| 0 comments ]

ABSTRACT Since free-floating exchange rate system has been applied in Indonesia on August 1998, the accumulation of depreciation of rupiah against the US dollar has been about 48,7% until December 2001. This condition
brings many argumentations about the reasons behind the exchange rate instability faced by Indonesia among many experts whether it is caused by economic factors or by non-economic factors. By recognizing the causes, it will be easier for the experts and government of Indonesia to formulate the solution.
This research is intended to analyze the influence of economic variables, i.e. inflation, interest rate, money supply, national income in both Indonesia and The United State of America, as well as the position of the balance of international payment of Indonesia to the exchange rate movement in order to give contributions to solve the problem. Based on the result money supply becomes the only variable which has
a significant influence on the exchange rate movement, instead of the other variables. Coefficient of determination of the research model is 32.5%, means that other factors, not accommodated in this research, give 67.5% influence to the exchange rate movement. These other factors can be catagorized as other economic factors or non-economic factors. Finally, it can be concluded that except the variable of money supply,
most of the exchange rate movement is influenced by the other factors,
which are economic factors or non economic factors.

ABSTRAK
Sejak diterapkannya sistem nilai tukar mengambang bebas di Indonesia yang dimulai pada bulan Agustus 1998 nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika secara akumulatif telah terdepresiasi sebesar 48,7% sampai dengan Desember 2001. Kenyataan ini telah mengakibatkan perdebatan banyak ahli tentang sumber ketidakstabilan nilai tukar tersebut, apakah disebabkan oleh faktor ekonomi ataukah faktor non ekonomi. Dengan
mengetahui sumber penyebabnya, maka akan lebih mudah bagi para ahli dan penyelenggara negara untuk merumuskan solusinya. Penelitian ini bertujuan menganalisis tentang hubungan berbagai variabel ekonomi, yaitu tingkat inflasi; tingkat suku bunga; jumlah uang beredar; pendapatan nasional di Indonesia dan Amerika Serikat, serta
posisi neraca pembayaran internasional Indonesia, dalam mempengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika, dengan tujuan untuk memberikan kontribusi pemikiran terhadap proses pemecahan permasalahan tersebut.
Dari analisis data diperoleh hasil bahwa hanya variabel jumlah uang beredar yang memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika, sedangkan variabel – variabel yang lainnya tidak. Dengan koefisien determinasi sebesar 32,5% mengindikasikan, bahwa 67,5% dari variabel terikatnya dipengaruhi oleh
faktor–faktor selain faktor ekonomi yang dalam penelitian ini menjadi variabel bebas. Faktor–faktor lain tersebut bisa dikategorikan dalam faktor ekonomi lainnya maupun faktor–faktor non ekonomi.
Dengan demikian dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan, bahwa, kecuali variabel jumlah uang beredar, sebagian besar pergerakan nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat ditentukan oleh faktor-faktor lain, baik faktor ekonomi maupun faktor non ekonomi.
Kata kunci: nilai tukar, faktor ekonomi, faktor non ekonomi.
dowwnload jurnal
Read more >>

| 0 comments ]

Abstract: This research has a purpose to provide empirical evidence about factors that affect bankruptcy and financial distress of bank. The examined factors on this research are CAMEL financial ratio. The samples consist of 16 banks which had not bankrupt until 2000; 2 banks bankrupt, and 6 banks which had financial distress. The statistic method used to test on the research hypothesis is logit regression. The result show that CAMEL financial ratio had classification power to predict bankruptcy and financial distress banks.
Keywords: financial distress, bankruptcy, CAMEL financial ratio.

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memberikan bukti empiris tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kondisi kebangkrutan dan kesulitan keuangan perusahaan. Faktor-faktor yang diuji dalam penentuan kondisi kebangkrutan dan kesulitan keuangan perusahaan adalah rasio keuangan CAMEL sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia. Sampel penelitian terdiri dari dari 16 bank sehat, 2 bank yang mengalami kebangkrutan dan 6 bank yang mengalami kondisi kesulitan keuangan. Metode statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis penelitian adalah regresi logistik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rasio keuangan CAMEL memiliki daya klasifikasi atau daya prediksi untuk kondisi bank yang mengalami kesulitan keuangan dan bank yang mengalami kebangkrutan.
Kata kunci: kesulitan keuangan, kebangkrutan, rasio keuangan CAMEL.
download jurnal
Read more >>

| 0 comments ]

OPPORTUNITY AND CHALLENGE IS AN IMPLEMENTATIOn OF BUDGET BASED PERFORMANCE

ABSTRACT
New paradigm of modern society pushes financial reform of regencies. One of the reform is applicating of performance-based budget. The budget compilation process and target demonstrate regencies opportunities to develop vision and mission as well as to materializesociety expectation and desire in accordance with the regencies potentials. However, the implementation of the budget faces uneasy challenges.
Key words: opportunity, challenge and budget based performance


ABSTRAK
Paradigma baru masyarakat modern mendorong reformasi dalam pengelolaan keuangan daerah. Salah satu wujud reformasi tersebut adalah penerapan anggaran berbasis kinerja. Proses penyusunan dan sasaran yang ingin dicapai dari sistem anggaran berbasis kinerja menggambarkan adanya peluang bagi daerah untuk mengembangkan visi dan misi serta mewujudkan keinginan dan harapan masyarakat sesuai dengan potensi yang dimiliki daerah yang bersangkutan. Penerapan anggaran berbasis kinerja ini juga memberi tantangan yang tidak ringan.
Kata kunci : peluang, tantangan, anggaran berbasis kinerja
download jurnal
Read more >>

| 0 comments ]

THE ASSESSMENT OF CAMEL EFFECT TOWARD THE PERFORMANCE OF COMPANY
ABSTRACT

Banking in Indonesia recognized as a tough and strong banking before crisis-monetary attacks was proved to have weak foundations. Shake to Indonesian system caused many banks facing difficulties in liquidity and they were forced to end their business/bankrupt. Stability in banking organizations is very important for economy. This stability is not always evaluated only on the number of circulating money but also that of existing banks functioning as a financial organization. Performance of Indonesian banking in midst 1997 faced 1997 a large rupiah depression and many of them were liquidated. Therefore, bank management in carrying out its business is needed to secure balances in liquidity maintenance with achieving an order remunerativeness and fulfillment of modal needs suitable with its investments. The assessment was performed in order to improve performance of banking in management, stockholder, and governmental sectors. This research use regretion statistic by pooled data.
According to research results in 17 banks with base years of 1997-2001, it could be
concluded that CAMEL in 1997-2000 had significant influences toward ROA in 1998-2001.
CAMEL in 1997 had significant influences toward ROA in 1998. CAMEL in 1999 had significant influences toward ROA in 2000. CAMEL in 2000 had significant influences toward ROA in 2001.
Key words : CAMEL, ROA

ABSTRAK
Keadaan perbankan Indonesia yang dikenal kuat dan tangguh sebelum terjadinya krisis moneter ternyata memiliki dasar/pondasi yang lemah. Guncangan terhadap sistem di Indonesia mengakibatkan banyak bank mengalami kesulitan likuiditas sehingga harus menutup usahanya/pailit. Kestabilan lembaga perbankan sangat dibutuhkan dalam lembaga
perekonomian. Kestabilan ini tidak saja dilihat dari jumlah uang yang beredar namun juga
dilihat dari jumlah bank yang ada sebagai perangkat penyelenggaraan keuangan. Kinerja perbankan Indonesia pada pertengahan 1977 mengalami depresi rupiah yang sangat tajam,
banyak bank yang dilikuidasi. Oleh karena itu diperlukan pengelolaan bank dalam melakukan usahanya untuk menjaga keseimbangan pemeliharaan likuiditas yang dengan pencapaian rentabilitas yang wajar serta pemenuhan kebutuhan modal bank yang memadai sesuai dengan jenis penanamannya. Penilaian ini dilakukan untuk meningkatkan kinerja dunia perbankan baik dalam sektor manajemen, pemegang saham, maupun pemerintah. Penelitian ini menggunakan alat statistik regresi.
Berdasarkan hasil penelitian pada 17 bank dengan tahun dasar 1997-2001 maka diperoleh kesimpulan bahwa: CAMEL pada tahun 1996-2000 berpengaruh signifikan terhadap ROA tahun 1998-2001. CAMEL pada tahun 1997 tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA tahun 1998. CAMEL pada tahun 1999 berpengaruh signifikan terhadap ROA tahun 2000. CAMEL pada tahun 2000 berpengaruh signifikan terhadap ROA tahun 2001.
Kata kunci: CAMEL, ROA
download jurnal
Read more >>

| 0 comments ]

Arlina Nurbaity Lubis
Program Studi Ilmu Manajemen
Fakultas Ekonomi
Universitas Sumatera Utara


BAB I
PENDAHULUAN

A. ALASAN PEMILIHAN JUDUL
Sebagaimana kita ketahui bahwa produk ataupun jasa yang dihasilkan oleh perusahaan tidak mungkin dapat mencari sendiri pembeli ataupun peminatnya. 0leh karena itu, produsen dalam kegiatan pemasaran produk atau jasanya harus membutuhkan konsumen mengenai produk atau jasa yang dihasilkannya. Salah satu cara yang digunakan produsen dalam bidang pemasaran untuk tujuan meningkatkan hasil produk yaitu melalui kegiatan
promosi. Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa promosi adalah salah satu faktor yang diperlukan bagi keberhasilan dan strategi pemasaran yang diterapkan suatu perusahaan terutama pada saat ini ketika era informasi berkembang pesat, maka promosi merupakan salah satu senjata ampuh bagi perusahaan dalam mengembangkan dan mempertahankan usaha. Suatu produk tidak akan dibeli bahkan dikenal apabila konsumen tidak mengetahui kegunaannya, keunggulannya, dimana produk dapat diperoJeh dan berapa harganya. Untuk itulah konsumen yang menjadi sasaran produk atau jasa perusahaan perlu diberikan informasi yang jelas. Maka peranan promosi berguna untuk:
- Memperkenalkan produk atau jasa serta mutunya kepada masyarakat.
- Memberitahukan kegunaan dari barang atau jasa tersebut kepada masyarakat serta cara penggunaanya.
- Memperkenalkan barang atau jasa baru
Oleh karenanya adalah menjadi keharusan bagi perusahaan untuk melaksanakan promosi dengan strategi yang tepat agar dapat memenuhi sasaran yang efektif. Promosi yang dilakukan harus sesuai dengan keadaan perusahaan.
Dimana harus diperhitungkan jumlah dana yang tersedia dengan besarnya manfaat yang diperoleh kegiatan promosi yang dijalankun perusahaan.

Sebagaimana diketahui bahwa keadaan dunia usaha bersifat dinamis, yang selalu mengalami perubahan yang terjadi setiap saat dan adanya keterkaitan antara satu dengan yang lainnya. Oleh karena itu strategi pemasaran mempunyai peranan yang sangat penting untuk keberhasilan perusahaan umumnya dan pada bidang pemasaran khususnya. Disamping itu strategi pemasaran yang diterapkan harus ditinjau dan dikembangkan sesuai dengan perkembangan pasar dan lingkungan pasar tersebut. Dengan demikian strategi pemasaran harus dapat memberikan gambaran yang jelas dan terarah tentang apa yang dilakukan perusahaan dalam menggunakan setiap kesempatan atau paduan pada beberapa sasaran pasar. Melihat pentingnya strategi pemasaran terhadap peningkatan volume penjualan perusahaan, maka penulis tertarik untuk lebih memperjelas lagi topik tersebut dalam penulisan karya ilmiah ini.
download jurnal
Read more >>

| 0 comments ]

Dewi Urip Wahyuni
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Fatahillah Surabaya

ABSTRACT
The purpose of this research is to find out and to analysis the effect of motivation, perception and consumer’s attitude through purchasing decision. The object of this research is “HONDA” a motorcycle’s brand’s users and buyers around west Surabaya. Based on the result of this research is known that motivation, perception and customer’s attitude influence Honda purchasing with positively and significantly through purchasing decision Honda a motorcycle brand. The benefit of this research is used as a source of information for increasing sales volume amount through consumer’s behavior.
Keywords: motivation, perception, consumer’s attitude and purchasing decision

ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh motivasi, persepsi dan sikap konsumen terhadap keputusan pembelian. Satuan unit/obyek analisis penelitian ini adalah konsumen atau pembeli dan pengguna sepeda motor merek Honda di Kawasan Surabaya Barat. Dari hasil penelitian diketahui bahwa motivasi, persepsi, sikap konsumen berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian sepeda motor merek Honda. Manfaat penelitian ini dapat dipakai sebagai informasi dalam usaha untuk meningkatkan volume penjualan melalui perilaku konsumen.
Kata kunci: motivasi, persepsi, sikap konsumen dan keputusan pembelian.

PENDAHULUAN
Perkembangan usaha dewasa ini telah diwarnai dengan berbagai macam persaingan di segala bidang. Melihat kondisi tersebut menyebabkan pebisnis semakin dituntut untuk mempunyai strategi yang tepat dalam memenuhi target volume penjualan. Mengingat perkembangan teknologi yang makin dinamis, manusia dituntut dengan cepat dan tepat untuk bertindakagar tidak kalah bersaing. Menurut Kotler (2002:34), dalam meningkatkan persaingan masing-masing perusahaan harus dapat memenangkan persaingan tersebut dengan menampilkan produk yang terbaik dan dapat memenuhi selera konsumen yang selalu berkembang dan berubah-ubah. Seiring dengan perkembangan jaman dan semakin meningkatnya kebutuhan alat transpotasi membawa angin segar bagi perusahaan otomotif terutama di bidang sepeda motor, yang mana sangat dibutuhkan oleh banyak orang selain harganya terjangkau dan mudah perawatannya. Saat ini banyak sekali bermunculan merek sepeda motor dengan berbagai model, desain, memberikan kualitas yang bagus dan harga yang cukup bersaing. Bagi perusahaan yang bergerak di bidang otomotif hal ini merupakan suatu peluang untuk menguasai pangsa pasar. Salah satu merek yang digemari oleh sebagian masyarakat sejak dahulu adalah merek Honda. Untuk menghadapi persaingan tersebut produk Honda selalu menciptakan penemuan-penemuan baru yang mana
disesuaikan dengan perkembangan jaman dan keinginan dari masyarakat agar produknya tetap laku. Produk yang ditawarkan oleh perusahaan dapat menjadi salah satu pembentukan motivasi, persepsi dan sikap konsumen dalam melakukan pengambilan keputusan pembelian. Disamping itu kemudahan untuk mendapatkan alat transpotasi jenis sepeda motor saat ini sangat mudah karena program pemberian kredit bisa dilakukan dengan uang muka yang terjangkau oleh semua lapisan masyarakat. Perilaku konsumen dipengaruhi olek faktor usia, jenis kelamin, pekerjaan dan pendapatan. Berdasarkan semakin tingginya kebutuhan masyarakat terhadap alat transportasi pribadi berupa sepeda motor dan meningkatnya persaingan untuk merebut konsumen maka
penulis tertarik untuk meneliti “Pengaruh Motivasi, Persepsi, dan Sikap Konsumen terhadap Keputusan Pembelian Sepeda Motor Merek “HONDA” di Kawasan Surabaya Barat.” Berdasarkan latar belakang yang ada, penulis membuat rumusan masalah sebagai berikut: apakah ada pengaruh motivasi, persepsi dan sikap konsumen terhadap keputusan pembelian sepeda motor Merek “HONDA” di Kawasan Surabaya Barat.? Sedangkan tujuan penelitian yang diharapkan oleh peneliti adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh motivasi, persepsi dan sikap konsumen terhadap keputusan pembelian sepeda motor Merek “HONDA” di Kawasan Surabaya Barat.
download jurnal
Read more >>

| 0 comments ]

ABSTRACT
Objective of this article is to describe a conceptual framework that shows the relationship of variables of leadership, culture, strategy, and performance. The article presented some theoretical concepts of Organizational Behavior, Organizational Culture, Leadership, and Strategic Management. Finally, some possible research objective observing the relationship of variables of leadership, culture, strategy, and performance are highly expected to develop the objective of the study.
Keywords: leadership, culture, strategy, performance.


ABSTRAK
Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk menjelaskan suatu kerangka kerja konseptual yang menggambarkan hubungan variabel-variabel kepemimpinan, budaya, strategi, dan kinerja. Artikel ini mempresentasikan beberapa konsep teori dari Perilaku Organisasi, Budaya Organisasi, Kepemimpinan, dan Manajemen Strategik. Akhirnya beberapa tujuan penelitian yang mengamati tentang hubungan variabel-variabel kepemimpinan, budaya, strategi, dan kinerja sangatlah diharapkan untuk mengembangkan tujuan penelitian.
Kata kunci: kepemimpinan, budaya, strategi, kinerja.
download jurnal

Read more >>

| 0 comments ]

THE TOTAL QUALITY MANAGEMENT AS A NEW MANAGEMENT FRAMEWORK FOR OPTIMAZATION

Ketut Suardhika Natha
Jurusan Ilmu Ekonomi
Fakultas Ekonomi, Universitas Udayana, Denpasar


ABSTRACT
The problem of optimization is not a simple task. Reaching the highest objective of the company which is optimum result or optimum profit, the company will bring all of its force including human resource and others, to battle in the war of business. Scientific calculationformulated the value that will be reached by the company is equal to value = total revenue – total cost. By the following days, in a real life, to reach optimum result, company will conduct certain strategies which are not only prizing and product strategy, but involving all divisions of the company. The Total Quality Management is the answer to reach the goal. Total Quality Management requires the strength of each company divisions, human resources and other resources working together under one vision. The result will be a good working life, a better product and satisfied costumers.
Key words: Total Quality Management, optimalization


ABSTRAK
Permasalahan optimalisasi bukanlah perkara yang mudah. Untuk meraih suatu peraihan yang optimal, perusahaan berusaha sekuat tenaga dengan memberdayakan sumber daya yang dimiliki. Secara matematis, nilai yang ingin diraih secara optimum oleh perusahaan, dirumuskan dengan nilai = total revenue – total cost. Secara nyata, pencapaian nilai yang optimal melibatkan berbagai macam strategi, yang tidak semata mata mengandalkan produk dan harga yang bernaung di bawah departemen pemasaran perusahaan, tetapi keseluruhan elemen dari perusahaan tersebut. Pendekatan Total Quality Management adalah salah satu upaya untuk meraih nilai yang optimal dengan melibatkan keseluruhan unsur perusahaan, di bawah satu visi bersama. Proses kerja yang lebih efektif dan efisien, diikuti oleh sumber daya manusia yang berkompeten dengan loyalitas dan daya juang yang tinggi, akan menghasilkan peningkatan kinerja yang berujung pada kepuasan konsumen.
Kata kunci: Total Quality Management, optimisasi
download jurnal
Read more >>

| 0 comments ]

I G A N BUDIASIH
Jurusan Akuntansi
Fakultas Ekonomi, Universitas Udayana

ABSTRACT
This research studies factors influencing the practices of income smoothing in manufacturing and financial firms listed on the Indonesian Stock Exchange during 2002-2006. Eckel Index is used to measure the income smoothing, while companies sizes are measured by total assets. Profitability is measured by ratio of before tax net profit to total assets, financial leverage is measured by debt to total assets ratio, and dividend pay out ratio by comparing dividend per share with earnings per share. Research population includes all manufacturing and financial firms listed on the
Indonesian Stock Exchange from 2002 to 2006. Sample consists of 84 firms. Data are analyzed using multiple linear regressions with results that company size, profitability, and dividend pay out ratio have positive and significant impact on income smoothing practices.
Financial leverage is the only factor that does not affect income smoothing practices.
Keywords: company size, profitability, financial leverage, dividend pay out ratio, income smoothing

PENDAHULUAN
Laporan keuangan merupakan sarana utama untuk memperoleh informasi keuangan yang dikomunikasikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan dalam mengambil keputusan
ekonomi. Salah satu informasi yang sangat penting untuk pengambilan keputusan adalah laba. Pentingnya informasi laba ini disadari oleh manajemen sehingga manajemen cenderung melakukan disfunctional behaviour (perilaku tidak semestinya).
Disfunctional behaviour tersebut dipengaruhi oleh adanya asimetri informasi dalam konsep teori keagenan. Konflik keagenan akan muncul apabila tiap-tiap pihak, baik principal maupun agent mempunyai perbedaan kepentingan dan ingin memperjuangkan
kepentingan masing-masing.
Praktik perataan laba merupakan fenomena yang umum terjadi sebagai usaha manajemen untuk mengurangi fluktuasi laba yang dilaporkan (Nasir dkk., 2002). Tindakan perataan laba adalah suatu sarana yang dapat digunakan manajemen untuk mengurangi fluktuasi pelaporan penghasilan dan memanipulasi variabel-variabel akuntansi atau dengan melakukan transaksitransaksi riil.
Tindakan ini menyebabkan pengungkapan informasi mengenai penghasilan laba menjadi menyesatkan. Oleh karena itu, akan mengakibatkan terjadinya kesalahan dalam pengambilan
keputusan oleh pihak-pihak yang berkepentingan dengan perusahaan, khususnya pihak eksternal (Jatiningrum, 2000).
download jurnal
Read more >>

| 0 comments ]

NI WAYAN YUNIASIH
MADE GEDE WIRAKUSUMA
Jurusan Akuntansi
Fakultas Ekonomi, Universitas Udayana

ABSTRACT
Researches on the influence of financial performance on corporate value have been widely conducted, however results inconsistency occurred. Financial performance, which in this case is assessed by Return on Assets (ROA), have a positive effect on corporate value, however there are also some findings that ROA have a negative effect. Researchers predicted that there are other influencing factors. This condition drives researchers to use corporate social responsibility (CSR) and good corporate governance (GCG) as moderating variables. This research aims to test the influence of financial performance on corporate value by
considering the two moderating variables.
This research uses 27 manufacturing firms listed on the Jakarta Stock Exchange during 2005 - 2006 as samples with 54 observation Hypothesis is tested using moderated regression analysis to find out the interactive influence of the moderating variables. The corporate value measured using Tobin's Q, while disclosure of CSR and GCG are measured with CSR Index and managerial ownerships, respectively..
Results indicate that (1) ROA has a positive effect on corporate value, (2) the disclosure of CSR is able to moderate relation of ROA and corporate value, but managerial ownerships are unable to moderate the link. This is possible because managerial ownerships in Indonesia is still very small and companies tend to be family-owned.
Keywords: financial performance, corporate value, CSR disclosure, good corporate governance


PENDAHULUAN
Penelitian mengenai faktor-faktor yang berpengaruh terhadap nilai perusahaan telah dilakukan. Penelitian menemukan bahwa struktur risiko keuangan dan perataan laba berpengaruh terhadap nilai perusahaan (Suranta dan Pratana, 2004; Maryatini, 2006). Invesment opportunity set dan leverage berpengaruh terhadap nilai perusahaan (Andri dan Hanung, 2007). Penelitian mengenai pengaruh kinerja keuangan dalam hal ini return on asset (ROA) terhadap nilai perusahaan menunjukkan hasil yang tidak konsisten.
Modigliani dan Miller dalam Ulupui (2007) menyatakan bahwa nilai perusahaan ditentukan oleh earnings power dari aset perusahaan. Hasil positif menunjukkan bahwa semakin tinggi earnings power semakin efisien perputaran aset dan atau semakin tinggi profit margin yang diperoleh perusahaan. Hal ini berdampak pada peningkatan nilai perusahaan. Penelitian yang dilakukan oleh Ulupui (2007) menemukan hasil bahwa ROA berpengaruh
positif signifikan terhadap return saham satu periode ke depan. Oleh karena itu, ROA merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Makaryawati (2002), Carlson dan Bathala (1997) dalam Suranta dan Pratana (2004) juga menemukan bahwa ROA berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Namun, hasil yang berbeda diperoleh oleh Suranta dan Pratana (2004) serta Kaaro (2002) dalam Suranta dan Pratana (2004) dalam penelitiannya menemukan bahwa ROA justru berpengaruh negatif terhadap
nilai perusahaan. Hal ini menunjukkan adanya faktor lain yang turut mempengaruhi hubungan ROA dengan nilai perusahaan. Oleh karena itu, peneliti memasukkan pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) dan Good Corporate Governance (GCG) sebagai variabel moderasi yang diduga ikut memperkuat atau memperlemah pengaruh tersebut.
Beberapa tahun terakhir banyak perusahaan semakin menyadari pentingnya menerapkan program Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai bagian dari strategi bisnisnya. Penelitian Basamalah dan Jermias (2005) menunjukkan bahwa salah satu alasan manajemen melakukan pelaporan sosial adalah untuk alasan strategis. Meskipun belum bersifat mandatory, tetapi dapat dikatakan bahwa hampir semua perusahaan yang terdaftar di
Bursa Efek Jakarta sudah mengungkapkan informasi mengenai CSR dalam laporan tahunannya.
Dari perspektif ekonomi, perusahaan akan mengungkapkan suatu informasi jika informasi tersebut dapat meningkatkan nilai perusahaan (Verecchia, 1983 dalam Basamalah dan Jermias, 2005). Perusahaan akan memperoleh legitimasi sosial dan memaksimalkan kekuatan keuangannya dalam jangka panjang melalui penerapan CSR (Kiroyan, 2006).
Selain pengungkapan CSR peneliti juga menggunakan good corporate governance sebagai variabel pemoderasi. Pengelolaan perusahaan juga mempengaruhi nilai perusahaan. Masalah corporate governace muncul karena terjadinya pemisahan antara kepemilikan dan pengendalian perusahaan.
Pemisahan ini didasarkan pada agency theory yang dalam hal ini manajemen cenderung akan meningkatkan keuntungan pribadinya daripada tujuan perusahaan. Selain memiliki kinerja keuangan yang baik perusahaan juga diharapkan memiliki tata kelola yang baik. Dalam penelitian ini indikator mekanisme corporate governance yang digunakan adalah kepemilikan manajerial. Dalam penelitian ini semakin tinggi kepemilikan manajerial diharapkan pihak manajemen akan berusaha semaksimal mungkin untuk kepentingan para pemegang saham. Hal ini disebabkan oleh pihak manajemen juga akan memperoleh keuntungan bila perusahaan memperoleh laba.
download jurnal
Read more >>

| 0 comments ]

AULIA ISHAK
Jurusan Teknik Industri
Fakultas Teknik
Universitas Sumatera Utara

Pendahuluan
Sebagai sesama makhluk hidup di dunia yang perduli akan orang lain akan mempertimbangkan teknik keselamatan yang lebih baik di dalam dunia usaha. Seorang pekerja yang kehilangan lengan, kaki atau bahagian lain pada tubuhnya dalam kecelakaan dibidang industri tidak hanya dihadapkan pada penderitaan dan kekurangan yang sementara saja, tetapi harus juga mengantisipasi pengeluaranserta trauma dengan kekurangannya kemampuan dan pendapatan selama hidupnya.
Kecelakaan di bidang industri termasuk untuk biaya kesehatan, biaya kompensasi, tunjangan korban, dan semua biaya tersebut dibayar oleh asuransi bagi yang telah membayar premium asuransi. Bagaimanapun juga biaya langsung kecelakaan jika di bandingkan seperti luncuran es di atas air, karena biaya tersebut merupakan gambaran pengeluaran yang besar. Pemerintah mengestimasi biaya tidak langsung kecelakaan di bidang industri 3 - 5 kali lipat dari biaya langsung. Studi kasus menunjukkan pabrik yang aman adalah pabrik yang efisien, apalagi untuk pabrik yang luas dan besar, aman dari produktivitas. Pekerja pada pabrik yang aman dapat meningkatkan pengembangan kuantitas dan kualitas dan berhenti memikirkan kekurangan kesejahteraan yang akan diterima. Bagian manajemen akan menyadari keselamatan pekerja pada saat bekerja
sangat penting untuk dikemukakan. Ditandai dengan banyaknya biaya tidak langsung yang baru dibahas dari hasil kecelakaan. Hasil efisiensi dari pergantian sementara dan turunnya efektivitas dari pekerja yang menjadi korban kecelakaan tidak tergantung pada dimana atau kapan penderitaan yang dialaminya. Walaupun pekerja tidak di gaji karena absen disebabkan sakit, ketidakhadiran pekerja dapat menyebabkan berkurangnya pendapatan perusahaan.

download jurnal
Read more >>

| 0 comments ]

I Nyoman Rindra Hanjaswara

ABSTRACT
Export is represent of existing from international economics. The crafting is one of the main commodities export in Province of Bali. The center Industry which is rounded by flatten the totality regency exist in Bali and also raw material from crafting which majority got from plantation product in Bali, causing crafting become potential to be developed. The growth number of crafting ekpor of Bali in 1992-2005 tending to experience of the fluctuation with the growth equal to 36,1 graduity each year. Therefore this research analyze the variable which influencing the crafting number export in Province Bali like rate of interest credit,
American dollar rate and inflation in range of time 1992-2005. this Research target is to analyse the influence of rate of interest credit, American dollar rate and inflation to the crafting export in Bali, partial and simultaneous. The analyze in this research is using F test and t test by using SPSS program.
Result of data analysis show, that simultaneously rate of interest credit, American dollar rate and inflation have an effect on the significant to the export in Province of Bali period Bali 1992-2005. By parsial, rate of interest of credit and inflation are not have an effect on the significant to volume export, while American dollar rate have an effect on positive and significant to volume of [crafting/ diligence] of matting of period Bali 1992-2005
Keywords : Eksport, interest, inflation

Persamaan Pengaruh Suku Bunga Kredit, Kurs Dollar Amerika dan Inflasi terhadap Ekspor Kerajinan Menggunakan program SPSS, hasil olahan data diperoleh sebagai berikut :
Persamaan garis linear bergandanya menjadi :
Y = -232.569,5 + 112.963,816 X1 + 201,125 X2 – 13.337,452X3
Melalui pemograman yang sama diperoleh hasil Pengujian Ekonometrika ketiga variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu Suku Bunga Kredit, Kurs Dollar Amerika dan Inflasi memiliki nilai VIF di bawah 10 dan tolerance di atas 0,10. Ini berarti tidak terjadi multikolinearitas antara jumlah produksi, harga komoditi dan kurs dollar Amerika. Selanjutnya, dari hasil perhitungan diperoleh, bahwa 4-du (1,97) <> F tabel 3,71, maka Ho ditolak. Ini berarti bahwa suku bunga kredit, kurs Dollar Amerika dan inflasi scara serempak berpengaruh signifikan terhadap volume ekspor kerajinan anyaman Provinsi Bali.
download jurnal
Read more >>

| 0 comments ]

AN ANALYSIS SOME FACTORS THAT EFFECT EMPLOYMENT PARTICIPATION
(A Theoritical Analysis)

Anak Agung Sagung Kartika Dewi
Jurusan Manajemen
Fakultas Ekonomi, Universitas Udayana, Denpasar


ABSTRACT
Various development results are frequently as something brand new, an innovation is something weird and unknown formerly or misunderstanding about its benefit; that’s why to prevent those happened, the participation of the community or member is highly required. There are many evidence indicate that the participation is succeed to be applied in many job sectors; the employment in the company can also be participated in making decision technically, operationally, and strategically.
When the employment in an organization does not have high participation in their jobs, so then surely this organization will be stagnated to keep its life continuously. On contrary, as the members can show their high participation, they will be tended to show their loyality; this will remain them as organization member. On the other hand, the participation can give benefit to employment and organization; the employment is also being advantaged by wide relationship happened with another employment, such as: increasing their experiences, leadership, and responsibility’s behavior with the process of “learning by doing”.
Therefore, the participation is important to be applied in every organization, and also
necessary to pay attention on the understanding toward factors that influence it, such as: biography characteristic, personality, perception, value and behavior, motivation, learning process, and employment ability. As the participation will be created 2 ways-communications; it is where the information flows from top to lower and from lower to the top position. Because of employment participation, there will be mutual relationship between employment and organization that are able to be strengthening and giving advantage for organization and employment.
Key words : loyalty, participation, and employment

ABSTRAK
Berbagai hasil pembangunan tidak jarang merupakan sesuatu yang baru, suatu inovasi, sesuatu yang aneh dan sebelumnya tidak diketahui atau tidak dipahami manfaatnya. Untuk
menghindari hal tersebut sangat diperlukan peran serta atau partisipasi masyarakat atau anggota. Banyak sekali bukti yang menunjukkan bahwa partisipasi berhasil diterapkan dalam berbagai jenis pekerjaan. Artinya para karyawan dalam perusahaan dapat dilibatkan dalam pengambilan keputusan teknis, operasional, dan strategis.
Jika karyawan dalam sebuah organisasi tidak memiliki partisipasi yang tinggi dalam pekerjaannya, niscaya organisasi akan tersendat-sendat dalam menjaga kelangsungan hidupnya. Semakin aktif/tinggi partisipasi anggota semakin tinggi kecenderungan mereka menunjukkan loyalitas. Hal ini akan mengakibatkan para anggota tetap setia tinggal sebagai anggota organisasi. Ringkasnya, partisipasi menguntungkan karyawan dan organisasi. Karyawan diuntungkan dari hubungan-hubungan yang lebih luas dengan karyawan yang lain, seperti dapat meningkatkan pengalaman, kepemimpinan, dan pertanggungjawaban melalui proses learning by doing. Sehubungan dengan itu, partisipasi penting diterapkan pada setiap organisasi. Di samping itu, pemahaman terhadap faktor-faktor yang mempengaruhinya seperti karakteristik riwayat hidup, kepribadian, persepsi, nilai dan sikap, motivasi, proses belajar, dan kemampuan karyawan perlu diperhatikan. Hal itu penting karena melalui partisipasi tercipta komunikasi dua arah, yaitu informasi mengalir dari atas ke bawah dan dari bawah ke atas. Karena partisipasi karyawan, di situ terjadi hubungan timbal balik antara karyawan dan organisasi yang memperkuat dan menguntungkan organisasi dan karyawan.
Kata kunci : loyalitas, partisipasi, dan karyawan
download jurnal
Read more >>

| 0 comments ]

Didin Mukodim
Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma

Abstrak
Dalam bauran pemasaran dikenal dengan produk, harga, promosi dan distribusi yang tujuannya untuk meningkatkan penjualan. promosi adalah kegiatan yang sangat penting bagi perusahaan untuk memperkenalkan produknya kepada konsumen, sedangkan distribusi merupakan proses pendistribusian produk dan jasa yang sesuai dan terorganisir sehingga terjadi keefektifan penjualan. Penelitian ini bertujuaan untuk menelaah dan menganalisis pengaruh biaya promosi dan biaya distribusi terhadap penjualan tiap tahunnya di PT. Indofood sukses makmur, tbk periode 1999 - 2006. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dimana data diperoleh melalui situs internet dan diolah menggunakan SPSS versi 10. Hasil menunjukan bahwa biaya promosi dan dan biaya distribusi sangat berpengaruh terhadap penjualan. hal ini terlihat dari nilai koefisien determinasi sebesar 0,95 untuk biaya promosi dan 0,844 untuk biaya distribusi. untuk t-hitung, biaya promosi sebesar 2.909 dan biaya distribusi sebesar 0.222 berarti biaya promosi lebih berpengaruh terhadap penjualan bila dibandingkan dengan biaya distribusi. Hal yang sama juga melalui uji F.
Kata Kunci : Biaya Promosi, Distribusi dan Penjualan.

download jurnal
Read more >>

| 0 comments ]

COMPANY ORIENTATION ANALYSIS AND THE STRATEGY OF MARKETING MIX OF EXPORTER IN BALI
(Case Study at CV “Garuda Bali”)

I Gusti Ngurah Jaya Agung Widagda K.
Jurusan Manajemen
Fakultas Ekonomi, Universitas Udayana, Denpasar

ABSTRACT
The disaster happened in Indonesia in general and in Bali especially had caused messand disorder economic and global economic fluctuation recently caused every company had to
face an “uncertainty” situation. All efforts and ways had been taken by companies to anticipate such symptom; but some companies were able to overcome, some failed.
Company orientation is very important to give direction to the companies where to step. CV Garuda Bali only follow the concept of which orientation is only to the customers, but marketing mix with variables including segmentation strategy, targeting, positioning and
marketing mix strategy. In general we can say that the companies have applied segmentation and targeting well while company positioning has not been realized because the products produced have no trade mark yet. For marketing mix strategy has applied successfully, even though the strategies have not been explained in detail.
Key words : company orientation, marketing strategy, marketing mix

ABSTRAK
Kejadian yang menimpa Indonesia umumnya dan Bali khususnya sangat memporakporandakan sendi perekonomian ditambah dengan fluktuasi ekonomi global
mengakibatkan setiap perusahaan menghadapi situasi “uncertainty”. Segala macam cara telah ditempuh oleh perusahaan untuk menyikapi gejala tersebut, tetapi ada perusahaan yang mampu mengatasi ada yang tidak.
Orientasi perusahaan sangat penting dalam memberikan arah pada perusahaan ke mana akan melangkah. CV Garuda Bali telah mengikuti konsep yang orientasinya hanya pada konsumen, sedangkan strategi pemasaran dengan variabel meliputi strategi segmentasi,
targeting, positioning, dan bauran pemasaran. Secara umum dapat dikatakan bahwa CV Garuda Bali telah menerapkan segmentasi dan targeting dengan baik, sedangkan positioning belum terealisasi. Hal ini disebabkan oleh produk yang dihasilkan belum menggunakan merek. Untuk strategi bauran pemasaran telah diterapkan dengan berhasil walaupun tidak secara spesifik strategi-strategi tersebut dijabarkan.
Kata kunci: orientasi perusahaan, strategi pemasaran, bauran pemasaran

download jurnal
Read more >>

| 0 comments ]

Analisis Pengaruh Rasio Likuiditas, Leverage, Aktivitas, Dan Profitabilitas Terhadap Return Saham
(Studi Pada Perusahaan Makanan Dan Minuman Dengan Kategori Industri Barang Konsumsi Di Bej)

I G. K. A. ULUPUI
Jurusan Akuntansi
Fakultas Ekonomi, Universitas Udayana

ABSTRACT
The purpose of this study is to empirically study the effect of accounting variables—liquidity ratio, leverage, activity ratio, and profitability ratio—on stock returns of the food and beverage firms registered between 1999--2005 on Jakarta Stock Exchange (JSX). The data is sampled using purposive sample judgment method. From 21 firms registered on JSX only 13 are used as samples for this study. The firms included are Asia Inti Sarana, Ades Alfindo Putra Setia, Aqua Golden Mississipi, Davomas Abadi, Mayora Indah, Indofood Sukses Makmur, Ultra Jaya Milk, Sinar Mas Agro Resources and Technology, Sari Husada , Cahaya Kalbar, Delta Djakarta, Fast Food Indonesia and Tunas Baru Lampung. The result of this study using multiple regression finds that only two variables (return on asset and current ratio) that significantly affect the following year stock return with level of significance 5 percent.
Keywords: financial statements, financial ratio, stock return

download jurnal
Read more >>

| 2 comments ]

I G.A.M. ASRI DWIJA PUTRI
Jurusan Akuntansi
Fakultas Ekonomi, Universitas Udayana

ABSTRACT
This article discusses behavioral accounting related to area of management accounting. The discussion begins with behavioral accounting and its development, management accounting, behavioral accounting research in management accounting, followed by an explanation of some management accounting techniques, including budgeting, balanced scorecard, just in time, and total quality management. The final part is about the implication of accounting
behavioral research on management accounting.
Keywords: behavioral accounting, management accounting, budgeting, balanced scorecard, just in time, total quality management

Riset akuntansi keperilakuan (behavioral accounting riset/BAR) adalah bidang riset yang sedang berkembang. Riset akuntansi keperilakuan dalam bidang akuntansi manajemen seperti budgeting penelitian ini diawali oleh Argyris (1952) yang melakukan sebuah
studi lapangan tentang proses anggaran. Dalam perkembangan sekarang riset akuntansi keperilakuan dalam bidang akuntansi manajemen sudah berkembang pada penelitian dan pengujian terhadap konsep-konsep baru dalam akuntansi manajemen.

download jurnal
Read more >>

| 0 comments ]

I MADE SURADNYA
Sekolah Tinggi Pariwisata Bali

ABSTRACT
This policy research focuses on exploring the factors that attract foreign tourists to visit Bali and to discuss its implications on planning of Bali as a tourism destination. At the moment the tourism development planning is mainly based on the supply side, that is the resources available in the region. However, due to the increase of competition and the demanding tourists more comprehensive planning base involving the demand side, i.e. expectations of the visitors are becoming of equally important for the success of the tourism planning itself.
A survey was conducted and 505 visitors from the main tourist generating countries who visited Bali during peak and low season visit in 2005 participated the survey. The respondent were randomly selected when they were at the waiting room at the Ngurah Rai Airport before leaving the country. The factor analysis successfully explored 8 factors that attract foreign visitors to visit Bali, e.i. (1) Reasonable price of tourism products, (2) Cultural attractions, (3) Beach attractions, (4) Convenience traveling, (5) Relaxing environment, (6) Image of Bali as a tourist destination, (7) Natural beauty, and (8) Hospitality of local people.
Based on the research findings, it is strongly recommended that in developing Bali as a world class tourist destination, the tourism planner should consider those factors in the planning process in order to better serve the more demanding tourists and the increase of competition among tourist destinations.
Keywords : Factors, Attraction, Tourists, Visitingi


ABSTRAK
Penelitian kebijakan ini bertujuan untuk mengidentifikasikan faktor-faktor yang menjadi daya tarik bagi wisatawan mancanegara mengunjungi daerah tujuan wisata Bali dan membahas implikasi faktor-faktor dimaksud terhadap perencanaan pariwisata Bali.
Selama ini perencanaan pariwisata lebih berorientasi kepada sisi pasokan (supply side) yakni lebih banyak berorientasi kepada sumberdaya yang ada di daerah. Dengan semakin meningkatnya persaingan dan tuntutan dari para wisatawan (more demanding tourists), diperlukan pendekatan perencanaan yang lebih komprehensif dengan mempertimbangkan
ekspektasi wisatawan yang berkunjung ke Bali atau sisi permintaannya (demand side).
Penelitian ini didisain dengan menggunakan rancangan penelitian survai (survey) yang melibatkan 505 orang responden yang berasal dari negara-negara sumber utama wisatawan. Para wisatawan tersebut dipilih secara acak ketika mereka sedang berada di
ruang tunggu keberangkatan di Bandara Ngurah Rai Bali setelah melakukan kunjungan di
Bali selama musim ramai dan musim sepi kunjungan tahun 2005. Dengan menggunakan
teknik analisis faktor (factor analysis) berhasil diidentifikasikan 8 faktor daya tarik bagi
wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Bali, yakni : (1) Harga-harga produk wisata yang wajar, (2) Budaya dalam berbagai bentuk manifestasinya, (3) Pantai dengan segala
daya tariknya, (4) Kenyamanan berwisata, (5) Kesempatan luas untuk relaksasi, (6) Citra
(image) atau nama besar Bali, (7) Keindahan alam, (8) Keramahan penduduk setempat.
Berdasarkan atas temuan penelitian tersebut disarankan agar dalam perencanaan pengembangan Bali sebagai salah satu daerah tujuan wisata dunia, kedelapan faktor daya
tarik tersebut dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan. Dengan demikian, diharapkan
rencana pengembangan yang disusun dapat merespons lebih efektif peningkatan tuntutan
wisatawan dan persaingan di antara berbagai daerah tujuan wisata.
Kata kunci : faktor-faktor daya tarik wisata, perencanaan pariwisata Bali.

download jurnal
Read more >>

| 0 comments ]

EKA ARDHANI SISDYANI
Jurusan Akuntansi
Fakultas Ekonomi Universitas Udayana

Abstract
Balanced scorecard has been widely recognized as a tool of comprehensive performance measurement both for small and large organizations. However, when the method is employed to compare performance of two or more business units, evaluator might encounter with common-measures bias. This bias would emerge when evaluator only pay attention to common measures existed in the units being evaluated, and ignore the unique measures belong to each individual unit. This condition would mislead evaluator to reach inaccurate conclusion regarding the achievement of the units, and consequently could end up with incorrect decision, such as compensation policy. Such a bias can be reduced by employing a technique that has been empirically studied by Roberts, Albright, and Hibbets (2004), called disaggregated plus mechanically aggregated. This technique has successfully reduced common-measures bias presented in the absence of a treatment using this technique.
Keywords : balanced scorecard, common-measure bias, performance

download jurnal
Read more >>

| 0 comments ]

ANALISA HUBUNGAN LATAR BELAKANG KARYAWAN DAN PENGARUH KUALITAS LAYANAN INTERNAL TERHADAP KEPUASAN KARYAWAN DI HOTEL X, SURABAYA

Lintje Siehoyono
Dosen Program Manajemen Perhotelan, Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Petra Surabaya

Abstract
This study aims to examine the extent to which the relationship between employee background and the influence of the internal service quality (ISQ) on employee satisfaction in a four star hotel in Surabaya. The results show that there is no significant correlation between employee background (age, education qualification, and length of employment) and employee satisfaction. On the other hand, there is significant influence between internal service quality and employee satisfaction. Team work, employee job fit and technology job fit are the most important measurements of ISQ, which influence the employee satisfaction.
Keywords: hotel, internal service quality, employee satisfaction, employee background.

Abstrak
Tujuan dari penelitian adalah untuk menginvestigasi hubungan antara latar belakang karyawan dan pengaruh kualitas layanan internal terhadap kepuasan karyawan di sebuah hotel bintang 4, Surabaya. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak ada hubungan dan perbedaan yang signifikan antara latar belakang karyawan (umur dan lamanya bekerja), kecuali tingkat pendidikan terhadap kepuasan karyawan. Sebaliknya, ada pengaruh yang signifikan antara kualitas layanan internal dengan kepuasaan karyawan.
Kerjasama, kesesuaian terhadap pekerjaaan dan kesesuaian terhadap teknologi merupakan faktor yang mempengaruhi kepuasaan karyawan secara signifikan.
Kata kunci: hotel, kualitas layanan internal, kepuasan karyawan, latar belakang karyawan.

download jurnal
Read more >>

| 0 comments ]

PUJIONO
Jurusan Akuntansi
Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Surabaya

I KETUT JATI
Jurusan Akuntansi
Fakultas Ekonomi, Universitas Udayana

ABSTRACT
This article discusses about the increasing public sectors audit, particularly pertain to the government sector in Indonesia. The increasing auditing role in public sectors must be balanced with developed governmental accounting. Thus, retrieving public sector auditing
standards can ensure adequate governmental financial administration. SA-APFP 1996 reated
by BPKP need to be revised in part that supposed to be of importance. Financial accountingsystem which be based to the UYHD system must be changed and adapted to public requirements. The last part of the article consists of conclusion and suggestion for retrieval in increasing quality of audit public sector and governmental accounting application in Indonesia.
Keywords: public sectors audit, government, governmental accounting, UYHD system

download jurnal
Read more >>

| 0 comments ]

Analisis Model IT Menggunakan Balanced Scorecard Untuk Pengembangan Sistem Teknologi Informasi

Rahmadi Wijaya, S.Si., MT.
Dosen Luar Biasa
STMIK CIC

Abstract
Information System Technology has been implemented broadly in an organization to achieve the competitive advantage. To support the business and to keep the alignment with business strategy, implementation of information system technology needs strategic plan.
The performance of information system technology can measured by ITBalance Scorecard (IT-BSC) to derived the strategic plan for future improvement which aligned with vision, mission and goals of organizations.
Keywords : Information Technology, IT-Balanced Scorecard


download jurnal
Read more >>

| 0 comments ]

Analisa Kesenjangan Kualitas Pelayanan dan Kepuasan Konsumen Pengunjung Plaza Tunjungan Surabaya

Thomas Stefanus Kaihatu
Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Petra


ABSTRACT
Basically, service can be said as act of serving others to fullfill their needs and wants. Level of
satisfaction achieved from service that can be measured through what the consumer feel after receiving the service, comparing with their expectation of service quality. This study intended to observe the lack of expected and actual service received by consumers of unjungan Plaza Surabaya. Factors to be observed are availability and how easy to find the product, responsibility of quality and pricing, responsibility of product safety, and consumers security.
Keywords: service quality, consumer satisfaction.

ABSTRAK
Pelayanan pada dasarnya dapat dikatakan sebagai suatu tindakan dan perlakuan atau cara melayani orang lain untuk memenuhi apa yang menjadi kebutuhan dan keinginannya. Tingkat kepuasan konsumen atas suatu pelayanan dapat diukur dengan membandingkan antara harapan konsumen terhadap kualitas pelayanan yang diinginkannya dengan kenyataan yang diterimanya atau dirasakannya. Studi ini untuk melihat kesenjangan antara jasa yang diharapakan dengan jasa yang dirasakan oleh pengunjung Plaza Tunjungan Surabaya. Kemudahan dan kelengkapan penyediaan berbagai produk, tanggung jawab atas kualitas dan penetapan harga, serta tanggung jawab atas keamanan barang dan keselamatan pengunjung maupun pembeli merupakan faktor-faktor paling sesuai antara apa yang diharapkan dengan apa yang dirasakan konsumen pengunjung Plaza Tunjungan Surabaya.
Kata kunci: kualitas pelayanan, kepuasan konsumen.

download jurnal
Read more >>

| 0 comments ]

Atribut Produk yang Dipertimbangkan dalam Pembelian Kosmetik dan Pengaruhnya pada Kepuasan Konsumen di Surabaya

Erna Ferrinadewi
Alumni Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Kristen Petra Surabaya
Mahasiswa S3 Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

ABSTRACT
Cosmetique is a unique product since it contain a spesific usage risk to the consumer regardless its social benefit. Consumer tend to consider more in its attribute in order to reduce the risk. The purpose of this study is to determine which attribute are most important perceived by the consumer in choosing cosmetique. The results are used in gap analysis to evaluate customerr satisfaction. We also conducted factor analysis, and use its resutl in simple regresion to find out the effect of each factor to overal satisfaction. As a result, there are three factor which consumer perceived as the most important attributse which are quality, risk, and brand. Quality and Brand factor both influencing overal customer satisfaction in cosmetique consumption greater then Risk factor.
Keywords: product attribute, cosmetique, customer satisfaction.

ABSTRAK
Kosmetik adalah produk yang unik karena mengandung resiko penggunaan bagi konsumen disamping manfaat sosialnya. Konsumen cenderung untuk mempertimbangkan atribut-atribunya dalam rangka mengurangi resiko yang mungkin dihadapinya. Tujuan dari studi ini adalah untuk menentukan attribut produk manakah yang dinilai konsumen menjadi atribut terpenting dalam memilih kosmetik. Kemudian hasilnya digunakan dalam analisis gap untuk mengevaluasi kepuasan konsumen. Studi ini juga menggunakan analisa faktor untuk kemudia dianalisis lebih lanjut dengan regresi sederhana untuk mengetahui pengaruh setiap faktor terhadap kepuasan konsumen. Hasilnya, terdapat 3 faktor atribut yang dinilai penting oleh konsumen dalam pemilihan kosmetik yaitu faktor kualitas, resiko dan merek. Faktor kualitas dan faktor merek berpengaruh lebih besar terhadap kepuasan konsumen kosmetik daripada faktor resiko.
Kata kunci: atribut produk, kosmetik, kepuasan konsumen.

download jurnal
Read more >>

| 0 comments ]

ANALISIS DAMPAK SERVICE PERFORMANCE DAN KEPUASAN SEBAGAI MODERATING VARIABLE TERHADAP LOYALITAS NASABAH
(Studi pada Nasabah Tabungan Bank Mandiri Cabang Surabaya)

Diah Dharmayanti
Staf Pengajar Fakultas Ekonomi, Universitas Kristen Petra, Surabaya

Abstract
The researcher is highly interested in many different opinions among same experts about the influence of service performance and customer satisfaction in establishing customer loyalty. Thus, the aims of the research is to test the influence of service performance in establishing customer loyalty, and to test the influence of interaction of service performance and customer satisfaction in establishing the customer loyalty with customer satisfaction as a moderating variable between service performance and customer loyalty. This research use Moderator Regression Analysis (MRA) technique. This research was conducted in Surabaya with research objects of three service industrie. They are Mandiri Banking in Surabaya. The data of this research from the 300 questionaires distributed, 275 were returned. The result of the research indicates that the interaction between service performance and customer satisfaction being participated in the model of moderator regression equality so the result will explain more of the variance in customer loyalty than the direct influences of either service performance or customer satisfaction.
Keywords: service performance, customer satisfaction, customer loyalty.

Abstrak
Peneliti sangat tertarik dengan adanya perbedaan pendapat diantara para ahli tentang pengaruh kinerja jasa/layanan (service performance) dan kepuasan dalam pembentukan loyalitas nasabah, sehingga penelitian ini mempunyai tujuan yaitu: menguji pengaruh langsung service performance terhadap loyalitas nasabah, dan menguji pengaruh interaksi service performance dan kepuasan nasabah terhadap loyalitas nasabah dengan kepuasan sebagai variabel moderator antara service performance dan loyalitas nasabah. Penelitian ini menggunakan alat analisis Moderator Regression Analysis. Dilakukan di Surabaya dengan obyek penelitian tiga Bank Mandiri cabang Surabaya. Data yang terkumpul 275 dari 300 kuesioner yang disebarkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara service performance dan kepuasan nasabah sebagai variabel moderator dapat lebih menjelaskan variasi loyalitas nasabah daripada masing-masing variabel.
Kata kunci: service performance, kepuasan nasabah, loyalitas nasabah.

download jurnal
Read more >>

| 0 comments ]

jurnal.pdf. Perbedaan Komitmen Kerja Berdasarkan Orientasi Peran Gender pada Karyawan di Bidang Kerja Non Tradisional

Devi Setiawati
Anita Zulkaida
Fakultas Psikologi, Universitas Gunadarma

Abstrak
Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji perbedaan komitmen terhadap pekerjaan berdasarkan orientasi peran genderpada karyawan yang bekerja di bidang kerja non tradisional. Penelitian ini dilakukan terhadap 91 karyawan yang bekerja pada bidang manajemen. Pengumpulan data dilakukan dengan skala untuk peran gender (PAQ)dan skala komitmen kerja (OCS). Diperoleh data, terdapat 28 orang yang termasuk kategori orientasi peran gender feminim, 24 orang dengan orientasi peran gender maskulin, dan sisanya, yaitu 39 orang tidak termasuk dalam dua kelompok tersebut. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan komitmen kerja secara signifikan antara subjek dengan kecenderngan orientasi peran gender feminin dan maskulin pada karyawan yang bekerja di bidang non tradisional. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa kelompok subjek dengan kecenderungan orientasi peran gender maskulin memiliki komitmen kerja yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan kelompok subjek yang memiliki kecenderungan orientasi peran gender feminim.
Kata Kunci : Komitmen Kerja, Orientasi Peran Gender

download jurnal
Read more >>

| 0 comments ]

(The Correlation Between Transactional - Transformational Leadership Style Perception and Employees’ Job Satisfaction)

Marselius Sampe Tondok
Rita Andarika
Fakultas Psikologi Universitas Bina Darma Palembang

Abstract
The main purpose of this research was to examine the correlation between the transactional and transformational leadership style perception and job satisfaction at Coordination Bureau of South Sumatera Credit Cooperation (Badan Koordinasi Koperasi Kredit Daerah Sumatera Selatan). This research employed random sampling technique. The subjects of this research were 100 employees. The data were collected using three questionnaires: the transactional leadership, transformational leadership, and job satisfaction questionnaires. Data were analyzed using multiple regression, partial correlation, Pearson’s Product Moment, and t-test analysis. The result of the research are: (1) the was a very significant and positive correlation between transformational leadership style perception and job satisfaction, (2) there was not significant and negative correlation between transactional leadership style
perception with job satisfaction, (3) there was a very significant and positive correlation among transactional and transformational leadership style perception with job satisfaction, and (4) there was a very significant difference in job satisfaction between male and female employees.
Keywords: perception, transactional, transformational, job satisfaction

Download jurnal
Read more >>

| 0 comments ]

(The Correlation between Self-Acceptance on Secondary Sexual Development and Self-Concept among the Female Adolescent Students at SMPN 10 Yogyakarta)

Rina Oktaviana
Fakultas Psikologi Universitas Bina Darma Palembang

Abstract
Physical and sexual development of a female adolescent are influenced by many factors. On of them is the change of body appearance as the result of the female adolescent’s secondary sexual development that is perceived unlike with the cultural standard. The female adolescent’s discomfort with her own body development will be greater a long with her awareness of her own selfappearance.
This study aimed to find out the correlation between selfacceptance on secondary sexual development and self-concept among female students of SMPN (Public Junior High School) 10, Yogyakarta. The subject were of this study were 99 students with the age of 14 – 15 years. The data were collected using two scales: (1) Self-acceptance on Secondary Sexual Development Scale, and (2) Self-Concept Scale. The item validity assessed using Pearson’s Product Moment Correlation, meanwhile the reliability using Hoyt’s ANOVA technique. The data were analyzed by means of Pearson’s Product Moment Correlation. Data analysis showed that rxy = 0.518; p < 0,01. Therefore, there are positif and significant correlation between self-acceptance on secondary sexual development and self-concept among the female
adolosent students at SMPN 10 Yogyakarta.
Keywords: self-acceptance, secondary sexual development, self-concept.

download jurnal
Read more >>

| 0 comments ]

ANALISIS KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR KESATUAN BANGSA DAN PERLINDUNGAN MASYARAKAT DI KABUPATEN WONOGIRI

M. Wahyuddin
Djumino. A

ABSTRACT
In conducting the Regional Autonomy and in achieving a good governance, The Regional Government of Wonogiri needs a professional and a responsible human resources.
Increasing official performance by giving a motivation and a leadership style will have a good
influence toward the the successfulness of regional development in Wonogiri Regency.
This research is aimed to know the influence of a leadership style and a motivation toward the official performance at KESBANG DAN LINMAS (Unity of Nation and Public Protection) Office of Wonogiri Regency.
The research uses two kinds of data. They are Primary and Secondary data. The primary data are taken directly by using a questionaire; while the secondary data are taken from KESBANG DAN LINMAS (Unity of Nation and Public Protection) Office of Wonogiri Regency. The data that show intensity of behaviour, in the form a qualitaive one, will be made quantitative by using Likert Scale.
Multiple Linier Regression Analysis after passing a Classical Assumption Test (normality, autocorrelation, heteroscedasticity, and multicolonierity) becomes the choosen main model in this research. After passing validity and reliability tests, it can be concluded that the two independent variables, leadership style and motivation, have a positive influence toward the
official performance. Accumulatively, determination coeficient R2 = 0,900 so that it can be said
that the variables taken in this research (90,0 %) can give a description about the factors which
influence the official performance; the rest 10,0 % is explained or influenced by another factors.
Keywords : Leadership, Motivation, Official Performance, Reliability, Validity, and Multiple Linier
Regression.

download jurnal
Read more >>

| 0 comments ]

An Analysis of the Relationship between Retail Sugar Price,Distribution System, and Inflation Rate

Wayan R. Susila1 & Ernawati Munadi2
1. Ahli Peneliti Utama pada Lembaga Riset Perkebunan Indonesia
2. Dosen Universitas Wijaya Kusuma, Surabaya

ABSTRACT
Inflation rate is one of the most important macro economic indicators that has been attempted to be controlled by the government. Retail sugar price is one of the determining factors influencing the inflation rate that is affected by several factors especially effected by distribution
system. This study is aimed to analyze affecting factors on sugar retail price and to analyze correlation between sugar distribution system and inflation rate using error correction model. The results of this study show that import price, farmer reference price, and distribution costs are three main factors affecting the sugar retail price in Indonesia. However, the sugar retail price is inelastic with respect to the changes of these three factors. More over, the study in 45 main cities in Indonesia indicated that for 1% increasing in distribution cost will caused as much
as 0,001 – 0,003% increasing in inflation rate.

ABSTRAK
Sebagai salah satu indikator ekonomi makro yang sangat penting, pemerintah selalu berusaha mengendalikan inflasi. Harga eceran gula merupakan salah satu yang berperan penting dalam
menentukan laju inflasi. Harga eceran gula ditentukan oleh banyak faktor dan sistem distribusi merupakan salah satu faktor penting. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi harga eceran gula serta menganalisis hubungan antara sistem distribusi gula terhadap laju inflasi. Dengan menggunakan error correction model (ECM), hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat tiga faktor utama yang mempengaruhi harga eceran gula di Indonesia yaitu harga gula impor, harga patokan gula petani, dan biaya distribusi.
Namun demikian, pengaruh ketiga faktor tersebut bersifat inelastis. Selanjutnya hasil kajian di 45 kota di Indonesia menunjukkan bahwa setiap kenaikan biaya distribusi 1% akan menyebabkan kenaikan inflasi antara 0,001% - 0,003%.

download jurnal
Read more >>

| 0 comments ]

I Made Narsa
Dosen Fakultas Ekonomi, Jurusan Akuntansi - Universitas Airlangga

ABSTRACT
In recent years, the business’s environments have changed and facing the transition era from industrial age to information and communications age. These changes caused by advanced in technology, intimately connected with transportation technology, information and communications technology, and manufacturing technology. These changes tend to revolutionary than evolutionary. There are many changes in various aspects cause the changes of the business's environment, thereabouts changes in management and organization paradigm, market, marketing (e.g. E-Commerce), nature and characteristics of production, the vision, mission, and business strategy, and cost management systems (e.g. in performance evaluationthe balanced scorecard).
Keywords: changes, business’s environments, technology, revolutionary

ABSTRAK
Pada beberapa tahun terakhir ini, lingkungan bisnis telah berubah dan berada dalam masa transisi dari era revolusi industri menuju era revolusi informasi dan komunikasi. Perubahan ini dipicu oleh perubahan teknologi sebagai denominator, khususnya pada tiga sektor utama yaitu
(1) teknologi transportasi; (2) teknologi manufaktur; dan (3) teknologi informasi dan komunikasi. Perubahan yang terjadi cenderung bersifat revolusioner daripada evolusioner.
Perubahan lingkungan ini telah membawa perubahan pada paradigma organisasi dan manajemen, perubahan pasar, pemasaran (dengan bertumbuhkembangnya bisnis lewat internet), perubahan sifat dan karakteristik produksi, perubahan visi. misi dan strategi usaha, dan perubahan pada sistem manajemen biaya.
Kata kunci: perubahan, lingkungan bisnis, teknologi, revolusioner.

download jurnal
Read more >>

| 0 comments ]

Trisno Musanto
Staf Pengajar Tetap Fakultas Ekonomi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

ABSTRACT
This reseach briefly explains to what extent customer satisfaction has significant influence to the customer loyalty of ‘Iklan Jitu’ Jawa Pos newspaper in Sarana Media Advertising. Moreover, it also explores variable that give the biggest contribution to the customer loyalty. Four variables are using as customer satisfaction representatives, which are reliability, response to and remedy of problems, sales experience and convenience of acquisition. Finally, the findings shows that sales experience is the biggest contributor to the customer loyalties.
Key words : customer satisfaction, customer loyalty.

ABSTRAK
Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana kepuasan pelanggan mempunyai pengaruh signifikan terhadap loyalitas pelanggan Iklan Jitu surat kabar Jawa Pos pada CV.Sarana Media Advertiseng dan variabel mana yang memberikan kontribusi terbesar pengaruhnya terhadap loyalitas pelanggan. Dalam penelitian ini mengunakan empat variabel untuk mewakili keppuasan pelanggan yang meliputi : reliability,response to and remedy of problems, sales experience dan convenience of acquisition. Dari hasil perhitungan diketahui bahwa sales experience memberikan kontribusi terbesar terhadap loyalitas pelanggan.
Kata kunci : kepuasan pelanggan, loyaliras pelanggan.

Download Jurnal

Read more >>

| 0 comments ]

(Correlation between Job Satisfaction and Job Discipline among the Computer Sawing Operator Employees at Production Department of PT Primarindo Asia Infrastructure Tbk in Bandung)
Muhaimin
Fakultas Psikologi Universitas Bina Darma Palembang

Abstract
The purpose of this research was to examine empirically the correlation between job satisfaction and job discipline among the computer sawing operator employees at production department of PT Primarindo Asia Infrastructure Tbk in Bandung. The subjects of this research were 42 employees, taken from population using purposive sampling technique. The dependent variable was the employee’s job discipline, meanwhile the independent variable was the employee’s job satisfaction. The data of the variables were collected using two scales that were Job Discipline Scale and
Job Satisfaction Scale. The data were analyzed by means of Spearman’s Rank Order correlation technique. Data analysis showed that the t-obtained = 4.99; ttable = 1.684. Therefore, there was positive and significant correlation between job satisfaction and job discipline among the computer sawing operator employees at production department of PT Primarindo Asia Infrastructure Tbk in Bandung.
Keywords: Job satisfaction, job discipline

Download Jurnal
Read more >>

| 0 comments ]

PENGARUH STRATEGI DIFERENSIASI TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN PITA MAHA A TJAMPUHAN RESORT & SPA DI UBUD

Tjokorda Gde Raka Sukawati
Jurusan Manajemen
Fakultas Ekonomi, Universitas Udayana, Denpasar

ABSTRACT
Every company which has their succeed in industry will use the point of sale to meet the customer need. The company will get the strategy of the competitive advantage and the high of profitability is when they focus on customer need, so it can impact the work of company. For a company who as move in hospitality industries to get the strategy of the competitive advantage and the high of profitability it is depend on the work of the company to make the strategy of diferentiation.
The result of research is used with double regression method and partial correlation to Hotel Pita Maha A Tjampuhan Resort & Spa, located at Tjampuhan Ubud, is showed that it is meet the customer satisfaction and special quality to compete other Hotel. It is influence to a variable diferentiation in service, such as : service diferentiation, service transfer and image diferentiation. The result is using with real standard of 5%, Whether it is included of three variable above or with partial method it showed that the variable is influence to all of significant for the customer satisfaction.
Key words : customer satisfaction and superiority in compete to other hotel, service
diferentiation and service transfer and image diferentiation

ABSTRAK
Perusahaan yang berhasil akan menggunakan kompetensi inti untuk memuaskan
kebutuhan konsumen. Daya saing strategis dan profitabilitas tinggi dicapai apabila tindakan strategis perusahaan selalu berfokus pada pelanggan sehingga dapat memberikan dampak yang besar pada kinerja perusahaan. Bagi perusahaan yang bergerak di industri jasa, kemampuan perusahaan dalam meraih daya saing strategis dan tingkat profitabilitas yang tinggi sangat bergantung pada kemampuan perusahaan dalam merancang strategi diferensiasinya. Demikian juga Hotel Pitamaha A Tjampuhan Resort & Spa melakukan strategi diferensiasi dalam rangka memberikan kepuasan kepada konsumen dan mencapai keunggulan bersaing.
Hasil penelitian yang dilakukan dengan menggunakan metode regresi berganda dan korelasi parsial terhadap Hotel Pitamaha A Tjampuhan Resort & Spa, yang berlokasi di Tjampuhan, Ubud menunjukkan bahwa kepuasan konsumen dan keunggulan bersaing hotel ini dipengaruhi oleh variabel diferensiasi tawaran jasa, diferensiasi layanan atau penyerahan jasa, dan diferensiasi citra. Hasil analisis dengan menggunakan taraf nyata 5% menunjukkan bahwa ketiga variabel tersebut, baik secara keseluruhan maupun secara parsial, berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen.
Kata kunci : kepuasan konsumen dan keunggulan bersaing, diferensiasi tawaran jasa,
diferensiasi layanan atau penyerahan jasa, dan diferensiasi citra
Download Jurnal
Read more >>

| 0 comments ]

Since information technology in Indonesia becomes more advanced and the needs of rapid as well as accurate information continues to escalate, have turned warung internet as one of the main key in answering this situations. Consequently, it has to be more cautious in dealing with service quality and consumer satisfaction. Therefore, this research aims to examine the service quality and consumer satisfaction of all the seven warung internets in Salatiga. The research use convenience sampling with 200 respondent, along with SERVQUAL analysis method in measuring identified consumer’s expectation and perception as well as their gaps,
base on five aspects; tangible, reliability, responsiveness, assurance and empathy.
Eventually, the tests show negative score. This outcome indicates that all of the seven warung internets in Salatiga haven’t fulfilled consumer’s need in service.
Key word: service quality, consumer’s satisfaction, warung internet

download jurnal
Read more >>

| 0 comments ]

ANALYSIS OF FACTORS AFFECTING CUSTOMER’S SATISFACTION TO PDAM SERVICES OF DENPASAR CITY

ABSTRACT
PDAM of Denpasar city has strived to provide service to meet the needs of clean water, however in the process of providing such services there is often complaint from community or customers on the difficulties to obtain clean water seem to be obstacle for the fulfillers which is hard to be overcome by local government, in this case, PDAM of Denpasar city. On the other side, community demand on clean water keeps increasing, but the quality of services provided do not match with the demand. While on the other side, the services for customers having installed line has not been optimal.
Complaint handling has provided an opportunity for unsatisfied customers to be satisfied ones. The effective process of complaint handling commences to be identified and determining sources which may cause the customers satisfied and complaining.
The research is done at PDAM of Denpasar city with the objectives: 1) to recognized
level of customer’s satisfaction to services of PDAM of Denpasar city, 2) to recognized if there is any significant effect simultaneously of reliability, responsiveness, assurance, emphaty, tangible to the customer’s satisfaction of PDAM services of Denpasar city, 3) to recognized the effect of reliability, responsiveness, assurance, emphaty, tangible partially to the customer’s satisfaction to services of PDAM of Denpasar city. Total respondents taken are 100 respondents, the sample determined by using nonprobability sampling, namely through accidental sampling. Analysis technique applied is multilinker preceded by calculating average and deviation standard.
The conclusions from the analysis are: 1) level of customer’s satisfaction to services of PDAM of Denpasar city measured from water continuity is in the level of low, water meter recording is in the middle level. 2) Simultaneously all variables, reliability factor (X1), responsiveness factor (X2), assurance factor (X3), emphaty factor (X4), and tangible factor (X5) has significant effect to the customer’s satisfaction of PDAM services of Denpasar city, but reliability factor (X1) in this model has no positive impact to the customer’s satisfaction of PDAM services of Denpasar city.
Key words: services, customer’s satisfaction, reliability, responsiveness, assurance, emphaty, and tangible

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP PELAYANAN PDAM KOTA DENPASAR

Ni Nyoman Yuliarmi dan Putu Riyasa
Jurusan Ilmu Ekonomi
Fakultas Ekonomi, Universitas Udayana, Denpasar

ABSTRAK
PDAM Kota Denpasar telah mengupayakan memberikan pelayanan untuk memenuhi kebutuhan akan air bersih, namun dalam perjalanannya sering mendapat keluhan dari masyarakat atau pelanggan. Keluhan masyarakat tentang semakin sulitnya untuk mendapatkan air bersih tampaknya masih menjadi kendala yang sepenuhnya belum dapat diatasi oleh pemerintah daerah dalam hal ini PDAM Kota Denpasar. Di satu pihak permintaan masyarakat akan air bersih semakin meningkat, namun kualitas pelayanan yang diberikan belum sebanding dengan pemenuhan permintaan masyarakat tersebut. Di pihak lain pelayanan kepada pelanggan yang sudah terpasang belum optimal.
Penanganan keluhan memberikan peluang untuk mengubah seorang pelanggan tidak puas menjadi pelanggan yang puas. Proses penanganan keluhan yang efektif mulai diidentifikasi disertai dengan penentuan sumber yang menyebabkan pelanggan tidak puas dan mengeluh.
Penelitian ini dilakukan di PDAM Kota Denpasar dengan tujuan sebagai berikut. (1) Untuk mengetahui seberapa tinggi tingkat kepuasan pelanggan terhadap pelayanan PDAM Kota Denpasar. (2) Untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh signifikan secara bersama-sama
keandalan (reliability), ketanggapan (responsivenes), keyakinan (assurance), empati (emphaty),
dan berwujud (tangible) terhadap kepuasan pelanggan PDAM Kota Denpasar. (3) Untuk mengetahui pengaruh keandalan (reliability), ketanggapan (responsivenes), keyakinan
(assurance), empati (emphaty), dan berwujud (tangible) secara parsial terhadap kepuasan pelanggan PDAM Kota Denpasar.
Jumlah responden yang ditentukan sebanyak 100 responden. Penentuan sampel menggunakan nonprobability sampling, yaitu dengan cara aksidental sampling. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis linier berganda, yang didahului dengan menghitung rata-rata dan standar deviasi.
Simpulan dari analisis yang dilakukan adalah sebagai berikut. (1)Tingkat kepuasan pelanggan PDAM Kota Denpasar yang diukur berdasarkan kontinuitas air berada dalam kategori tingkat kepuasan rendah, pencatatan meter air berada dalam kategori tingkat kepuasan sedang, lokasi pembayaran berada dalam kategori tingkat kepuasan tinggi, dan kecepatan penanganan keluhan berada dalam kategori tingkat kepuasan rendah. (2) Secara bersama-sama atau simultan seluruh variabel, yaitu faktor keandalan (reliability) (X1), faktor ketanggapan (responsiveness) (X2), faktor keyakinan (assurance) (X3), faktor empati (emphaty) (X4), dan faktor berwujud (tangibel) (X5) berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan PDAM Kota Denpasar. (3) Secara parsial faktor ketanggapan (responsiveness) (X2), faktor keyakinan (assurance) (X3), faktor empati (emphaty) (X4), dan faktor berwujud (tangibel) (X5) berpengaruh nyata dan positif terhadap kepuasan pelanggan PDAM Kota Denpasar, sedangkan faktor keandalan (reliability) (X1) dalam model ini tidak berpengaruh nyata dan positif terhadap kepuasan pelanggan PDAM Kota Denpasar.
Kata kunci: pelayanan, kepuasan pelanggan, keandalan, ketanggapan, keyakinan, empati, dan berwujud.

Download Jurnal
Read more >>

| 0 comments ]

ABSTRACT
This is a research which observes the relationship between customer satisfaction and their loyalty to The Prime Steak & Ribs Restaurant. The customer satisfaction is measured through some attributes such as, attributes related to the product, attributes related to the service, and attributes related to the purchase. Meanwhile, the loyalty of its brand is measured through habitual behaviour, switching cost, satisfaction, liking of the brand and commitment. The result of the research reveals that customer satisfaction levels to The Prime Steak & Ribs Restaurant tends to be good. Some attributes still have a variety of high grade, and there is a positive causal influence that is significant between the customer satisfaction and the loyalty of the brand. Thus, the result of the research is relevant and at the same time supports the theory of brand loyalty.
Keywords: satisfaction, brand loyalty.

ABSTRAK
Penelitian Pengaruh Kepuasan Konsumen terhadap Kesetiaan Merek pada Restoran the Prime Steak & Ribs, kepuasan konsumen diukur melalui Attributes related to the product, Attributes related to the service, Attributes related to the purchase, kesetiaan merek diukur melalui habitual behaviour, switching cost, satisfaction, liking of the brand, dan commitment. Hasil penelitian mengungkapakan bahwa kepuasan konsumen di The Prime Steak & Ribs mendapat penilaian yang cenderung baik, beberapa atribut masih mempunyai variasi penilaian yang tinggi, dan terdapat hubungan pengaruh
positip yang signifikan antara kepuasan konsumen dengan kesetiaan merek, dengan demikian hasil penelitian mendukung konsep teori tentang kesetiaan merek.
Kata kunci: kepuasan, kesetiaan merek.

Download Jurnal
Read more >>

| 0 comments ]

ABSTRACT
There has been considerable researches on mentoring. Recent studies about mentoring found that mentors provide coaching, social support and role modeling functions for protégés. Mentoring studies also found that these three functions affect protégés performance. This study aims at examining that the three functions of mentoring have significant impact on protégés job satisfaction The respondents of the study are accountants of the public accounting offices. There are 146 individuals participating in this study. Data is analyzed using multivariate regression analysis.
Results of the study reveal that among the three mentoring functions, only role modeling function that has impact on protégés job satisfaction.
Keywords: mentoring activities, job satisfaction, protégés, mentor

download jurnal
Read more >>

| 0 comments ]

THE SUPERVISION OF THE WORKING SPIRIT TO INCREASE THE PRODUCTIVITY OF THE EMPLOYEE

ABSTRACT
The misinterpretation of the low employee productivity often occurs because the limited of company’sources or the unsatisfied of the employee which is caused by the low rate of the take home pay or salary. The statement stated above is absolutely right and can not be argued, but when it is analyzed deeply, working spirit takes a bigger role and it much influences the productivity. Working spirit can move from the low working spirit to the high working spirit or vice versa, it depends on the affected factors and supervising which will be done gradually. A company which be able to supervise and maintain high spirit of the employee can gain a lot advantages, those are discipline, commitment and corporation of the employee has increased so that it can reach working satisfaction. Productivity does not make the employee work longer or harder meanwhile it emphasizes on the result of the appropriate planning, wise investment, new technology, the better way of working, and increasing the efficiency. Productivity depends on the conscious effort from the employee which can be seen from the employee’s working spirit.
Key words: working spirit, employee productivity

ABSTRAK
Penafsiran yang keliru sering terjadi bahwa produktivitas kerja karyawan yang rendah
karena terbatasnya sumber daya yang dimiliki perusahaan atau ketidakpuasan karyawan yang dipicu oleh upah atau gaji yang rendah. Pendapat itu benar dan tidak dapat dibantah, tetapi jika dikaji secara mendalam ternyata semangat kerja jauh lebih besar peranan dan pengaruhnya terhadap produktivitas kerja. Semangat kerja dapat bergerak dari semangat kerja rendah ke semangat kerja tinggi atau sebaliknya tergantung pada faktor-faktor yang mempengaruhi dan pembinaan yang dilakukan secara terus-menerus. Perusahaan yang mampu membina dan memelihara semangat kerja karyawan yang tinggi tentu memperoleh banyak keuntungan, yaitu disiplin karyawan meningkat, komitmen dan kerja sama karyawan meningkat sehingga tercapainya kepuasan kerja. Produktivitas tidak berarti membuat karyawan bekerja lebih lama atau lebih keras, tetapi menekankan hasil perencanaan yang tepat, investasi yang bijaksana, teknologi baru, cara kerja yang lebih baik, dan meningkatkan efisiensi. Produktivitas kerja tergantung pula pada usaha yang penuh kesadaran dari karyawan yang tercermin dari semangat kerjanya.
Kata kunci : semangat kerja, produktivitas kerja

Download Jurnal
Read more >>

| 0 comments ]

ABSTRACT
In the present, management has transformed radically from traditional change into
Total Quality Management (TQM) which stresses on organizational excellences such as
reliability, responsiveness, assurance, competency and human resources.
This research is an evaluation of TQM application held by a sugar factory, Candi Baru
Sidoarjo through its program namely Gugus Kendali Mutu (GKM It is program of TQM at
which it serves as an approach to endeavor its workers to have perception at ifferent
stages about different qualities. In addition, this is based on an analysis of job satisfaction of the workers, which is focused on woek charecteristics such as skill variation, job description, autonomy and feedback.
From the results, it is concluded that human recources (workers), equipments or instruments being used as well as available period of time has positive relationship,
especially between job satisfaction and skill variation. Other indicators, such as work flow and work result which are evaluated by the workers themselves as well as by their coworkers, have positive relationship between job satisfaction and job description.
Furthermore, cooperation among workers within the same division having different levels of position has positive relationship between job satisfaction and job significance. In general, GKM implication in endeavoring the workers has positive impact towards worker satisfaction in sugar factory like Candi Baru Sidoarjo.
Key words: Work Charesteristics, GKM.

Manajemen mengalami transformasi yang cukup radikal, yaitu perubahan dari model
tradisional bergeser kepada Total Quality Management (TQM) yang menuntut keunggulan
organisasi seperti kecepatan, daya tanggap, kelincahan, pembelajaran, dan kompetensi
karyawan.
Penilitian ini merupakan suatu evaluasi penerapan program TQM yang dijalankan oleh
Pabrik Gula (PG) Candi Baru Sidoarjo melalui Gugus Kendali Mutu (GKM), yang merupa-kan suatu pendekatan dalam mewujudkan pemberdayaan karyawan, yang pada
tingkat berbeda memiliki persepsi tentang mutu berbeda.
Penelitian mengacu pada pengukuran kepuasan kerja karyawan yang difokuskan pada
karakteristik kerja, meliputi variasi ketrampilan, identifikasi tugas, signifikansi tugas, otonomi dan umpan balik. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa berdasarkan ukuran kepuasan terhadap indikator-indikator; menyadari sumberdaya yang dimiliki dan yang digunakan, perlengkapan dan peralatan serta materi yang tersedia, batas waktu yang diberikan, maka terdapat hubungan positip antara kepuasan kerja dengan variasi
ketrampilan. Untuk indikator-indikator; cara dan hasil kerja yang dinilai diri sendiri maupun penilaian rekan kerja, maka terdapat hubungan positip antara kepuasan kerja dengan identifikasi tugas. Untuk indikator-indikator; kerjasama karyawan dalam maupun antar bagian, antara karyawan bawahan dan atasan, maka terdapat hubungan positip antara kepuasan kerja dengan signifikasi tugas. Secara umum penerapan GKM dalam memberdayakan karyawan mempunyai dampak positip terhadap kepuasan karyawan PG
Candi Baru.
Kata kunci: Karakteristik Kerja, GKM.

Download Jurnal
Read more >>