kompetensi (KBK) mata pelajaran Ekonomi di kelas X Sekolah menengah Atas Negeri 12 Semarang menemui beberapa kendala dan kesulitan terutama dalam proses pembelajaran. Meskipun demikian KBK membawa perubahan yang cukup berarti. Berbagai perubahan tersebut meliputi beberapa komponen dalam kegiatan belajar mengajar di kelas.
Berdasarkan hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa didalam Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi khususnya pada siswa kelas X SMA Negeri 12 Semarang, membawa perubahan sehingga dengan Implementasi KBK tersebut diharapkan akan mampu membawa peserta didik untuk dapat mengetahui kemampuan, minat dan bakatnya (kompetensi) agar menjadi manusia yang berkualitas dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan nasional.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi para guru maupun siswa serta berbagai pihak yang terkait dalam pelaksanaan KBK, yang kemudian dapat dijadikan sebagai bahan masukan dan informasi yang akurat, serta sebagai pedoman maupun dasar dalam pengambilan berbagai langkah penting dalam melaksanakan KBM yang sesuai dengan konsep KBK. Sehingga pelaksanaan KBK dapat berhasil dengan lebih baik dimasa yang akan datang.
+/- Download Here

tinyurl.com/yakgftr

Read more >>

| 0 comments ]

ABSTRAK
Penelitian ini membahas tentang sistem penilaian kinerja karyawan yang dilakukan di Dinas Pekerjaan Umum Kota Probolinggo, khususnya Sub Dinas Pengairan untuk karyawan level bawah (karyawan kontrak). Selama ini pemberian insentif di Sub Dinas tersebut tidak didasarkan atas kinerja karyawan tetapi atas dasar kebersamaan/ gotong royong. Untuk meningkatkannya dirancang sistem penilaian kinerja karyawan berbasis kompetensi, khususnya kompetensi Spencer. Dimensi penilaian Spencer diintegrasikan dengan DP3 dan Competencies for Executive Leadership Development. Kriteria diolah dengan Software Expert Choice. Hasilnya bobot kemampuan karyawan kontrak terbagi atas: kemampuan manajerial (0.200) dan kemampuan teknik (0.800). Kemampuan manajerial terdiri dari: disiplin (0.318), melayani (0.289), berprestasi (0.151), proaktif (0.140), dan komitmen pada organisasi (0.102). Sedangkan kemampuan teknis terdiri dari: memimpin (0.500) dan kerjasama (0.500). Dari penelitian tersebut sistem insentif yang tepat adalah sistem insentif pembagian laba, dimana insentif yang diterima berdasarkan pada peningkatan kinerja karyawan.
Kata kunci: penilaian kinerja karyawan, kompetensi, insentif, analytical hierarchy process.
+/- Download Here

tinyurl.com/yhfpf49

Read more >>

| 0 comments ]

ABSTRAK
Untuk menghadapi persaingan, umumnya kalangan industri terus berupaya untuk melakukan perbaikan dan peningkatan kinerja. Dalam upaya peningkatan kinerja organisasi, keselarasan antara tujuan organisasi dengan tujuan setiap individu yang ada dalam organisasi merupakan hal yang penting. Penelitian di sebuah perusahaan minyak dan gas bumi ini bertujuan untuk menyelaraskan tujuan organisasi dengan tujuan individu dengan menggunakan pendekatan Total Performance Scorecard. Pendekatan ini mempunyai kekhasan yaitu menyelaraskan tujuan organisasi dengan tujuan individu yang tergambar dalam hubungan antara Organizational Balanced Scorecard, Scorecard Section dan rencana kinerja individu. Hubungan tersebut dapat menjadi rancangan strategi yang terintegrasi bagi perusahaan, yang dalam perumusannya melibatkan pihak departemen, seksi, serta seluruh karyawan yang berada didalamnya. Hal ini dapat meningkatkan kepastian bahwa para karyawan mengerti dan mendukung tujuan dari departemen dan seksi tempatnya bekerja, dimana mereka ikut terlibat dalam proses pembuatan dan pelaksanaan strategi tersebut.
Kata kunci: Total Performance Scorecard (TPS), Organizational Balanced Scorecard (OBSC), Personal
Balanced Scorecard (PBSC).
+/- Download Here

tinyurl.com/yk5ska2

Read more >>

| 0 comments ]

ABSTRAK
Perkembangan anak meliputi tiga aspek, yaitu kognitif, afektif, dan psikomotorik.
Perkembangan anak juga dipengaruhi oleh lingkungan (interior) ruang belajar dan bermain di taman kanak-kanak (TK). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian antara teori dengan penerapan elemen-elemen interior ruang belajar dan bermain di TK Negeri Pembina Malang, serta menganalisa pengaruh elemen-elemen interior tersebut terhadap kognitif, afektif, dan psikomotorik anak didiknya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan elemenelemen interior ruang belajar dan bermain di TK Negeri Pembina Malang sesuai dengan teori maupun pedoman Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas). Elemen-elemen interior ruang belajar dan bermain berpengaruh terhadap kognitif (kreativitas), afektif (rasa senang), dan psikomotorik (aktivitas) anak didik.
Kata kunci : interior ruang belajar dan bermain, kognitif, afektif, dan psikomotorik.
+/- Download Here

tinyurl.com/yd29s2v

Read more >>

| 0 comments ]

Kata Kunci: EPS, Pertumbuhan Penjualan, Perubahan Harga Saham
Faktor – faktor yang mempengaruhi harga saham antara lain: kondisi fundamental perusahaan, hukum permintaan dan penawaran, tingkat suku bunga, kurs valuta asing, dana asing di bursa, indeks harga saham, news and rumors, deviden, laba perusahaan, dan faktor lain. Dalam penelitian ini penulis hanya membatasi pada kondisi fundamental perusahaan saja. Jika dilihat dari pendekatan fundamental nilai suatu sekuritas akan sangat dipengaruhi oleh EPS dan pertumbuhan penjualan. Namun, kebenaran argumen ini perlu dibuktikan melalui kegiatan penelitian agar diperoleh jawaban yang akurat. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah: (1) bagaimana pengaruh EPS dan pertumbuhan
penjualan secara simultan terhadap perubahan harga saham pada perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di BEJ?, (2) bagaimana pengaruh EPS dan pertumbuhan penjualan secara parsial terhadap perubahan harga saham pada perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di BEJ?. Penelitian ini bertujuan: (1) untuk mengetahui pengaruh EPS dan pertumbuhan penjualan secara simultan terhadap perubahan harga saham pada perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di BEJ, dan (2) untuk mengetahui pengaruh EPS dan pertumbuhan penjualan secara parsial terhadap perubahan harga saham pada perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di BEJ.
Penelitian ini adalah penelitian populasi, artinya semua populasi yang ada dijadikan sebagai sampel. Populasi penelitian ini adalah perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di BEJ pada tahun 2000 – 2003 yang berjumlah 19 perusahaan. Variabel yang dikaji dalam penelitian ini adalah: Earnings Per Share/EPS (X1), pertumbuhan penjualan (X2), dan perubahan harga saham (Y). Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan analisis regresi dan evaluasi ekonometrik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa besarnya koefisien determinasi (R2) adalah 0,326 atau 32,6%. Sedangkan uji parsial menunjukkan bahwa EPS diperoleh t hitung 2,337 dengan signifikansi 0,033, hal ini berarti variabel EPS berpengaruh secara signifikan terhadap perubahan harga saham pada perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di BEJ. Pertumbuhan penjualan diperoleh t hitung 0,884 dengan signifikansi 0,390, hal ini berarti variabel pertumbuhan penjualan tidak berpengaruh signifikan terhadap perubahan harga saham pada perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di BEJ. Tidak berpengaruhnya variabel pertumbuhan penjualan terhadap perubahan harga saham disebabkan karena laba yang diperoleh perusahaan tidak digunakan untuk pembagian deviden, melainkan digunakan untuk pengembangan usaha.
Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa secara simultan EPS dan pertumbuhan penjualan berpengaruh terhadap perubahan harga saham pada perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di BEJ sebesar 0,326 atau 32,6%. Secara parsial EPS berpengaruh secara signifikan terhadap perubahan harga saham, sedangkan pertumbuhan penjualan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap perubahan harga saham pada perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di BEJ. Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi para mahasiswa maupun pihak lain khususnya para investor dan calon investor. Para investor dan calon investor diharapkan jangan hanya perpedoman
pada EPS saja dalam melakukan pembelian saham, tetapi juga harus memperhatikan faktor – faktor lain yang dapat mempengaruhi perubahan harga saham serta kondisi dan prospek perusahaan dimasa yang akan datang.
+/- Download Here

tinyurl.com/ydqk23l

Read more >>

| 1 comments ]

Kata Kunci : Implementasi, Manajemen Berbasis Sekolah (MBS)Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membawa perubahan di hampir semua aspek kehidupan dan membawa manusia ke dalam era persaingan global yang semakin ketat. Dalam memberikan respon terhadap hal tersebut, perlu terus mengembangkan dan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki. Sarana yang paling strategis bagi peningkatan Sumber Daya Manusia adalah pendidikan. Kekurangberhasilan upaya peningkatan kualitas pendidikan antara lain karena strategi pembangunan pendidikan selama ini lebih bersifat input-oriented dan pengelolaan pendidikan yang sentralistik dan macro-oriented, diatur oleh jajaran birokrasi di tingkat pusat. Atas dasar itu sekolah perlu diberikan kepercayaan dan wewenang serta kesempatan untuk mengelola sendiri sesuai dengan kondisi obyektif di dalamnya dan sejalan dengan kebijaksanaan Pemerintah mengenai pendidikan
nasional dan desentralisasi, yaitu dengan menerapkan dan mengembangkan model manajemen yang disebut “School Based Management” atau Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). Berdasarkan hasil observasi, permasalahan pelaksanaan MBS di SLTP N 2 klaten adalah kurangnya dana, sarana dan prasarana pendidikan dan kualitas SDM.
Dari permasalahan dapat dirumuskan masalah: 1) bagaimanakah pelaksanaan manajemen kurikulum dan program pengajaran, 2) bagaimanakah pelaksanaan manajemen siswa, 3) bagaimanakah pelaksanaan manajemen ketenagaan, 4) bagaimanakah pelaksanaan manajemen sarana dan prasarana pendidikan, 5) bagaimanakah pelaksanaan manajemen anggaran/biaya, 6) bagaimanakah pelaksanaan manajemen hubungan sekolah dengan masyarakat, 7) bagaimanakah pelaksanaan manajemen layanan khusus dalam implementasi Manajemen Berbasis
Sekolah (MBS) di SLTP Negeri 2 Klaten.
Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) bagaimanakah pelaksanaan manajemen kurikulum dan program pengajaran, 2) bagaimanakah pelaksanaan manajemen siswa, 3) bagaimanakah pelaksanaan manajemen ketenagaan, 4) bagaimanakah pelaksanaan manajemen sarana dan prasarana pendidikan, 5) bagaimanakah pelaksanaan manajemen anggaran/biaya, 6) bagaimanakah pelaksanaan manajemen hubungan sekolah dengan masyarakat, 7) bagaimanakah pelaksanaan manajemen layanan khusus dalam implementasi
Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) di SLTP Negeri 2 Klaten.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Populasi yang digunakan semua guru SLTP di kecamatan Klaten Tengah yang berjumlah 150 orang guru. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik random sampling. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah angket sebagai metode utama dan observasi, wawancara serta dokumen sebagai metode pelengkap. Ujicoba dilakukan diluar sampel untuk mengetahui kesahihan (valid) dan
keterandalan (reliabel) alat pengukur. Hasil uji coba dianalisis menggunakan analisis
butir dengan menggunakan rumus korelasi product-moment, pengujian reliabilitas menggunakan rumus Alpha. Instrumen yang dipakai untuk penelitian berjumlah 60, dengan reliabilitas angket 0,975 dengan taraf signifikasi 5%. Hasil penelitian dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif persentase.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen kurikulum dan program pengajaran baik, manajemen siswa baik, manajemen ketenagaan cukup, manajemen sarana dan prasarana pendidikan baik, manajemen anggaran/biaya baik, manajemen hubungan sekolah dengan masyarakat baik, manajemen layanan khusus baik. Jadi secara keseluruhan pelaksanaan manajemen berbasis sekolah di SLTP Negeri 2 Klaten dikategorikan baik dengan persentase 80,19%. Hal ini berarti bahwa konsep manajemen berbasis sekolah sesuai dengan yang diharapkan yaitu untuk memperbaiki kinerja sekolah agar dapat mencapai tujuan secara optimal, efektif dan efisien.
Berdasarkan hasil penelitian penulis menyarankan 1) Kepada guru untuk lebih memperdalam dan menguasai konsep manajemen berbasis sekolah serta harus berkreasi dalam meningkatkan manajemen kelas. 2) Kepada kepala sekolah untuk memiliki perencanaan dan pandangan yang luas tentang sekolah dan pendidikan, melakukan fungsinya sebagai manajer sekolah dalam meningkatkan proses belajar mengajar serta melakukan tukar pikiran dan studi banding antar sekolah untuk menyerap kiat-kiat kepemimpinan dari kepala sekolah yang lain. 3) Kepada sekolah untuk mengidentifikasi dan menata ulang pengadaan sarana prasarana sekolah, dan harus lebih mengoptimalkan bentuk operasional husemas di bidang sarana akademik agar jumlah sarana yang tersedia (alat-alat dan media pengajaran seperti komputer) sesuai kebutuhan siswa.
+/- Download Here

tinyurl.com/y8duq26

Read more >>

| 1 comments ]

Masalah kurang gizi masih merupakan masalah pokok masyarakat dari dulu hingga saat ini dan berbagai faktor yang mendukung masalah ini sangat komplek. Dari data penelitian status gizi balita di wilayah Puskesmas Sekaran Gunungpati Semarang pada bulan Juni sampai Agustus 2005 diperoleh jumlah anak balita kurang energi protein (KEP) sebesar 9,82% dari 576 balita yaitu 57 anak balita. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kurang gizi pada balita KEP ringan dan sedang di wilayah Puskesmas Sekaran Kecamatan Gunungpati Semarang.
Desain penelitian ini adalah Cross-Sectional Study. Populasi adalah semua anak balita umur kurang dari 5 tahun di wilayah Puskesmas Sekaran. Jumlah sampel sebesar 98 balita. Sebagai kelompok KEP adalah 49 anak balita KEP ringan dan sedang, sedangkan kelompok normal adalah 49 anak balita bukan KEP. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara langsung kepada responden yaitu ibu balita, sedangkan data status gizi (BB/U) dilakukan dengan pengukuran antropometri. Uji statistik yang digunakan adalah uji Chi-Square atau Kai-Kuadrat, untuk mencari hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat. Dalam penelitian ini juga dilakukan penghitungan odd rasio (OR) atau resiko relatif pada faktor risiko positif terhadap faktor risiko negatif.
Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang gizi dan kesehatan (X2 = 18,249, p = 0,000), tingkat konsumsi energi (X2 = 19,333, p = 0,000), tingkat konsumsi protein (X2 = 23,053, p = 0,000), pendidikan ibu (X2 = 8,727, p = 0,013), dan penyakit infeksi (X2 = 25,941, p = 0,000) dengan kurang gizi pada balita KEP ringan dan sedang. Tidak adanya hubungan antara pendapatan keluarga (X2 = 2,262, p = 0,133) dan jumlah anggota keluarga (X2 = 1,65, p = 0,685) dengan kurang gizi pada balita KEP ringan dan sedang. Nilai OR yang didapat dari konsumsi energi sebesar 6,9, konsumsi protein 6,9, penyakit infeksi 12,8, pengetahuan ibu tentang gizi dan kesehatan 2,07, dan pendidikan ibu 2,3.
Disimpulkan bahwa faktor yang berhubungan dengan kurang gizi pada anak balita KEP ringan dan sedang di wilayah Puskesmas Sekaran Kecamatan Gunungpati Semarang tahun 2005 yaitu tingkat konsumsi energi dan protein, tingkat pengetahuan ibu tentang gizi dan kesehatan, pendidikan ibu dan penyakit infeksi yang diderita pada anak balita.. Disarankan agar ibu anak balita baik kelompok KEP maupun kelompok normal untuk lebih dalam memberikan makanan yang bergizi anak balitanya dan meningkatkan pengetahuan gizi dan kesehatan anak. Untuk penelitian selanjutnya diharapkan dengan mengikutkan faktor lain yang belum ditelita dengan sampel yang banyak dan ruang lingkup yang luas.
Kata Kunci : Kurang Gizi, KEP.
+/- Download Here

tinyurl.com/y8arbjq

Read more >>

| 1 comments ]

Kata Kunci : Media Gambar, Prestasi, Belajar
Prinsip pengajaran yang baik adalah jika proses belajar mengajar mampu mengembangkan konsep generalisasi dari bahan abstrak menjadi hal yang jelas dan nyata. Maksudnya, proses belajar mengajar dapat membawa perubahan pada diri anak dari tidak tahu menjadi tahu, dan dari pemahaman yang bersifat umum menjadi khusus. Media pembelajaran dapat mermbantu menjelaskan bahan yang abstrak menjadi realistik.
Permasalahan yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah bagaimana upaya meningkatkan prestasi belajar dalam pelajaran PKPS/Sejarah pada pokok bahasa
peninggalan bangunan bersejarah pada siswa Kelas IV SDN Gisikdrono 04 Kecamatan Semarang Barat Kota Semarang melalui penggunaan media gambar?.Tujuan yang akan diperoleh melalui penelitian ini adalah untuk menjelaskan upaya meningkatkan prestasi belajar dalam pelajaran PKPS/Sejarah pada pokok bahasan peninggalan bangunan bersejarah pada siswa kelas IV SDN Gisikdrono 04 Kecamatan Semarang Barat Kota Semarang melalui penggunaan media gambar. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas IV SD Gisikdrono 04 Kecamatan Semarang Barat Kota Semarang.
Berdasarkan hasil penelitian sebagai berikut: Hasil belajar siswa pada siklus I adanya peningkatan dibandingkan sebelum pembelajaran dengan media gambar. Sebelum pembelajaran, hasil belajar siswa menunjukkan dari 42 orang siswa kelas IV, 30 orang (72%) siswa mendapatkan nilai di bawah 6, dan hanya 12 orang siswa (28%) yang mendapat diatas 6. Sesudah pembelajaran dilakukan hasilnya menjadi 15 orang siswa mendapatkan nilai di bawah 6, dan 27 orang mendapatkan nilai di atas 6. Keseluruhan rata-rata kelas menjadi 6,5; Sebelum diberi pembelajaran, hasil belajar siswa siswa pada siklus I dari 42 orang siswa kelas IV, 15 orang siswa mendapatkan nilai di bawah 6, dan 27 orang mendapatkan nilai di atas 6. Secara keseluruhan ratarata kelas menjadi 6,50. Sesudah siklus II dilakukan hasilnya menjadi 5 orang siswa mendapatkan nilai di bawah 6, dan 37 orang mendapatkan nilai di atas 6. Secara keseluruhan rata-rata kelas menjadi 7,50; Upaya guru untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dengan menggunakan media gambar atau foto. Saran sebagai berikut :
Guru dalam setiap pembelajaran sejarah yang dilakukannya perlu mempersiapkan media yang digunakan untuk menjadikan pembelajaran sejarah lebih mudah dipahami dan disenangi; Kepala sekolah perlu memfasilitasi ketersediaan media pembelajaran di sekolah.
+/- Download Here

Read more >>

| 0 comments ]

Zaman terus berubah sesuai dengan perkembangan budaya manusia telah menimbulkan terobosan baru. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, telah menyebabkan bergesernya nilai-nilai yang dianut masyarakat, semakin hilangnya batas-batas wilayah suatu negara, timbulnya masalah lingkungan dan tumbuhnya kesadaran lingkungan juga semakin banyak dan beraneka ragamnya jumlah barang dan jasa yang dapat dikonsumsi oleh masyarakat. Kebutuhan manusia juga terus berkembang seiring dengan berkembangnya budaya. Namun tuntutan untuk pemenuhan kebutuhan yang terus meningkat tersebut yang juga semakin banyaknya serta beraneka ragamnya produk yang ada serta ditawarkan tidak lagi berbanding lurus dengan pendapatan konsumen. Pendapatan riil masyarakat pada
dasarnya dalam beberapa tahun terakhir ini tidak meningkat, kalaupun sebagian adayang mengalami peningkatan, percepatannya tidak seimbang atau kalah dengan tuntutan-tuntutan kebutuhan. Keadaan tersebut bukan saja menimbulkan kesulitan bagi masyarakat konsumen namun juga berpengaruh pada produsen yang mana timbulnya suatu persaingan yang semakin ketat atau meningkat. Untuk dapat bertahan dalam dunia bisnis yang kondisi persaingannya terus meningkat maka suatu perusahaan harusdituntut dapat menguasai pasar dengan menggunakan produk yang telah dihasilkannya. Pasar yang dimaksud dalam hal ini adalah :
Gelanggang untuk pertukaran potensial. Pasar terdiri dari manusia yang (a) mempunyai kebutuhan yang harus dipenuhi, (b) mempunyai daya beli, dan (c) mempunyai kesediaan untuk menggunakan daya belinya guna memenuhi kebutuhannya.
Dengan kemampuan menguasai suatu pasar yang ada, dapat memungkinkan suatu perusahaan memperoleh dana untuk membiayai kegiatan operasinya, pengembangan dan faktor lainnya. Untuk hal itu, perusahaan harus melakukan suatu konsolidasi yang mengarah ke dalam maupun keluar agar dapat mengetahui kelemahan, kekuatan, peluang serta hambatan yang mungkin diketahui apabila perusahaan dapat memutuskan tugas manajemen yang berkompetisi di pasar. Hal ini berarti merupakan suatu tugas yang harus dilakukan manajemen pemasaran. Adapun yang dimaksud dengan manajemen pemasaran adalah :
Suatu proses perencanaan dan pelaksanaan dari perwujudan dari pemberian harga, promosi, dan distribusi dari barang-barang, jasa dan gagasan untuk menciptakan pertukaran dengan kelompok sasaran yang memenuhi tujuan pelayanan organisasi.
Kalau diperhatikan kegiatan suatu manajemen pemasaran akan relatif lebih sulit dan
sangat vital bagi perusahaan.
+/- Download Here

http://adf.ly/4odmi

Read more >>

| 0 comments ]

Kata kunci: Kebangkrutan Bank, Z-Score dan Harga Saham.
Bank merupakan suatu badan usaha yang tujuannya menghasilkan keuntungan, maka pihak manajemen harus dapat melakukan pengendalian terhadap kegiatan operasional terutama yang berkaitan dengan keuangan perusahaan. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan analisis prediksi kebangkrutan. Kemudian prediksi kebangkrutan tersebut dapat digunakan untuk mengetahui ataupun memberikan informasi tentang harga saham. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana prediksi kebangkrutan
perusahaan perbankan dan bagaimana pengaruhnya kebangkrutan bank terhadap harga saham pada perusahaan perbankan di Bursa Efek Jakarta. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prediksi kebangkrutan perusahaan perbankan dan untuk menganalisis apakah ada pengaruh antara kebangkrutan bank terhadap harga saham pada perusahaan perbankkan di Bursa Efek Jakarta.
Penelitian ini adalah termasuk penelitian populasi, yaitu ingin melihat dan meneliti semua populasi. Sedangkan populasi sasaran dalam penelitian ini adalah perusahaan perbankan di Bursa Efek Jakarta yang berjumlah 22 perusahaan. Data yang digunakan adalah laporan keuangan 22 perusahaan dan harga saham yang mendekati tanggal publikasi laporan keuangan. Variabel terikat (Y) dalam penelitian ini adalah harga saham. Sedangkan variabel bebas (X) dalam penelitian ini adalah nilai Z-Score. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi. Metode analisis datanya adalah analisis rasio Altman Z-Score dan analisis statistik. Pengolahan data menggunakan program SPSS (Statistical Product and Service Solution) for windows versi 13.00. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa analisis rasio Altman Z-Score, pada tahun 2003 sampai tahun 2005 diperoleh nilai Z-Score yang masih rendah di bawah nilai 1,20 sehingga seluruh bank masuk dalam kategori bangkrut. Hanya satu bank yang pada tahun 2004 yang nilainya Altman Z-Score sebesar 1,83 itupun masih dalam kategori grey area. Sedangkan analisis regresi sederhana dengan SPSS versi 13.00, diperoleh model untuk memprediksi harga saham adalah persamaan Y = 0,024 + 0,208 X, Thitung= 4,182, koefisien determinasi R Square (R2) = 0,215.
Berdasarkan hasil analisis Altman Z-Score dapat disimpulkan dari tahun 2003 sampai 2005 seluruh perusahaan perbankan masuk dalam kategori bangkrut.
Dari analisis regresi sederhana, dapat disimpulkan bahwa nilai Z-Score Altman berpengaruh terhadap harga saham sebesar 21,50% sedangkan 78,50% dipengaruhi faktor lain. Bagi peneliti lain dapat dijadikan bahan referensi dan dapat dikembangkan dengan pelbagai disiplin ilmu pada kajian tentang prediksi kebangkrutan bank, sehinggga dapat ditemukan faktor lain yang dapat mempengaruhi harga saham pada perusahaan perbankan di Bursa Efek Jakarta.
+/- Download Here

tinyurl.com/ydnylya

Read more >>

| 0 comments ]

ABSTRAK
Penelitian ini dimaksudkan untuk mengungkapkan efek frekuensi audit laporan keuangan historis pada kemampuan struktur pengendalian internal badan usaha di Denpasar. Penelitian ini juga dilakukan untuk memperoleh bukti empiris dari efek frekuensi audit laporan keuangan historis pada kemampuan struktur pengendalian internal tanpa memperhatikan variabel lain. Serangkaian uji statistik telah dilakukan dengan menggunakan analisis regresi tunggal, korelasi Pearson Product Moment analisis, dan F-Anova.
Hasilnya menunjukkan bahwa efek frekuensi audit laporan keuangan historis mempunyai pengaruh yang signifikan pada kemampuan struktur pengendalian internal. Selain itu, sebuah tes untuk variabel independen (X) dilakukan untuk mengetahui apakah variabel independen (X) dapat menjelaskan variasi perubahan variabel dependen (Y). Hasil tes ini R2 = 0.508, yang berarti bahwa variabel independen (X) dapat menjelaskan variasi perubahan variabel independen (Y) ke tingkat 50,8%. Sisanya, yang 49,2% dapat dijelaskan oleh faktor-faktor lain dikecualikan dalam model ini.
Kata kunci: audit frekuensi, laporan keuangan historis, struktur pengendalian internal, badan usaha
+/- Download Here

tinyurl.com/yfgqnlx

Read more >>

| 0 comments ]

Kata Kunci: Pelaksanaan Komunikasi Organisasi, Lingkungan kerja, Pengembangan Pegawai, dan Semangat Kerja
Dalam bekerja, tentunya para pegawai akan selalu berkomunikasi satu sama lain baik dengan atasan, bawahan, maupun dengan rekan sejawat agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi. Hubungan yang harmonis antar pegawai akan meningkatkan semangat kerja pegawai. Selain itu pegawai juga membutuhkan suatu lingkungan kerja yang menyenangkan yang membuat para pegawai merasa lebih betah bekerja sehingga diharapkan dapat meningkatkan semangat kerjanya. Pegawai merupakan sumber daya manusia sekaligus merupakan aset yang paling penting, yang apabila diberikan latihan dan pengembangan yang tepat akan mampu memberikan prestasi dengan lebih baik.
Permasalahan yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah: 1) Adakah pengaruh pelaksanaan komunikasi organisasi, lingkungan kerja, dan pengembangan pegawai terhadap semangat kerja pegawai kantor Setda Kabupaten Grobogan? 2) jika ada pengaruh, seberapa besar pengaruh pelaksanaan komunikasi organisasi, lingkunngan kerja, dan pengembangan pegawai terhadap semangat kerja pegawai kantor setda kabupaten Grobogan?. Tujuan dari penelitian ini adalah: Untuk mengetahui ada dan tidaknya pengeruh pelaksanaan komunikasi organisasi, lingkungan kerja, dan pengembangan pegawai terhadap semangat kerja pegawai kantor Setda Kabupaten Grobogan dan seberapa besar pengaruh pelaksanaan
komunikasi organisasi, lingkungan kerja, dan pengembangan pegawai terhadap semangat kerja pegawai kantor Setda Kabupaten Grobogan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai kantor Setda Kabupaten Grobogan yang berjumlah 229 orang dan sampel yang diambil sebesar 144 responden. Tehnik penarikan sampel yaitu random sampling. Variabel yang dikaji dalam penelitian ini adalah : pelaksanaan komunikasi organisasi (X1), lingkungkan kerja (X2), pengembangan pegawai (X3), dan semangat kerja (Y). Metode yang digunakan untuk pengumpulan data adalah metode kuesioner dan metode dokumentasi. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis dengan menggunaka analisis deskriptif persentase dan regresi linier berganda. Setelah dianalisa dan dilakukan pengujian hipotesis dengan SPSS 11.0, diperoleh hasil Fhitung sebesar 124,289 pada taraf signifikansi 0,000 dan Ftabel sebesar 2,67 pada taraf signifikansi 0,05. dengan demikian Fhitung > Ftabel menunjukkan bahwa ada pengaruh yang nyata antara pelaksanaan komunikasi organisasi, lingkungan kerja, dan pengembangan pegawai terhadap semangat kerja pegawai. Besarnya pengaruh atau kontribusi yang diberiklan pelaksanaan komunikasi organisasi, lingkungan kerja, dan pengembangan pegawai adalah sebesar 0,727 atau 72,7% dan sisanya sebesar 27,3% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dikaji dalam penelitian ini.
Peneliti menyarankan agar kantor Setda Kabupaten Grobogan lebih meningkatkan pelaksanaan komunikasi organisasinya terutama komunikasi ke atas karena dari hasil penelitian diketahui bahwa para pegawai merasa tidak mendapat tanggapan saat menyampaikan keluhan ataupun pendapat. Selain itu lingkungan kerja juga perlu mendapat perhatian karena dari hasil penelitian lingkungan kerja memberikan sumbangan yang besar bagi peningkatan semangat kerja pegawai sedangkan para pegawai merasa belum terpenuhi dalam hal perlengkapan dan fasilitas, kebersihan dan musik. Untuk pengembangan pegawai kantor Setda Kabupaten Grobogan diharapkan lebih memperhatikan dalam hal pengadaan program pendidikan dan latihan karena hal ini memberi pengaruh yang positif terhadap semangat kerja pegawai.
+/- Untuk Download

Download Jurnalnya Disini tinyurl.com/y8wrthk

Read more >>

| 0 comments ]

ABSTRAK
Perusahaan konstruksi adalah perusahaan jasa yang menjadi partner pemerintah dalam menunjang kegiatan pembangunan. Pembangunan yang semakin pesat menyebabkan semakin banyak pula usaha yang bergerak pada bidang konstruksi. Dalam aktivitasnya perusahaan ini sangat membutuhkan informasi yang akurat, relevan, dan tepat waktu. Informasi yang dibutuhkan tidak hanya untuk pengambilan keputusan, tetapi juga untuk melakukan perencanaan dan pengendalian. Salah satu informasi yang terpenting adalah informasi persediaan. Informasi persediaan sangat menentukan kelangsungan hidup perusahaan karena kurangnya persediaan ataupun kelebihan persediaan akan berdampak secara langsung terhadap kelangsungan hidup perusahaan.
Informasi persediaan dihasilkan oleh sistem informasi yang dimiliki perusahaan. Sistem informasi yang dimiliki perusahaan konstruksi sebagian besar masih manual dan kalaupun sudah digunakan komputer, dalam penggunaannya masih sangat terbatas. Dari hasil pengecekan fisik tampak bahwa banyak persediaan yang tersisa di gudang, bahkan sebagian sudah tidak dapat digunakan lagi. Hal ini menunjukkan bahwa sistem informasi yang lama kurang informatif dan akurat. Di samping itu, serta tidak layak lagi untuk digunakan sehingga perlu didesain ulang sistem informasi yang baru, yang akan lebih baik kalau menggunakan sistem yang berbasis komputer.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus, yaitu metode yang memusatkan perhatian secara mendalam dan intensif pada objek yang diteliti. Objek penelitiannya adalah dua perusahaan konstruksi yang ada di Denpasar.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem informasi persediaan yang lama memiliki beberapa kelemahan, baik dari sisi input, sistem dan prosedur, maupun output yang dihasilkan.
Output yang dihasilkan kurang variatif dan kurang mampu memberikan informasi yang dibutuhkan bagi manajemen dalam melakukan perencanaan, pengendalian, dan pengambilan keputusan. Untuk itu, perlu dilakukan desain ulang atas sistem informasi akuntansi persediaan dengan menggunakan sistem yang berbasis komputer, yaitu program MYOB. Desain sistem dengan menggunakan program MYOB terdiri atas desain input, desain sistem dan prosedur, serta desain output. Sistem baru ini diharapkan mampu mengeliminasi kelemahan yang dimiliki sistem informasi yang digunakan sebelumnya.
Kata kunci: sistem informasi, persediaan, program MYOB
+/- Untuk Download

Download Jurnalnya Disini tinyurl.com/ycyb9jh

Read more >>

| 0 comments ]

ABSTRAK
Skala kecil-menengah pengusaha adalah salah satu sektor ekonomi yang telah secara aktif
terlibat dalam pengembangan ekonomi Indonesia. Selama periode pertumbuhan ekonomi yang substansial terutama dalam, tahun 1980-an dan awal 1990-an yang mencapai 7-8% per tahun, sektor ini tidak diberikan prioritas tinggi oleh pemerintah. Namun, sektor ini tetap memainkan aturan penting terutama untuk penyerapan tenaga kerja dan pembangunan ekonomi pedesaan.
Ketika krisis ekonomi telah menghancurkan perekonomian Indonesia yang dimulai pada bulan Juli 1997, ini pengusaha kecil menengah datang untuk bertindak sebagai yang paling bertahan hidup dan ketahanan sektor ekonomi. Jumlah yang terus meningkat serta pendapatan dan volume bisnis. Secara empiris, fleksibilitas dan ketahanan sektor ini untuk memenuhi dampak krisis ekonomi telah terbukti. Hasil survei pengusaha integratif (survei usaha integratif, SUSI) yang dilakukan oleh CBS pada 1998-1999 telah menunjukkan keadaan ini. Artikel ini mencoba membahas secara komprehensif profil skala kecil-menengah pengusaha, para calon pelanggan, dan aturan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mendorong perkembangan sektor ini di masa depan dan implikasi kebijakan.
Kata kunci: Kecil Menengah Eentrepreneur, Prospek, Otonomi Daerah
+/- Untuk Download

download jurnalnya disini tinyurl.com/ybcwu2e

Read more >>

| 0 comments ]

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh motivasi kerja, kepemimpinan, dan budaya perusahaan terhadap kepuasan kerja karyawan, dan dampaknya terhadap kinerja perusahaan. Hipotesis yang diusulkan: Pekerjaan motivasi memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan, kepemimpinan memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan, budaya organisasi memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan, yang mempunyai arti penting motivasi kerja mempengaruhi kinerja perusahaan, kepemimpinan memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja perusahaan, budaya organisasi memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja perusahaan, karyawan itu kepuasan kerja memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja perusahaan. Hasil penelitian telah dibuktikan bahwa motivasi kerja, kepemimpinan, dan budaya organisasi secara signifikan yang berkaitan dengan kepuasan kerja karyawan. Kepemimpinan, bagaimanapun adalah berhubungan negatif dengan kepuasan kerja karyawan. Motivasi kerja tidak signifikan terkait dengan performa perusahaan dipengaruhi oleh variabel intervensi kepuasan kerja karyawan. Kepemimpinan dan budaya organisasi secara signifikan berhubungan dengan kinerja perusahaan.
Dari hasil ini, ada dua kesimpulan utama yang dapat ditarik dalam kajian ini. Pertama, motivasi kerja tidak dapat berhubungan langsung dengan kinerja perusahaan jika tidak terhubung dengan kepuasan kerja karyawan variabel. Dan kesimpulan yang kedua adalah bahwa kepemimpinan adalah berhubungan negatif dengan kepuasan kerja karyawan.
Kata kunci: motivasi kerja, kepemimpinan, budaya organisasi, kepuasan kerja karyawan, dan kinerja perusahaan.
+/- Untuk Download

Download Jurnalnya disini tinyurl.com/ycughus

Read more >>

| 0 comments ]

Kata kunci : Faktor, Motivasi Kerja, Karyawan
Motivasi kerja karyawan dipengaruhi oleh berbagai faktor baik faktor internal maupun eksternal. Salah satu faktor eksternal yang mempengarui motivasi kerja karyawan adalah kesejahteraan karyawan, penghargaan, lingkungan kerja, masa kerja, serta pendidikan dan latihan kerja. Motivasi ekstrinsik tetap diperlukan sebab tidak semua pekerjaan dapat menarik minat bawahan atau sesuai dengan kebutuhan.
Permasalahan yang diajukan dalam penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi kerja karyawan di PT. Askes Regional VI Jawa Tengah dan D.I.Y Bagian Sumber Daya Manusia & Umum Semarang. Tujuan penelitian ini mengacu pada permasalahan untuk mengetahui faktor-faktor motivasi berpengaruh terhadap motivasi kerja karyawan. Faktor-faktor yang dijadikan objek kajian pada penelitian ini antara lain adalah tingkat kesejahteraan karyawan, penghargaan, lingkungan kerja, masa kerja serta pendidikan dan latihan kerja.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriftif kualitatif yaitu menggambarkan kenyataan yang terjadi bersifat umum dan kemungkinan masalah yang dihadapi dan solusinya. Data dikumpulkan dengan hasil (1).Wawancara atau interview adalah data diperoleh dengan mengajukan pertanyaan langsung kepada seorang informen atau ahli yang terkait dalam penelitian ini. (2).Studi pustaka dimana pengumpulan data melalui dokumen-dokumen dan surat-surat dari perusahaan yang berhubungan dengan penulisan Tugas Akhir.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa bahwa faktor-faktor tersebut memiliki pengaruh terhadap pola motivasi kerja karyawan. di PT. Askes Regional VI Jawa Tengah dan D.I.Y bagian sumber daya manusia & umum Semarang. Kesejahteraan karyawan, penghargaan, lingkungan kerja, masa kerja, serta pendidikan dan latihan memiliki pengaruh yang cukup dominan pada motivasi kerja karyawan. Tetapi semua itu tidak bersifat mutlak, terkait dengan sifat dan karakteristik tiap individu karyawan di PT. Askes Regional VI Jawa Tengah dan D.I.Y bagian sumber daya manusia & umum Semarang sangat heterogen.
Berdasarkan hasil penelitian diatas, dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor tersebut memang dominan mempengaruhi motivasi kerja karyawan, tetapi tidak semuanya mutlak berlaku untuk semua karyawan, hal ini lebih karena alasan yang bersifat internal pribadi
personal yang bersangkutan.
Saran yang diajukan dengan melihat hasil penelitian pada di PT. Askes Regional VI Jawa Tengah dan D.I.Y bagian sumber daya manusia & umum Semarang adalah perusahaan hendaknya secara serius memberi perhatian terhadap faktor-faktor motivasi untuk meningkatkan kinerja karyawannya.
+/- Untuk Download

Download Skripsi Disini tinyurl.com/ybtnjbs

Read more >>

| 1 comments ]

Kata Kunci: Motivasi Kerja, produktivitas kerja
Produktivitas kerja karyawan di CV. Bening Natural Furniture Semarang masih harus ditingkatkan. Dilihat dari ketercapaian target produktivitasnya menunjukkan adanya penurunan, sehingga perlu dikaji secara empiris faktor yang berpengaruh terhadap penurunan tersebut. Salah satu faktor yang mungkin berpengaruh terhadap produktivitas kerja adalah motivasi kerja karyawan. Berkaitan dengan kondisi tersebut perlu diungkap apakah motivasi secara nyata mempunyai pengaruh positif terhadap produktivitas kerja karyawan CV. Bening Natural Furniture di Semarang.
Populasi penelitian ini adalah karyawan bagian produksi CV. Bening Natural Furniture di Semarang sebanyak 40 orang. Populasi ini sekaligus sebagai sampel penelitian, dengan variabel yang diukur adalah motivasi kerja sebagai variabel bebas dan produktivitas kerja sebagai variabel terikat. Data diambil menggunakan metode angket dan dianalisis menggunakan regresi linier.
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh F hitung 16.3258 > Ftabel (4.0982) pada taraf kesalahan 5%. Hal ini menunjukkan bahwa ada pengaruh motivasi kerja yang signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan CV. Bening Natural Furniture di Semarang. Besarnya kontribusi motivasi tersebut terhadap produktivitas kerja sebesar 30.1%.
Disarankan pada pihak perusahaan untuk memperhatikan peningkatan upah yang layak, pemberian bonus bagi yang lebih berprestasi agar dapat memotivasi karyawan dan lebih mempunyai semangat kerja dan akhirnya menghasilkan produktivitas kerja yang optimal.
+/- Untuk Download

Download Skripsi disini tinyurl.com/ydgcodb .

Read more >>

| 0 comments ]

ABSTRAK
Persaingan di dunia industri semakin ketat seiring dengan terus meningkatnya laju pertumbuhan industri. Persaingan ini mengakibatkan setiap industri lebih jeli dalam merumuskan strategi pemasaran perusahaannya. PT. X merupakan industri minuman tradisional yang berada pada skala Industri Kecil Menengah. Permasalahan utama industri ini adalah terbatasnya dana untuk mengembangkan usaha dan menjalankan kegiatan pemasaran. Saat ini pertumbuhan pasar industri sebesar 16,67%, sedangkan pangsa pasar relatif terhadap pesaing utama adalah 0,07. Matriks Boston Consulting Group menyatakan bahwa perusahaan berada pada posisi tanda tanya. Terdapat 13 variasi yang ditawarkan untuk menentukan prioritas kepentingannya oleh 7 orang pakar. Sebanyak 3 strategi terpilih melalui Trapezoidal Fuzzy Number, yaitu menambah pasar baru melalui pengembangan produk baru (72,72), bermitra dalam investasi (71,50) dan menerobos pasar yang ada (70,93). Strategi pertama dirumuskan dengan mengembangkan variasi kemasan dan variasi produk. Strategi kedua dirumuskan dengan sikap proaktif perusahaan dalam mencari informasi mengenai investor untuk menjalin kerjasama dalam bidang investasi dengan perusahaannya. Strategi ketiga dirumuskan dengan sikap dan komitmen perusahaan untuk menjamin ketersediaan produk dan menjaga kualitas produk.
+/- Untuk Download

Download Jurnal tinyurl.com/yc83lw5

Read more >>

| 0 comments ]

Kata Kunci : Tingkat Pendidikan, Produktivitas Kerja
Perkembangan dunia usaha di Indonesia saat ini mengalami pasang surut akibat krisis moneter yang terjadi di negara kita. Selain itu hendaknya disadari bahwa dimasa sekarang ini mereka berada dalam suatu persaingan yang semakin ketat dan sebuah tantangan besar yaitu era perdagangan global abad 21. Usaha yang dapat bertahan hidup hanyalah mereka yang tanggap dalam memperbaiki kualitas, efisien serta mampu mengantisipasi keinginan dan kebutuhan pasar. Oleh karena itu diperlukan karyawan yang memiliki tingkat produktivitas kerja yang tinggi agar produksi dapat tercapai sesuai dengan target. Karyawan merupakan aset yang berperan penting dalam perusahaan, dengan demikian perlu untuk diperhatikan latar belakang tingkat pendidikannya karena tingkat pendidikan yang dimiliki seseorang akan mempengaruhi pola pikir, sikap dan tingkah lakunya dan diyakini bahwa karyawan yang berpendidikan tinggi lebih tinggi pula
produktivitasnya Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah: (1) apakah ada
pengaruh tingkat pendidikan terhadap produktivitas kerja karyawan bagian produksi pada Maharani Handicraft di Kabupaten Bantul dan (2) seberapa besar pengaruh tingkat pendidikan karyawan bagian produksi pada Maharani Handicraft di Kabupaten Bantul. Penelitian ini bertujuan: (1) Mengetahui ada atau tidaknya pengaruh tingkat pendidikan karyawan bagian produksi pada Maharani Handicraft di Kabupaten Bantul dan (2) Mengetahui seberapa besar pengaruh tingkat pendidikan karyawan bagian produksi pada Maharani Handicraft di Kabupaten Bantul.
Populasi penelitian ini adalah karyawan bagian produksi pada Maharani Handicraft di Kabupaten Bantul yang berjumlah 68 orang. Karena jumlah populasi kurang dari 100 maka sampel sejumlah populasi yang ada. Ada 2 (dua) variabel yang dikaji dalam penelitian ini, yaitu: (1) tingkat pendidikan dan (2) produktivitas kerja. Metode pengumpulan data ini adalah angket dan dokumentasi. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan teknik deskriptif persentase dan regresi linier sederhana.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendidikan mempengaruhi produktivitas kerja karyawan bagian produksi pada Maharani Handicraft di Kabupaten Bantul. Hal ini ditunjukkan dengan nilai koefisien R sebesar 0,715 dan taraf signifikansi ada F hitung yaitu sebesar 0,000 (di bawah 0,05) yang dapat diintepretasikan bahwa setiap kenaikan indeks tingkat pendidikan akan diikuti pula oleh kenaikan produktivitas kerja secara signifikan dan sebaliknya.
Besarnya kontribusi nyata yang diberikan oleh tingkat pendidikan adalah sebesar 51,1% dan sisanya 48,9% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Peneliti menyarankan agar pihak manajemen memberikan kesempatan kepada karyawan untuk menempuh pendidikan non formal lainnya agar bertambah pengetahuannya dan memberlakukan peraturan dan sanksi, sehingga produktivitas kerja karyawan dapat semakin meningkat.

+/- Untuk Download

Download Skripsi Lengkap tinyurl.com/yd7ronj

Read more >>

| 1 comments ]

Kata Kunci : Motivasi, Disiplin Kerja dan Kepuasan Kerja.
Permasalahan yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah (1) adakah pengaruh motivasi dan disiplin kerja terhadap kepuasan kerja? (2) seberapa besar pengaruh motivasi dan disiplin kerja terhadap kepuasan kerja?. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui ada atau tidaknya pengaruh motivasi dan disiplin kerja terhadap kepuasan kerja (2) untuk mengetahui seberapa besar pengaruh motivasi dan disiplin kerja terhadap kepuasan kerja pegawai Kantor Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Grobogan.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai Kantor Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Grobogan yang berjumlah 66 pegawai, dengan menggunakan metode penelitian yaitu penelitian populasi dengan mengambil seluruh populasi sebagai responden. Ada 3 (tiga) variabel dalam penelitian ini yaitu variabel X1 adalah motivasi yang mempunyai indikator kebutuhan fisiologis, kebutuhan keamanan/rasa aman, kebutuhan sosial, kebutuhan akan harga diri, kebutuhan aktualisasi diri. Variabel X2 yaitu disiplin kerja yang mempunyai indikator yaitu ketepatan waktu, pemanfaatan sarana, tanggung jawab kerja, ketaatan. Variabel Y yaitu kepuasan kerja yang mempuyai indikator yaitu psikologi kerja, fisik kerja dan finansial. Dengan menggunakan metode pengumpulan data melalui angket, dokumentasi dan observasi, data yang diperoleh dari penelitian dianalisis dengan menggunakan metode analisis kuantitatif (persamaan regresi ganda dan korelasi 2 prediktor dengan uji simultan serta uji parsial ), metode analisis deskriftif persentase dan metode koefisien determinasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kerja pegawai Kantor Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Grobogan masih termasuk kategori rendah. Hal ini ditunjukkan dari hasil analisis data bahwa thitung > t tabel yaitu sebesar ( 2,729> 2,00) serta sumbangan parsial sebesar 32,5 %. Sedangkan variabel disiplin kerja pegawai Kantor Dinas Pendidikan Nasional juga masih tergolong dalam kategori rendah, hal ini dapat ditunjukkan dari hasil analisis data t hitung> t tabel yaitu sebesar (2,206 > 2,00)
serta sumbangan parsial sebesar 26,8 %.
+/- Untuk Download

Download Skripsi Disini inyurl.com/yavspyz

Read more >>

| 0 comments ]

Kata Kunci : Karakteristik Individu, dan Kepuasan Kerja.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah ada hubungan antara karakteristik individu perawat pelaksana dengan kepuasan kerja perawat pelaksana di RS Banyumanik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik individu perawat pelaksana diantaranya adalah umur, jenis kelamin, masa kerja, tingkat pendidikan, dan status perkawinan dengan kepuasan kerja perawat pelaksana di RS Banyumanik.
Jenis penelitian ini adalah survei analitik cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh jumlah perawat yang ada di RS Banyumanik sebanyak 31 orang. Tehnik yang digunakan untuk pengambilan sampel adalah total sampling atau penentuan jumlah sampel bila semua anggota populasi diambil sebagai sampel.Jumlah sampel sebanyak 31 orang perawat pelaksana. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner,. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan uji indepensi Chi-Square dengan derajat kemaknaan Berdasarkan hasil analisis uji statistik didapatkan adanya hubungan antara umur dan kepuasan kerja dengan nilai p (0,017) <> 0,05. Hubungan antara masa kerja dan kepuasan kerja memiliki nilai p (0,816) >
0,05. Hubungan antara tingkat pendidikan dan kepuasan kerja memiliki nilai p (1,00) > 0,05.Hubungan antara status perkawinan dan kepuasan kerja memiliki nilai p (0,049)
+/- Untuk Download

Download Skripsinya disini tinyurl.com/ygc7c9p

Read more >>

| 1 comments ]

Kata Kunci: Keaktifan, Pembelajaran Kuantum, Prestasi Belajar
Salah satu metode pembelajaran yang memungkinkan siswa belajar secara optimal adalah metode pembelajaran kuantum. Metode pembelajaran ini menekankan kepada keaktifan siswa. Fenomena di SMK Kimia Industri Theresiana Semarang menunjukkan bahwa keaktifan pada saat mengikuti praktikum relatif aktif, namun pada saat mengikuti pembelajaran di kelas masih kurang aktif, sehingga perlu penggunaan model pembelajaran baru untuk meningkatkan keaktifan siswa. Salah satu alternatifnya adalah pembelajaran kuantum. Permasalahan yang diungkap dalam penelitian ini apakah keaktifan siswa dalam metode pembelajaran kuantum mempengaruhi prestasi belajar kimia dasar I pokok bahasan kimia koloid kelas X SMK Kimia Industri Theresiana Semarang ? Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh keaktifan siswa dalam metode pembelajaran kuantum mempengaruhi prestasi belajar kimia dasar I pokok bahasan kimia koloid kelas X SMK Kimia Industri Theresiana Semarang. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMK Kimia Industri Theresiana Semarang tahun ajaran 2004/2005 sebanyak 100 siswa yang terbagi menjadi 3 kelas yaitu 28 siswa pada kelas X-A, 36 siswa pada kelas X-B dan 36 siswa pada kelas X-C. Sampel diambil secara acak dan diperoleh kelas X-B sebagai kelompok eksperimen dan kelas X-C sebagai kelompok kontrol. Variabel yang yang diteliti adalah hasil keaktifan siswa dan prestasi belajar pada pokok bahasan kimia koloid. Data diambil dengan observasi dan tes. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji t dan analisis regresi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh keaktifan siswa dalam pembelajaran kuantum terhadap prestasi belajar kimia dasar I pokok bahasan kimia koloid pada siswa kelas X SMK Kimia Industri Theresiana Semarang Tahun Ajaran 2004/2005, terbukti dari hasil analisis regresi diperoleh Fhitung = 458,43 > Ftabel (4,130) yang berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Besarnya pengaruh keaktifan siswa pada pembelajaran kuantum terhadap prestasi belajar mencapai 93,1%. Hasil uji perbedaan prestasi belajar antara kelompok eksperimen dan kontrol diperoleh thitung = 7,608 > ttabel (1,67) yang berarti rata- rata prestasi belajar pada kelompok eksperimen sebesar 8,42 lebih tinggi daripada kelompok kontrol sebesar 7,37. Perbedaan prestasi belajar ini disebabkan karena pada pembelajaran kuantum lebih ditekankan pada kerjasama, diskusi, presentasi aktif sehingga berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disarankan :1) kepada guru untuk mengembangkan kreatifitas dalam pembelajaran dengan mengkaitkan kehidupan sehari- hari dalam pembelajaran sehingga keaktifan siswa dapat lebih ditingkatkan. 2) Peneliti lain diharapkan dapat melakukan penelitian dengan lingkup yang lebih besar dengan menambah variabel seperti motivasi belajar dan minat belajar.

+/- Untuk Download

Download Skripsi Disini tinyurl.com/y8rh39h

Read more >>

| 0 comments ]

Pada Dasarnya terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi motivasi belajar siswa antara lain : guru, siswa, sarana dan prasarana, lingkungan pendidikan, kurikulum. dari beberapa faktor tersebut guru dalm proses belajar mengajar di sekolah mempunyai kedudukan yang yang sangat penting dan tanpa mengabaikan faktor penunjang yang lain, guru sebagai subyek pendidikan sangat menentukan keberhasilan pendidikan itu sendiri.

+/- Untuk Download

download jurnalnya disini tinyurl.com/yh9bne7 /p>

Read more >>